Setelah keluarkan wedhus gembel dan asap sulfatara, Gunung Merapi alami 6 kali gempa guguran

SOLORAYA.COM – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan pengamatan guguran Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa 05 Maret 2019 periode pukul 00.00-06.00 WIB dini hari tadi. Berdasarkan data seismik, terekam 6 kali gempa guguran dengan durasi 11-42 detik.


Akun Twitter resmi BPPTKG menyebut, dari CCTV telah terpantau 2 kali guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal 400 m.

Sebelumnya gunung yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini mengeluarkan lava pijar dan awan panas atau wedhus gembel. Asap Sulfatara juga terus berembus dari puncak Merapi.

Gunung Merapi. (Twitter/BPPKGT)

Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah Tri Mujiyanta, embusan asap sulfatara itu keluar selama 24 jam dari puncak. Hal itu menunjukkan bahwa Merapi masih ada aktivitas vulkanik.

Baca juga  WN Inggris penampar staf Imigrasi Bali ngamuk saat dijemput paksa

“Status masih waspada. Dan tidak boleh ada aktivitas manusian di radius 3 kilometer dari puncak Merapi,” ujarnya sebagaimana dilansir Jawa Pos.

Berdasarkan data, tercatat sejak pukul 00.000 hingga 06.00 tercatat ada 6 kali guguran dengan jarak 350 meter ke Kali Gendol.

Meski terus mengeluarkan asap dan beberapa kali terjadi guguran lava pijar yang disertai wedus gembel, namun untuk aktivitas kegempaan dari puncak Merapi terbilang landai.

“Kalau kegempaan bisa dibilang flat. Ada gempa, tapi masih rendah dan tidak menghawatirkan,” katanya.

Sementara itu, Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kecamatan Selo, Mujianto memastikan saat ini masyarakat masih tenang. Belum ada gejolak dengan adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here