Begini penjelasan Neno Warisman terkait puisi yang dibacanya dalam Munajat 212

SOLORAYA.COM – Puisi yang dibacakan Neno Warisman pada 2 Februari 2019 di Monas dalam acara Munajat 212 menuai banyak kritikan. Bahkan, puisi sempat dianggap biadab oleh Buya Syafii Ma’arif.


Kritikan terhadap Neno itu dibalas oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menyinggung Buya Syafii khilaf.

“Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” kata Buya Syafii usai menghadiri bedah buku karyanya berjudul Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam’ di Gedung Pascasarjana UMY, Yogyakarta, Jumat (1/3/2019).

Neno Warisman. (Instagram)

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu menyebut doa Neno yang membawa nama Tuhan ke ranah pemilu tidaklah tepat. Buya Syafii menilai Neno tak paham agama dan telah melakukan perbuatan biadab.

Buya Syafii menerangkan konteks doa yang dibacakan Neno adalah doa Perang Badar. Kala itu pasukan muslim yang jumlahnya tak seberapa berperang dengan kafir Quraisy. Dalam peperangan itu Nabi Muhammad berdoa untuk kemenangan muslim. Akhirnya pihak muslim berhasil memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya berlipat-lipat.

Baca juga  Polisi : Neno Warisman Harus dipulangkan agar Pekanbaru Tak Ada Gangguan Keamanan

Doa Neno pun dianggap tak tepat karena terkesan mendiskreditkan lawan Prabowo Subianto, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Kritikan tokoh Muhammadiyah itu dibalas oleh anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo. Ia membela Neno yang disebutnya hanya mencontoh doa Muhammad SAW.

Menurut dia, orang yang berkarya lewat puisi harus dihormati. Jika ada yang tidak setuju, kata Dradjad, lebih baik membuat puisi lain asalkan tidak merevisi doa. Polikus PAN itu lalu mempertanyakan apakah Buya Syafii sedang khilaf karena pernyataannya tersebut.

“Orang berkarya seni melalui puisi ya kita hormatilah. Jika tidak sepakat dengan isinya, orang bisa bikin puisi lain yang dia cocok. Yang penting tidak merevisi doa, he-he-he…,” kata Dradjad.

Terkait dengan puisi pada Munajat 212, Neno Warisman akhirnya buka suara. Neno menegaskan soal dirinya yang ekspresif menyampaikan sesuatu termasuk doa.

Pernyataan ini disampaikan Neno Warisman saat menghadiri acara ‘Pentas Seni Budaya dan Kulinari’ relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019). Neno ditanya MC mengenai isi doa perang Badar yang jadi polemik.

Baca juga  Spanduk NII dan HTI & #2019GantiPresiden Bertebaran di Banten

“Jadi gini saya memang kelihatannya saja ini, kalau bersuara orang teater. Saya kan seniman, saya pernah jadi..saya aktris terbaik teater, waktu SMA bolak balik jadi aktris terbaik. Sampai jadi bintang film juga aktris terbaik. Jadi saya dikaruniai juga suara memang bisa ekspresikan,” kata Neno.

“Tapi sebenarnya hati saya nangis saja terus. Coba bacakan saja Al-Fatihah saya sudah menangis, baca doa apapun saja saya menangis, jadi saya nangis saja,” imbuhnya.

Neno Warisman menegaskan dirinya kerap membaca doa yang dibacakan lewat puisi pada Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2).

“Nah doa itu selalu dari dulu memang saya suka, memang saya sering baca. Karena doa itu dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” katanya seperti yang dikutip dari DetikNews.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here