Surat Ahmad Dhani dari dalam tahanan untuk ibunya, ini isi lengkapnya!

SOLORAYA.COM – Akun penyanyi cantik Mulan Jameela mengunggah foto yang berisi surat yang ditulis Ahmad Dhani dari dalam tahanan. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya, Joyce Theresia Pamela Kohler.

Dalam surat yang ditulis Ahmad Dhani di Rutan Medaeng Surabaya itu, ia meminta ibunya supaya tidak bersedih karena dia mendekam di tahanan.

Dhani mengatakan, tahanan bagi mereka yang tidak bersalah adalah STIK alias sekolah tinggi ilmu kesabaran. Dhani menyebut selepas dari tahanan dirinya akan jadi pribadi yang lebih sabar.

“Janji Allah itu pasti.. Hikmah Allah itu Maha Besar.. Berserah diri dan bersabar.. Allah memberi yg terbaik utk dunia dan akhirat kita.. InsyaaAllah..,” tulis Mulan dalam caption.

Berikut isi lengkap surat Dhani:

Surat untuk Mama…
Dari Anakmu tercinta

Ma, penjara bagi mereka yang tidak bersalah…
adalah STIK
Sekolah Tinggi Ilmu Kesabaran

Alhamdulillah sekarang aku menjadi orang yang lebih SABAR
Mama jangan sedih, mama jangan menangis,

Keluar dari penjara laknat ini,
Insyaallah aku menjadi orang yang lebih SABAR

Ahmad Dhani
Hotel Medaeng 13 Februari 2019

Sebelumnya, dikabarkan ibu Ahmad Dhani sempat jatuh sakit lantaran dirinya tak terima sang putra, Ahmad Dhani, divonis penjara satu tahun enam bulan atas kasus ujaran kebencian.

Kabar ini diungkapkan oleh kerabat sekaligus juru bicara pihak keluarga Ahmad Dhani, Lieus Sungkarisma.

Sekadar kilas balik, Kasus ujaran kebencian yang menyeret Dhani berawal saat ia menuliskan twit di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST pada Maret 2017 lalu. Setelah itu, Ahmad Dhani pun menjalani proses hukum yang panjang hingga akhirnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang untuk menjalani masa hukuman.

Baca juga  Mulai 25 Februari bisa pesan tiket kereta mudik, begini cara lengkapnya!

Pada awal 2017, melalui akun Twitter-nya, Ahmad Dhani membuat sejumlah twit kontroversial yang dinilai memuat ujaran kebencian. Setidaknya terdapat tiga twit yang kemudian diperkarakan terhadap pentolan grup band Dewa 19 ini hingga harus berurusan dengan hukum.

Atas twit-twit yang dinilai memuat ujaran kebencian tersebut, Ahmad Dhani dilaporkan oleh pendiri BTP Network, kelompok pendukung Ahok-Djarot, Jack Boyd Lapian. Ia dilaporkan atas dugaan pelanggaran terhadap Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Laporan itu diserahkan ke kepolisian pada 9 Maret 2017, selang dua hari setelah twit kontroversial diunggah Dhani. Menurut Jack, apa yang dituliskan Dhani ini bersifat menghasut dan menyulut kebencian.

Adapun laporan yang ia buat ditujukan agar muncul efek jera bagi para pelaku penyebaran ujaran kebencian. Dari keterangan yang diberikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, terdapat lima alat bukti yang diserahkan untuk perkara ini. Bukti-bukti itu berupa tangkapan layar atas twit yang dilaporkan, satu unit ponsel, sebuah SIM card, sebuah akun e-mail beserta kata kuncinya, dan akun Twitter Ahmad Dhani.

Atas kasus yang menjeratnya, Ahmad Dhani akhirnya ditetapkan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian. Berdasarkan pengakuan kuasa hukumnya, Ali Lubis, pada 23 November 2017 kliennya menerima surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka.

Baca juga  Dihadang Massa Penolak Ganti Presiden, Ahmad Dhani Ngumpet di WC Hotel

Pemeriksaan itu akan dilakukan sepekan kemudian, 30 November 2017 di Polres Jakarta Selatan. “Kalau penetapan kapannya saya kurang tahu persisnya. Namun, surat panggilan tertanggal 23 November 2017,” kata Ali.

Dhani sebagaimana dilansir Kompas, menjalani sidang perdana untuk kasus ujaran kebencian yang dialamatkan padanya pada 16 April 2018 di PN Jaksel dengan agenda pembacaan dakwaan. Ia dituntut penjara 2 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar 26 November 2018 di PN Jaksel.

“Menuntut atau meminta supaya majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo dengan hukuman penjara selama dua tahun,” ucap JPU.
Ia diduga melanggar diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Atas tuntutan yang diterima, Ahmad Dhani dan tim kuasa hukumnya menyusun pleidoi atau nota pembelaan untuk meringankan tuntutan JPU. Pembelaan itu dibacakan langsung oleh Dhani pada sidang pembelaan 10 Desember 2018. “Pledoi ada dua, ada dari tim penasehat hukum saya dan satu lagi dari saya,” kata Dhani. Selengkapnya lagi baca :

Kronologi lengkap kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani hingga masuk penjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here