Elektabilitas Capres-Cawapres 2019 dari 5 lembaga survei dan popularitasnya di mesin pencari

SOLORAYA.COM – Para pembaca yang budiman, mari kita tengok hasil dari 5 lembaga survei Pilpres hingga Januari 2019 karena hari pencoblosan pemilu presiden kurang dari 50 hari lagi. Selain itu, kita tengok juga popularitas keduanya berdasarkan mesin pencari, khususnya Google.


Dalam lima survei terakhir, calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo sebenarnya masih unggul dari rivalnya yakni capres Prabowo Subianto. Survei-survei tersebut digelar pada periode Januari-Februari 2019.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, Kamis (28/2/2019), lima survei terakhir yang mengukur elektabilitas Jokowi dan Prabowo antara lain Survei Cyrus Network, Indomatrik, Celebes Research Center (CRC), Median, dan Charta Politika.

Di hasil survei Cyrus Network, CRC, dan Charta Politika, Jokowi meraih elektabilitas di atas 50 persen. Sedangkan di survei Indomatrik dan Median, elektabilitas Prabowo dan Jokowi terpaut lebih tipis dibanding tiga survei lain.

Inilah hasil lima survei tersebut sebagaimana yang kami kutip dari DetikNews:

  1. Charta Politika

Waktu: 22 Desember 2018-8 Januari 2019
Jumlah responden: 2.000
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin: 53,2%
– Prabowo-Sandiaga: 34,1%
– Belum memutuskan/tidak menjawab: 12,7%

2. Cyrus Network

Waktu: 18-23 Januari 2019
Jumlah responden: 1.230
Hasil:
– Joko Widodo-Maruf Amin: 57,5 persen.
– Prabowo Subianto-Sandiaga: 37,2 persen
– Belum memutuskan dan tidak menjawab: 5,3 persen.

3. Indomatrik

Waktu: 21-26 Januari 2019
Jumlah responden: 1.800
Hasil:
– Joko Widodo-Ma’ruf Amin 47,97%
– Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,04%
– Swing voters 7,99%

4. Lembaga Survei Median

Waktu: 6-15 Januari 2019
Jumlah responden: 1.500
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin: 47,9%
– Prabowo-Sandiaga: 38,7%
– Undecided voters: 13,4%

5. Survei Celebes Research Center (CRC)

Waktu: 23-31 Januari 2019
Jumlah responden: 1.200
Hasil:
– Jokowi-Ma’ruf Amin 56,1%
– Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7%
– Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2%

Popularitas di Google
Menurut pantauan pencarian topik pada Google Trends, popularitas Prabowo kian hari makin memepet dan menguntit ketenaran Jokowi.

Baca juga  Ini isi lengkap surat terbuka TPNPB-OPM untuk presiden Jokowi

Data yang dikumpulkan analisis media sosial Drone Emprit menyebutkan, hasil Google Trends tersebut bagi kubu pasangan 02 sangat menggembirakan, sebab pantauan data Google Trends setahun lalu, pencarian topik Prabowo sangat kecil bahkan kurang dari separuh pencarian Jokowi.

Tren naiknya pencarian kata kunci Prabowo di internet terjadi pada Agustus 2018 lalu. Drone Emprit mencatat, pada bulan kemerdekaan ini pencarian Prabowo naik pesat bahkan mengalahkan pencarian kata kunci Jokowi.

Naiknya pencarian soal Prabowo ini berkaitan dengan momen sesaat setelah pendaftaran capres 2019 dibuka oleh KPU. Selepas momen itu, popularitas Prabowo menurun dan Jokowi mengambil alih kembali.

“Selanjutnya tren Jokowi tetap lebih tinggi seperti biasa, namun selisih dibanding Prabowo makin dekat,” tulis laporan analisis Tren Jokowi vs Prabowo Drone Emprit dikutip Kamis 28 Februari 2019.

Tren Prabowo sebagaimana dilansir VivaNews memepet popularitas Jokowi makin terasa dalam sebulan terakhir ini. Interest atau ketertarikan publik pada pencarian Prabowo makin menempel ketat Jokowi.

Interest yang diukur Google Trends hanya menampilkan proporsi volume pencarian. Sentimen positif dan negatif tidak terlihat dalam popularitas versi Google Trends. Drone Emprit mencatat, bisa saja pengguna internet mencari informasi Prabowo ingin menelusuri sejarah masa lalunya yang kerap disangkutpautkan dengan masalah HAM. Bisa juga orang mencari informasi Jokowi ingin mengetahui keharmonisan dan keberhasilan membangun keluarga.

Interest di atas bisa diterjemahkan menjadi popularitas. Semakin populer semakin banyak yang ingin tahu. Populer di sini bisa dalam konteks positif maupun negatif.

Nah, mendekati Pilpres 2019, dengan interest pada Prabowo yang makin kuat ini perlu disikapi oleh kubu pasangan 01.

“Semakin dekatnya interest atau popularitas Prabowo harus menjadi warning bagi kubu Jokowi. Publik makin banyak yang ingin tahu tentang Prabowo,” tulis tulis tim Drone Emprit.

Baca juga  Bekuk 10 orang terkait ricuh di Rutan Solo, polisi tahan sejumlah senjata

Popularitas ini ibarat pisau bermata dua. Jika yang muncul banyak informasi positif tentang Prabowo maka persepsi negatif yang dibangun kubu 01 terhadap Ketua Umum Partai Gerindra ini akan bisa dikoreksi.

Tren polularitas dari Google Trends juga terlihat dari pantauan Drone Emprit Trends. Data pengukuran percakapan di media sosial dan online atas kata kunci Jokowi dan Prabowo selama delapan bulan terakhir, menunjukkan tren mirip dengan Google Trends.
Data Drone Emprit Trends sejak Juli 2018 mengungkapkan, awalnya share of voice Prabowo jauh lebih rendah dari Jokowi, meskipun sudah masa pendaftaran capres.

Sengitnya popularitas pencarian Prabowo melawan Jokowi itu makin terasa pada Januari 2019, saat mulai debat capres.

“Volume percakapan kedua capres sudah semakin dekat bedanya. Dan Februari ini, ada tren jarak tersebut makin menipis,” tulis Drone Emprit.

Mengingat tren menunjukkan popularitas Prabowo makin menguntit ketenaran Jokowi, Drone Emprit menyarankan kubu pasangan 01 perlu menggenjot lagi kampanye supaya popularitas Jokowi tidak anjlok.

Catatan Drone Emprit itu penting, sebab pada 27 Februari lalu, kubu 01 kendor dalam kampanye di dunia maya. Drone Emprit melihat pada tanggal tersebut, tidak menemukan topik dari kubu 01 yang bertengger dalam daftar puncak tren di Twitter. Sebaliknya pada tanggal tersebut, kubu 02 kencang melahirkan tagar kampanye yang makin melonjakkan popularitas Prabowo. Hasilnya tren percakapan Jokowi lebih rendah dari Prabowo, share of voice 46 persen melawan 54 persen untuk Prabowo.

“Jika popularitas terus turun meski di media sosial, hal ini bisa menurunkan semangat dan militansi pendukung. Untuk waktu yang lama kemungkinan bisa berimbas pada elektabilitas,” saran Drone Emprit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here