Direktur ATKP Makassar dinonaktifkan, buntut tewasnya taruna yang dianiaya seniornya

SOLORAYA.COM – Direktur Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Agus Susanto dinonaktifkan. Hal itu menyusul tragedi yang dialami Aldama Putra Pongkala (19) yang meninggal karena dianiaya seniornya, M Rusdi (21).


Kabar tersebut datang dari Menteri Perhubungan (Menhub) Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis dari Kementerian Perhubungan, Minggu (10/2/2019) pagi tadi.

“Setelah kami melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” ujar Menhub.

Dok. Istimewa

Pihak Kemenhub sudah melakukan investigasi internal terkait kasus tersebut. Seluruh personel ATKP Makassar yang diduga terlibat pada kejadian juga diganti.

“Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personil terhadap seluruh lini di ATKP Makasar yang terlibat pada saat kejadian,” ujar Budi sebagaimana dilansir DetikNews.

Diketahui, penganiayaan terjadi pada Minggu (3/2/2019) malam. Peristiwa bermula saat Rusdi mendapati Aldama mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Melihat hal itu, Rusdi meminta adik kelasnya itu datang ke kamarnya.

Baca juga  Gara-gara ngebut, McGregor didenda Rp16 juta

Akibat perbuatannya, Rusdi dijerat Pasal 338 KUHP dan/atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Curhat keluarga

Pengacara kondang Hotman Paris bersedia mendampingi keluarga almarhum Aldama. Hal tersebut setelah pihak keluarga Aldama meminta bantuan melalui media sosial (medsos) kepada Hotman Paris agar dibantu mendapat keadilan atas kematian anak semata wayangnya.

Adalah keluarga Aldama, Samna yang menulis keluh kesahnya di medsos hingga viral. Keluarga Aldama yang meminta dukungan netizen untuk berkomunikasi dengan Hotman Paris hingga akhirnya membuahkan hasil. Postingannya itu diunggah ulang pengguna Instagram @lambe_turah dan dibalas Hotman Paris.

Melalui postingan itu, Hotman Paris ikut berkomentar, jika pihaknya siap membantu.

Baca juga  Fadli Zon: Aksi Tiang Bendera Joni Lebih Heroik Dibanding Stuntman Motor

“Saya Hotman Paris bersedia menerima keluarga yang meminta bantuan hukum ini di Kopi Joni pada tanggal 10 Februari jam 10 pagi,” tulis Hotman dalam kolom komentar, Jumat (8/2/2019).

Sementara ayah Aldama Putra, Pelda Daniel Pongkala mengaku pihak dari Hotman Paris sudah ada yang menghubunginya. “Kami dihubungi oleh pihak beliau. Mereka siap mendampingi kami,” ucap Daniel seperti diberitakan INews.

Menurutnya, pihak keluarganya masih belum puas atas pengungkapan kematian anak semata wayangnya, meski polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here