Ini video mengerikan luncuran awan panas Gunung Karangetang

SOLORAYA.COM – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengalami erupsi. Guguran lavanya masuk ke batas jalan raya hingga pukul 23.00 Wita, Senin (4/2/2019). Status level III atau siaga.


Guguran lava telah mencapai ruas jalan menuju Kampung Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut), Senin, 4 Februari 2019, sore kemarin. Akibatnya, kampung berpenduduk 411 jiwa itu terisolasi karena akses jalan yang terputus.

Sejak Senin siang guguran lava terus mendekat ke arah ruas jalan tepatnya di jembatan Kali Malebuhe. Kapolres Kepulauan Sangihe dan Sitaro AKBP Sudung Napitu SIK memerintahkan untuk menutup akses jalan darat tersebut.

Upaya evakuasi warga pun terpaksa dilakukan melalui jalur laut menggunakan perahu karet, pihak BPBD Sitaro dibantu Tim Basarnas Kabupaten Kepulauan Sangihe perlahan mengangkut warga menuju Pelabuhan Pehe dan seterusnya dibawa ke kantor BPBD Kabupaten Sitaro.

“Proses evakuasi awal sudah dilakukan. Selasa ini akan dilanjutkan lagi dengan mengerahkan beberapa armada angkutan laut,” kata Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen SE saat mengunjungi Posko Bencana Erupsi Gunung Karangetang di Kampung Kawahang.

Bupati mengatakan, untuk bantuan kepada para warga terdampak bencana telah mendistribusikan melalui BPBD dan PMI Sitaro. “Sejak hari Sabtu lalu bantuan terus didistribusikan,” ujar Eva sebagaimana dilansir Liputan6.

Camat Sibarut Chatrin Lukas mengatakan, hingga Senin, 4 Februari 2019 malam, pihaknya masih terus memperbaharui data jumlah warga yang diungsikan akibat erupsi Gunung Karangetang. Sebelumnya tercatat ada 111 warga yang diungsikan, tetapi jumlah tersebut ada kemungkinan bakal bertambah lagi.

Baca juga  Adi pembanting motor dan pembakar STNK ditangkap polisi

Data yang diposting Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sebanyak 16 KK / 54 jiwa mengungsi ke Greja GMIST Nazareth Niambangeng, sedangkan 17 KK / 58 jiwa mengungsi ke Kantor Kampung Batubulan.

Selain itu, Sutopo juga membagikan video penampakan luncuran awan panas gunung tersebut. Luncuran awan panas Gunung Karangetang tersebut terpantau pada pada 4/2/2019 pukul 17.30 WITA.

Ini videonya : ‏

Gunung Karangetang dikenal juga dengan nama Api Siau adalah gunung berapi yang terletak di bagian utara Sulawesi Utara, Indonesia tepatnya di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Gunung Karangetang adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah.

Baca juga  Pusat Belanja Termegah di Dunia, Seluas 100 Kali Lapangan Bola
Ilustrasi. (Instagram)

1997
Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Pada letusan gunung Karangetang tahun 1997 menewaskan 3 orang.

2007
Pada bulan Agustus 2007 terjadi letusan yang memaksa dilakukannya evakuasi dari sekitar gunung berapi.

2010
Gunung Karangetang pada 4 Agustus 2010 sekitar pukul 00.15 WITA meletus. Masyarakat melakukan evakuasi untuk menghindari letusan susulan. Akibat letusan sedikitnya 4 orang dinyatakan hilang. Akses transportasi ke lokasi bencana lumpuh setelah jembatan ambruk oleh endapan lahar panas. Rombongan Bupati yang meninjau lokasi bencana terdekat dengan lereng gunung mengalami kesulitan karena beberapa jembatan rusak parah.•

2011
Sejak ditetapkan berstatus Awas pada Jumat 18 Maret 2011, aktivitas Gunung Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, tetap tinggi. Hari ini, gunung itu masih mengeluarkan api dan awan panas.Sementara, awan panas Karangetang mengarah ke Barat, ke arah tiga kampung yakni Kampung Kinali, Mini dan Winangun. Awan panas dan guguran lava diketahui telah merusak satu jembatan dan rumah warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here