WN Inggris penampar staf Imigrasi Bali ngamuk saat dijemput paksa

SOLORAYA.COM – Ngamuk, berontak dan menendang salah satu jaksa. Begitulah reaksi seorang warga negara (WN) Inggris penampar staf Imigrasi Bali, Auj-e Taqaddas saat dijemput paksauntuk menghadiri sidang vonis hari ini.


“Kebetulan terdakwa Auj-e Taqaddas sudah mangkir sidang tiga kali. Jadi kita berhak melakukan upaya paksa untuk menghadirkan terdakwa di sidang,” ujar Kasi Intel Kejari Badung Waher Tarihoran di PN Denpasar, Jl PB Soedirman, Denpasar, Bali, Rabu (6/2/2019).

Waher sebagaimana dilansir VivaNews menyebut Taqaddas dijemput di depan bioskop di salah satu mal di Kuta. Taqaddas dijemput saat sedang duduk-duduk santai di depan mal.

Auj-e Taqaddas. (Istimewa)

“Sejak Sabtu kita pantau pergerakan terdakwa. Kita minta hakim untuk dimajukan sidang untuk hari ini. Seminggu kita pantau, sehingga hari ini pukul 11.30, (dia sedang di) depan mal lagi, duduk santai. Menyatakan kurang sehat, tapi lagi duduk-duduk santai,” tuturnya.

Baca juga  Fakta-fakta sosok pengusaha kaya raya pemesan Vanessa Angel

Waher mengatakan pihaknya sudah menjelaskan maksud kedatangan ketika menghampiri Taqaddas. Namun Taqaddas menolak dan melawan saat jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan dan empat petugas lainnya membawanya ke dalam mobil.

“Jaksa kita ditendang, dipukul, sewaktu mengamankan. Buat kami, itu kerikil kecil, nggak dimasukkan ke hati. Ada perlawanan, ya ngamuk. Kebetulan kita juga ada videonya,” tuturnya.

Waher menyebut Taqaddas juga terus berontak dan menolak dibawa paksa. Padahal jaksa sudah menjelaskan agar Taqaddas mengikuti sidang vonis hari ini.

“Dijelaskan jaksa baik-baik, si terdakwa marah-marah, kita jelasin sekali lagi, masih marah-marah juga. Akhirnya kita bawa paksa, masih terus berontak. Sandal putus ya mungkin karena dia nendang-nendang, jaksa saya ditendang,” cetusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here