Perjalanan karier balap dan foto-foto kenangan M Zaky saat berjuang meraih prestasi

SOLORAYA.COM – M. Zaky, pembalap nasional road race asli Bondowoso, Jawa Timur meninggal karena mengalami dua luka tusuk di dada sebelah kiri, Jumat (15/2/2019) malam. Pemuda dengan segudang prestasi itu, meregang nyawa saat perjalanan ke RS Bhayangkara.


M. Zaky, pembalap nasional road race, asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang tewas akibat penusukan, memiliki segudang prestasi luar biasa.

Berikut prestasi yang pernah disabet M. Zaky. Di antaranya pada tahun 2012 menjadi Juara 1 Motorprix Region Jawa 2. Kejurnas Corsa Motorprix MP4 B 110 cc Tune Up Pemula Juara 3, pada tahun 2011.

Selanjutnya, di tahun yang sama, yakni pada tahun 2011 Juara 2 Kejurnas Corsa Motorprix MP3 B 125 cc Tune Up Pemula.

Jupiter MX Nasional Juara Umum 1, dan Juara Umum 1 Motoprix MP6, Perwakilan Indonesia Asean Cup di Malaysia.

Sementara pada tahun 2010 Juara Nasional Motoprix MP3. Di tahun yang sama Motoprix MP4 Posisi 3 Klasemen, serta 2010 Yamaha Cup Race MP3, Yamaha Cup Race MP4, dan 2009 Juara Nasional Motoprix MP6 dan Duta Safety Riding.

M. Zaky merupakan warga Desa Ramban Kulon, RT 11 RW 06 Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Karier dari bawah
Pembalap kelahiran 4 Oktober 1995 ini memang cukup diperhitungkan di balapan Tanah Air. Zaky mulai mengasah kemampuan balapnya sejak duduk di bangku sekolah SMP kelas I, sebagai pembalap privater alias tanpa club.

Info Bondowoso dan berbagai sumber lainnya menyebutkan, Zaky merintis kariernya benar-benar dari bawah. Dia rela mengumpulkan uang recehan yang disumbang teman-temannya hingga jual barang yang dimilikinya demi bisa meneruskan karier membalap.
Ketertarikan Zaky pada balapan motor muncul ketika Bapaknya mengajaknya menonton kejuaraan Yamaha Cup Race di Bondowoso, Jawa Timur. Ketika itu Zaky masih berusia 10 tahun.

Baca juga  Puting beliung Bogor, pengendara mobil meninggal tertimpa pohon

”Saat itu umur saya 10 tahun, kemudian Bapak menawarkan Zaky berani tidak jadi pembalap? Saya jawab saja, berani, Pak! Tapi kemudian bapak malah agak ragu-ragu. Saya nggak nyerah, saya tanya-tanya terus sampai Bapak akhirnya mengizinkan saya membalap” ujar putra dari pasangan Agus Subiyanto dan Tri Weni Legiastuti itu.

Pada satu kesempatan Agus membuat motor untuk road race anaknya, dan sebagai uji coba pertama Zaky adalah Kejurda di Sitobondo. Hasilnya, Zaky meraih posisi buncit karena masih belum paham akan motor balap.

”Saya tahu penggunaan kopling tiga hari sebelum road race. Memasuki start dari urutan ketiga, terus turun hingga di rombongan belakang” kenang Zaky kala itu.

Namun, hal tersebut tak membuat Zaky menyerah begitu saja dan akhirnya tampil baik sebagai pendatang baru. Zaky pun dipinang tim Yamaha Yamalube Tri Jaya Racing asal Bandung.

”Awalnya saya banyak ditawarin tim-tim lain, ujar lulusan terbaik Yamaha Racing Academy (YRA) ini. Tapi pada satu kesempatan saya bertemu dengan Pak Rudi (Manager Tri Jaya) dan kemudian ada kesepakatan bersama untuk bergabung di Tri Jaya hingga kini,” katanya saat itu.

Pembalap yang sempat didaulat sebagai Duta Safety Riding itu pun terus menanjak kariernya. Hingga turun di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015 kelas Asia Production 250 cc (AP250).

Baca juga  Pebalap nasional dianiaya orang tak dikenal hingga tewas

Beragam prestasi yang diraihnya mulai dari event nasional hingga internasional tak membuatnya sombong. Zaky menjadikan kenangan merintisnya di dunia balap sebagai acuan dirinya untuk tetap rendah hati.

Kini, Zaky telah menghembuskan nafas terakhirnya usai ditikam pisau di bagian dada kirinya ketika menyeting motor di salah satu jalan di Bondowoso, Jawa Timur. Pelaku bernama Faesal Karim (34 tahun) telah diamankan Polres Bondowoso.

Ucapan duka

Ucapan belasungkawa pun diungkapkan oleh rekan-rekan pembalap Indonesia. Salah satunya adalah pembalap Worlds Supersport 300, Galang Hendra, lewat akun Instagram miliknya.

Inalillahiwainailaihirojiun’. Pagi ini saya dapat Berita duka dari Bondowoso. Telah meninggal dunia M. Zaky yang sudah saya anggap sebagai Teman, teammate , dan Kakak saya sendiri Mohon doa nya semoga Beliau di terima di sisi. Nya,” tulisnya di akun Galanghendra55real.

Kolom komentar unggahan Galang pun langsung dibanjiri oleh ucapan belangsungkawa.

Bondowosi kehilangan pembalap andalan. Saya sebagai warga Bondowoso ikut sedih mendengar kabar ini. Semoga beliau @m.zaky_32 ditempatkan di sisi yang terindah yaitu syurga,” tulis salah satu komentar.

Berikut ini foto-foto kenangan yang dikutip dari akun Instagramnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here