Surat kedua Ahmad Dhani, kali ini soal Gusdurian

SOLORAYA.COM – Untuk yang kedua kalinya, musisi yang juga politisi Ahmad Dhani menuliskan surat. Surat itu sengaja ditulis lewat tulisan tangan guna menjawab kabar yang mempertanyakan keislamannya.

Surat itu kemudian dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dhani dalam surat itu menyebut dirinya ‘NU Gusdurian’.

“Saya NU pengikut Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Saya NU Gusdurian. 100 Persen islamnya Gus Dur. Dari dulu hingga sekarang,” tulis Dhani, seperti latar waktu yang tertulis dalam surat tersebut, Selasa (19/2/2019).

Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. (Instagram)

Dalam selembar tulisan tangan itu, Dhani sebagaimana dilansir DetikNews juga menyebut tempat dia ditahan yakni Rutan Klas 1 Surabaya sebagai sebagai Pondok Pesantren Medaeng.

Lewat tulisan tersebut Dhani seolah ingin menjelaskan kepada masyarakat jika dirinya bukan seperti NU yang ada saat ini. Dalam sidang perkara kasus ‘idiot’, Kamis (14/2/2019), suami Mulan Jameela itu disebut-sebut sebagai warga NU oleh putra Pengasuh Pondok Pesantren KH Wahab Hasbulloh Tambak Beras, Jombang, Gus Aam.

“Saya sebetulnya tahu banyak tentang Mas Dhani, beliau ini orang Surabaya. Beliau juga warga Nahdlatul Ulama dan beliau ini salah satu yang membantu Gus Dur dalam memperjuangkan NU di Indonesia,” kata Gus Aam usai persidangan Dhani yang digelar di Ruang Cakra PN Surabaya, Jalan Arjuna, Kamis (14/2/2019).

Namun satu hari berselang, Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Ahmad Dhani bukan lagi keluarga NU. Menurut Said, Ahmad Dhani sudah terang-terangan menghina NU.

Baca juga  Gara-gara rusak kosmetik istrinya, Sandy Tumiwa dilaporkan ke polisi

“Sudah menghina NU, bukan warga NU dong,” kata Said kepada wartawan di sela Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).

Berikut ini isi lengkapnya:

Jika NU adalah…
1. ISLAM NUSANTARA
Saya bukan bagian dari ini
2. Harus Jadi PENDUKUNG JOKOWI
Apalagi ini, saya pasti bukan bagian dari ini
3. MEREKA YANG MENGANGGAP KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR
Obviously Not My Kinda Gruoup
4. MEREKA YANG TIDAK BELAJAR DARI MASA LALU
Apalagi ini, jelas bukan golongan saya
MAKA SAYA BUKAN “NU” JENIS INI

Saya NU pengikut Hadratussyekh Hasyim Asy’ari

Saya NU GUSRURIAN
100 % islamnya Gus Dur
Dari dulu hingga sekarang.
Ahmad Dhani, Pondok Pesantren Medaeng, 19-02-19

Sebagai informasi tamabahan, majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, dalam agenda putusan sela, menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani, Selasa, 19 Februari 2019. Majelis hakim yang dipimpin Raden Anton Widyopriyono itu pun memerintahkan persidangan dilanjutkan.

Sidang yang semula digelar dua kali sepekan rencananya akan diperlonggar menjadi sekali dalam sepekan. “Sidang dilanjutkan ke materi pokok perkara dengan menghadirkan saksi-saksi,” kata dia.

Penasihat hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, menghormati putusan hakim tersebut. Ia pun tak mempermasalahkan sidang diteruskan ke pokok perkara. Aldwin akan menggabungkan pembelaan untuk kliennya pada agenda pleidoi nanti. “Kita hargai, kita ikuti saja. Hakim kelihatannya ingin mendalami materiilnya, ndak apa-apa, kita ikuti saja,” ujar Aldwin.

Baca juga  Ahmad Dhani dibui atas kasus ujaran kebencian, begini nasib konser Dewa 19 di Malaysia nantinya...

Aldwin seperti dikutip Tempo mengaku justru diuntungkan bila hakim ingin menggali pokok perkara. Jika bukti materiil dibuka di persidangan, ia makin optimistis kliennya tidak bersalah dalam perkara ini. “Kami yakin tidak ada unsur pidana yang dilanggar Mas Dhani dalam kasus ini,” katanya.

Sidang Ahmad Dhani dijaga ketat puluhan polisi bersenjata perisai dan pentungan. Sejumlah orang beratribut ormas Front Pembela Islam pun turut hadir dalam sidang tersebut. Setelah sidang, Ahmad Dhani segera dibawa kembali ke Rumah Tahanan Negara Kelas I di Medaeng, Sidoarjo menggunakan mobil kejaksaan.

Aldwin seperti dikutip menambahkan, semestinya Ahmad Dhani tidak ditahan dalam perkara yang sedang disidangkan Pengadilan Negeri Surabaya. Ia ditahan di Rutan Cipinang atas penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Di Rutan Medaeng status Mas Dhani bukan tahanan, beliau hanya dititipkan. Kalau masa penahananya habis, bisa bebas,” katanya.

Ahmad Dhani diadili terkait kasus vlog yang viral di media sosial, yang menyebut massa Forum Kebangsaan Jatim sebagai ‘idiot.’ Pernyataan itu dilontarkan Ahmad Dhani saat Hotel Majapahit Surabaya tempatnya menginap dikepung massa pada 26 Agustus 2018. Akibat pengepungan itu Dhani batal memimpin deklrasati Relawan #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here