Tukang becak divonis 1,5 tahun penjara karena penumpangnya kecelakaan dan asmanya kambuh

SOLORAYA.COM – Seorang tukang becak, Rasilu alias La Cilu (34) divonis satu tahun enam bulan atau 1,5 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Ambon karena menyebabkan penumpangnya tewas akibat becaknya terbalik pada 23 September 2018 lalu.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 359 KUH Pidana dan pasal (4) Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” kata ketua majelis hakim Ronny Felix Wuisan di Pengadilan Ambon, Rabu (20/2/2019).

Menurut hakim pertimbangan yang memberatkan terdakwa dihukum penjara karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan jujur dalam persidangan, memiliki tanggungan isteri dan empat anak, serta belum pernah dihukum.

Baca juga  Ini dia isi lengkap aturan PLTS Atap bagi konsumen PLN
Ilustrasi. (Pixabay)

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang meminta terdakwa divonis bersalah dan dihukum selama dua tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim, baik JPU maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya Rey Sahetapy dan Noke Pattirajawane dari LBHI Maluku menyatakan pikir-pikir.

Kecelakaan itu terjadi 23 September 2018. Ketika itu terdakwa berusaha menghindari sebuah mobil yang melaju dan melarikan diri, sementara becak yang dikayuhnya terbalik menyebabkan terdakwa bersama korban terluka.

Warga di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di depan Masjid Raya Alfatah Ambon turut membantu mengangkat korban lalu terdakwa membawa korban ke Rumah Sakit TNI-AD dr. Latumeten, Ambon.

Terdakwa telah membayar biaya rumah sakit dan korban akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka serta riwayat penyakit asma yang diderita korban, kemudian sudah ada penyelesaian damai dengan keluarga dan sudah ada pencabutan perkara di Pengadilan terkait masalah ini.

Baca juga  Bagi-bagi uang, Ini video Baim Wong saat menyamar jadi orang gila

Sehingga perbuatan terdakwa bukan dengan tidak sengaja merampas nyawa korban dengan cara membalikan becak yang dikayuhnya, kemudian korban yang sudah lama menderita penyakit asma ini naiki becak terdakwa dengan tujuan ke RS TNI-AD dr. Latumeten.

Pengacara terdakwa sebelumnya telah meminta keringanan hukuman dari majelis hakim sebab peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas bukanlah sebuah kesengajaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here