Begini akhir dari hebohnya video siswa tidak sopan merokok dan menantang gurunya

SOLORAYA.COM – Seorang murid berperilaku tidak sopan saat ditegur gurunya gara-gara merokok di dalam kelas. Begitulah kabar dari video yang viral baru-baru ini.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SMP PGRI Wringianom, Gresik, Jawa Timur. Guru yang dilecehkan siswanya itu diketahui bernama Kalim. Kini, kasus tersebut berakhir dengan damai setelah ditengahi polisi dengan menggelar mediasi di Polsek Wringinanom.

Adapun para pihak yang datang dalam mediasi itu adalah sang guru, Nur Kalim (30) dan si siswa. Si siswa datang didampingi kedua orang tuanya Slamet Arianto (47) dan Anik.
Mediasi tersebut juga dihadiri pihak dari Perlindungan Perempuan Anak Jatim, pegawai Kementerian Sosial, Yayasan PGRI, dan tuan rumah Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan.

Siswa tersebut terlihat menunduk saat dipertemukan dengan gurunya. Sementara kedua orang tuanya merasa malu saat bertemu dengan Nur Kalim.

Twitter

Sebelum dilakukan perjajian damai, Nur Kalim mengaku sudah ikhlas memaafkan sikap siswanya. Menurutnya, terlepas dari sikap siswanya yang kurang terpuji, ia menganggap siswanya adalah anak didiknya sendiri.

“Saya sudah memaafkan sikap siswa saya. Meski begitu siswa saya adalah anak didik saya sendiri. Ia juga saya anggap anak saya sendiri. Apalagi yang bersangkutan akan mengikuti ujian nasional,” kata Nur Kalim saat mediasi di Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019).

Mendengar pernyataan dari Nur Kalim, Supiyan memulai mediasi dengan mudah karena Nur Kalim dinilai tidak mempermasalahkan kasus tersebut secara pribadi.

“Yang bersangkutan (Nur Kalim) sudah memaafkan, tapi nanti si siswa juga membuat permohonan maaf melalui video agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supiyan sebagaimana dilansir DetikNews.

Sebelum proses penandatangan pernyataan damai dimulai, Slamet, orang tua siswa secara terbuka meminta maaf kepada Nur Kalim atas tindakan anaknya. Ke depan ia berjanji akan menjaga anaknya dengan baik.

Baca juga  Kisah lengkap Ryan ToysReview, bocah 7 tahun yang hasilkan Rp 314 M dari YouTube

“Saya selaku orang tua memohon maaf. Atas sikap anak saya. Ke depan saya akan menjaga dan membimbing anak saya hingga pendidikannya usai,” kata Slamet.

Viral siswa melecehkan guru yang mengundang reaksi kecaman dari warganet bukan kali pertama ini terjadi. Pada tahun 2016 lalu, seorang sang siswa bahkan menaikkan kaki di atas meja dan merokok di depan gurunya. Pelajar tersebut diketahui adalah siswa SMA Yayasan Ilham, yang terletak di jalan Toddopuli VI, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Kejadian bermula saat pergantian jam pelajaran pada Selasa 10 Oktober 2016 kemarin, sekitar pukul 10.00 Wita. Tiba-tiba dua siswa, yakni AS dan KI (inisial) menghampiri guru Bahasa Indonesia, AM. Saat itu, sang guru sedang sibuk memeriksa tugas naskah puisi siswa-siswinya.

Saat itulah AS meminta tolong kepada KI untuk difotokan bersama guru Bahasa Indonesia itu.

Awalnya AM menegur siswanya tersebut karena kakinya dinaikkan di atas meja. Namun KI, teman AS, terlanjur mengambil gambar dengan menggunakan handphone miliknya.
Soal foto AS yang merokok tepat di samping gurunya, Usman Effendi menjelaskan awalnya AM tidak menyadari kalau muridnya itu merokok. Setelah AM mencium bau asap rokok, baru dia sadar kalau AS merokok. Dan kejadian itu juga terlanjur terekam kamera.

Usman sangat menyayangkan foto-foto tersebut begitu cepat tersebar di media sosial. Dan banyak komentar negatif terkait foto tersebut bermunculan.

Setelah foto tersebut bahkan menjadi viral di Media Sosial. Kedua siswa ini pun dipanggil dan diinterogasi pihak sekolah. Bahkan keduanya telah dipertemukan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, AM.

Ditemui terpisah, AS mengaku melakukan aksi yang menghina gurunya tersebut hanya sebagai bahan candaan semata. Siswa yang duduk di bangku kelas XI IPS ini mengatakan foto tersebut awalnya hanya iseng.

AS tak menyangka kalau apa yang dilakukannya itu akan menjadi hal yang sangat ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan menuai banyak komentar negatif dari netizen.
Ditemui secara terpisah, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang foto bersama AS, AM, mengatakan ia sempat kesal melihat apa yang dilakukan siswanya tersebut.

Baca juga  Video detik-detik lengkap ledakan di dekat lokasi nobar Debat Capres 2019 putaran kedua

Dia menceritakan, peristiwa yang terjadi kemarin siang iitu bermula ketika ia memeriksa naskah puisi siswanya yang sebelumnya menjadi tugas para anak didiknya. Lalu tiba-tiba ia dihampiri AS dan KI.
Sang guru pun dengan senang hati membiarkan anak didiknya itu untuk berfoto bersama

dirinya. AM menjelaskan dirinya kemudian kesal karena tingkah laku AS saat berfoto menjadi kurang ajar.

Lalu, lanjut AM, dia tidak menyangka kalau siswanya itu akan membakar rokok di sampingnya. Ia baru tersadar setelah mencium bau asap rokok.

Adapun Effendi Usman mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi yang sifatnya mendidik. Ia juga menegaskan, pihaknya tidak perlu sampai mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah.

Salah seorang siswa lain yang enggan disebutkan namanya membantah pernyataan Effendi Usman kejadian seperti tersebut merupakan yang pertama kalinya.
Teman sekelas AS ini mengatakan, kelakuan siswa yang menghina guru adalah bukan pertama kalinya.

Siswa yang duduk di bangku kelas XI ini juga mengungkapkan, saat AM mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, AS dan KI membolos.

Ia menambahkan, hampir semua siswa di sekolah ini terkesan semau-maunya. Bahkan terkadang ada siswa yang pulang lebih dulu padahal jam belajar belum selesai. Soal kasus AS ini juga sepertinya tidak menjadi persoalan buat pihak sekolah. Mungkin karena takut kehilangan murid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here