Usai makan es krim, bocah 9 tahun ini meninggal dunia

SOLORAYA.COM – Gara-gara makan es krim, seorang bocah 9 tahun asal Inggris meninggal dunia saat berlibur bersama keluarga di Costa del Sol, Spanyol. Meninggalnya bocah yang belum diketahui identitasnya itu diduga karena setelah mengalami syok anafilaktik setelah terserang alergi parah sebagai reaksi dari es krim.


Sebelum meninggak, bocah tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat saat kondisinya kritis. Melihat kondisinya, dilaporkan ada kemungkinan bocah tersebut alergi susu dan kacang-kacangan sehingga menimbulkan reaksi alergi tersebut.

“Dia masuk [ke rumah sakit] di Sabtu malam karena syok anafilaktik. Dia sudah disadarkan lalu dipindahkan ke Materno Infantil Hospital di Malaga,” kata seorang petugas di rumah sakit tersebut sebagaimana yang kami kutip dari Metro.co.uk.

Ilustrasi. (Pixabay)

Karena kondisinya memburuk, ia dipindahkan ke rumah sakit di kota Malaga di hari yang sama sekitar tengah malam. Namun sayang, ia mengembuskan napas terakhirnya.

Baca juga  Jessica Mila, Nabilah Ayu, Citra Prima dan Bianca Hello ajak penggemarnya di Soloraya nonton bareng "Mata Batin 2"

Autopsi telah dilakukan namun hasilnya belum ditampilkan ke publik. Tes-tes lebih jauh akan dilakukan oleh Institute of Toxicology di kota Seville untuk mengkonfirmasi apakah kematian bocah tersebut terkait dengan reaksi alergi pada makanan tersebut.

Apa itu Syok anafilaktik ?

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian, maka harus segera dibawa ke rumah sakit atau bagian gawat darurat. Kondisi ini terjadi apabila pasien alergi terhadap makanan, obat-obatan, ataupun serangga.

Tanda-tanda dan gejala dari anafilaktik meliputi detak jantung yang cepat dan lemah, ruam pada kulit, mual dan muntah.

Pasien dengan syok anafilaksis menurut HelloSehat, harus segera dibawa ke bagian gawat darurat dan mendapat suntikan epinefrin.

Syok anafilaktik cukup sering ditemukan, terjadi pada hingga 2% dari populasi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Syok anafilaktik dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga  Penggalangan dana Kampanye Prabowo Subianto, Ahok sumbang Rp 250 juta

Adapun gejala umum dari syok anafilaktik adalah:

  • Reaksi pada kulit, seperti gatal-gatal, kulit memerah atau pucat
  • Perasaan hangat
  • Sensasi gumpalan di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung yang lemah dan cepat
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pusing atau pingsan
  • Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Obat-obatan dapat diberikan pada keadaan darurat, seperti:

  • Epinefrin (adrenalin): mengurangi respon alergi tubuh
  • Oksigen: membantu pernapasan
  • Antihistamin dan cortisone yang disuntikkan melalui vena: mengurangi peradangan saluran udara dan meningkatkan pernapasan
  • Beta-agonist (sebagai contoh albuterol): meringankan gejala pernapasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here