Jadi pengedar, Zul ‘Zivilia’ terancam hukuman mati atau seumur hidup

SOLORAYA.COM – Anda penggemar musik pop berliran Jepang yang agak bercengkok melayu, Zivilia mungkin saja kaget karena sang vokalisnya, Zulkifli alias Zul harus berurusan dengan penegak hukum karena keterlibatannya dalam peredaran narkoba.

Sekadar kilas balik Zul ‘Zivilia’ ditangkap pada 28 Februari 2019 di apartemennya, Jakarta Utara. Saat diamankan, polisi menemukan barang bukti berupa 9,54 kilogram sabu dan 24.000 butir ekstasi.

Sebelum dikabarkan ditangkap, Zul sempat bikin heboh karena tak muncul saat konser di Bone, Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2019 lalu. Pelantun ‘Aishiteru’ itu hilang kontak saat akan manggung di konser musik KPU Bone pada Sabtu 2 Maret 2019. Saat itu ramai kabar kalau Zul ditangkap Polda Metro Jaya, dan memang benar, dia ditangkap.

Zul vokalis Zivilia. (Dok.Instagram)

Ya, Zul terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Sebab, selain jadi pengguna, pelantun ‘Aishiteru’ itu juga ikut mengedarkan barang tersebut.

“Ancaman bisa mati atau seumur hidup. Tergantung nanti perannya. Tapi sekarang kami belum tahu,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo, saat gelar perkara, Jumat (8/3/2019).

Zul ‘Zivilia’ dikenakan UU No 35/2009 tentang Narkoba pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 karena barang bukti yang disita melebihi berat 5 gram.

“Pasalnya 114, 112 tahun 2009 dan UU narkotika. Untuk memberikan efek jera,” terang Kapolda Irjen Pol Gatot Eddy Pramono pada kesempatan yang sama.

Sang istri, Retno mengaku tabah dan ikhlas jika harus menerima kenyataan seperti itu. Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Zul ‘Zivilia’, Elbasri saat ditemui di Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (8/3/3019). “Syok pasti ya. Tapi dia tabah,” kata Elbasri.
“Udah seperti ini dan Ikhlas,” sambungnya.

Penyesalan Zul

Ketika ditanyai oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono, Zul mengaku menyesal telah terlibat dalam jaringan dan mengedarkan narkoba.

Baca juga  Mengenal Ole Gunnar Solskjaer, pengganti Mourinho di MU

“Apa kamu menyesal?,” tanya Argo
“Ada. Menyesal,” jawab Zul sembari menundukan kepalanya.

Ketika ditanyai lebih lanjut, Zul pun menerima konsekuensi atas perbuatannya. Ia juga menilai, hal itu sudah menjadi jalan hidupnya. “Ini adalah jalan hidup saya,” kata Zul.

Suwondo mengaku Zul merupakan pengedar narkoba yang levelnya bukan pengedar eceran. Selain itu, menurut Suwondo, jarak Zul dengan pelanggannya cukup jauh.

“Dia bukan level pengecer. Jadi dia ada bandar nanti bagi ke pengecer kecil, kemudian pengecer kecil yang kasih ke pelanggan. Jarak dia itu jauh (ke pelanggan),” jelas Suwondo.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono, menduga bahwa pelantun lagu ‘Aishiteru’ itu juga terlibat dengan jaringan narkotika besar. Selain itu menurut Gatot, di atas Zul, masih ada bandar yang mengatur jaringan tersebut.

“Kalau saya lihat jaringan ada bandar besar, dia (Zul) ini mengedarkan,” katanya.

Suwondo pun mengatakan, Zul terlibat dalam jaringan yang besar. Bandar di atas jaringan Zul itu dikatakan Suwondo memiliki 4 jaringan kelompok. “Ini kelompok besar, ada 4 kelompok. Di bawahnya kelompok itu ada Zul dan kawan-kawan,” katanya.

“Barang-barang ini dia ambil dari Sumatera, potensi dari luar negeri,” tambahnya menjelaskan.

Atas perbuatannya, Zul Zivilia bersama tersangka lainnya disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka pun terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Tentang karier Zul di Zivilia

Zul memulai kiprah band Zivilia di dunia musik pada tanggal 8 Agustus 2008 di kota Kendari. Awalnya band ini dikenal dengan nama Teplan Band. Band ini beraliran Slow Rock Alternative, dan mengawali karier dengan lagu berjudul Aishiteru dan Karena Cinta.

Baca juga  Kisah lengkap Ryan ToysReview, bocah 7 tahun yang hasilkan Rp 314 M dari YouTube

Awal terbentuknya Zivilia Band ini terjadi dengan tidak sengaja. Sepulang dari Jepang, Zul sudah menciptakan beberapa lagu-lagu beraliran Jepang. Tidak kurang dari 20 lagu tercipta, dengan beberapa kali menampilkannya di Jepang.

Sebelumnya Zivilia pernah juga memakai nama Zifhilia yakni terdiri dari dua gabungan kata “Zif” dan “Fhilia/Philia” yang bertemakan Cinta dan Kasih Sayang.

Band ini terkenal di kota kelahirannya setelah merilis lagu Menunggu di bawah naungan Megaswara dan ada lagu lain juga yakni Yang Tak Terlupakan, Harga Diri. Seiring waktu berjalan lagu Menunggu di ubah nama menjadi Aishiteru. Tahun 2009, lagu ini telah top di kota Kendari dan bahkan di Indonesia bagian timur. Sukses lewat singlenya membuat band ini menjadi penampil pembuka pada konser band d’Masiv .

Dan sebelumnya pada Mei 2008, Zul pernah menjadi band penampil pembuka pada konser Naff di Jepang dan di situlah awal kedekatan Zul dengan vokalis Ady Naff yang mendukung Zul untuk membuat Demo lagunya.

Zivilia dinaungi perusahaan rekaman Nagaswara. Digawangi oleh Zulkifli atau Zul sebagai vokalis sekaligus sintesiser piano, Idham Akbar sebagai bassis dan Obot sebagai drummer. Album pertamanya ialah Aishiteru (album) dirilis pada tahun 2009. Disusul lagi album Aishiteru2 pada 2011 dengan hits single Aishiteru 2 dan Pintu Taubat juga Aishiteru 3 dalam album Trilogy di tahun 2013.

Sayangnya, persaingan di dunia hiburan semakin ketat. Tak sedikit band seangkatannya yang semakin meredup, bahkan ada yang bubar atau vakum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here