Terjerat kasus narkoba, Andi Arief ditangkap bersama wanita

SOLORAYA.COM – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief pada Senin 4 Maret 2019 siang tadi ditangkap bersama dengan seorang wanita di kamar hotel.
Informasi yang beredar menyebutkan, penangkapan Andi Arief dilakukan di kamar 14, lantai 12, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat.


Andi Arief ditangkap pada pukul 11.00 WIB, Senin, 4 Maret 2019. Namun hingga kini belum diketahui secara rinci terkait penangkapan ini. Polisi diinformasikan akan segera menggelar keterangan pers. Penjelasan mengenai kasus ini akan disampaikan polisi di Div Humas Mabes Polri.

“Iya betul,” ucap salah satu sumber terpercaya di Polri, Senin 4 Maret 2019.
Berdasarkan foto-foto yang beredar, polisi terpaksa harus membongkar closet di kamar hotel karena Andi Arief sempat membuang barang bukti.

Baca juga  Andi Arief disebut sendirian saat ditangkap, pemilik tas wanita di lokasi penangkapan masih misterius
Andi Arief (Twitter)

Selain alat hisap sabu-sabu dan juga bungkus plastik yang diduga kuat sebagai bungkus narkoba, di kamar hotel tersebut juga disita satu kotak alat kontrasepsi.

Masih dari foto yang beredar, saat ditangkap, Andi Arif mengenakan kaos berkerah berwarna abu-abu. Selain di lokasi penangkapan, foto Andi Arief di dalam ruang tahanan juga sudah beredar. Andi Arief seperti diberitakan VivaNews terlihat sedang duduk di atas kasus dengan sprei merah muda dengan pakaian yang sama saat dia berada di kamar hotel saat ditangkap.

Hingga artikel ini diposting, belum diketahui siapa wanita yang ditangkap bersama Andi Arief.

Andi Arief lahir di Bandar Lampung, Lampung, 20 November 1970 adalah seorang politikus dan mantan aktivis asal Indonesia. Andi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015. Andi pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam dari tahun 2009 hingga 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca juga  132 Warga mengungsi setelah Gunung Karangetang meletus dan luncurkan awan panas

Andi dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi pada masa mudanya, ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada pertengahan dekade 1990-an. Akibat kegiatan aktivismenya yang dianggap mengancam Orde Baru, ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada tahun 1998.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here