Profil lengkap Neno Warisman untuk generasi milineal

SOLORAYA.COM – Sosok Titi Widoretno Warisman atau Neno Warisman kini tengah hangat diperbincangkan setelah ia membacakan puisi di acara Munajat 212 di Monas, belum lama ini. Siapa sesungguhnya Neno Warisman? Nah, ini dia profil lengkap Neno Warisman yang kami kutip dari berbagai sumber.

Baca pula : 

Ini isi puisi Munajat 212 Neno Warisman

Dulu, Neno dikenal sebagai seorang penyanyi dan bintang film yang naik daun di era 1980-an. Saat ini, wanita yang juga berprofesi sebagai desainer busana muslim ini aktif di bidang sosial, agama, dan pendidikan.

Neno lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 21 Juni 1964. Sejak kecil, dia sudah memperlihatkan ketertarikannya terhadap puisi. Bahkan, Neno berhasil menjuarai lomba baca puisi se-Jakarta pada tahun 1978.

Neno Warisman dan Sandiaga Uno. (Instagram)

Lulusan Sastra Perancis Universitas Indonesia ini pun terjun ke dunia tarik suara. Neno mengawali debutnya dengan merilis album self-titled pada tahun 1983. Namun, namanya mulai melambung justru di album Matahariku dengan lagu andalan bertajuk sama.

Selain itu, Neno juga pernah berduet bersama Fariz RM dalam lagu Nada Kasih. Beberapa album lain yang telah ditelurkannya yaitu Kulihat Cinta Dimatanya (1985), Katakan Cinta Padaku (1986), Pujaan Dewi (1987), dan Sebuah Obsesi (1988).

Baca juga  Setelah keluarkan wedhus gembel dan asap sulfatara, Gunung Merapi alami 6 kali gempa guguran

Pelantun A Ba Ta Tsa ini pun melebarkan sayapnya ke seni peran. Neno terkenal dengan perannya sebagai Sayekti di film Sayekti dan Hanafi yang ditayangkan TVRI. Selanjutnya, ia juga berakting dalam film Semua Sayang Kamu dan terpilih sebagai nominator Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1989.

Setelah memutuskan untuk memakai hijab pada tahun 1991, Neno mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan. Ia memilih untuk aktif di kegiatan sosial, religi, dan pendidikan.

Neno juga gencar dalam sosialisasi pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan menjadi pembicara di seminar yang mengundang para ibu membicarakan tentang pengasuhan anak, pendidikan negeri, hingga masalah kesehatan.

Lama tak muncul di layar lebar, Neno kembali bermain di film drama religi Rindu Kami Padamu bersama artis Sakurta Ginting, Didi Petet, Nova Eliza, Fauzi Baadilla, dan Jaja Mihardja. Film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini mengisahkan tentang dinamika dan problematika kehidupan orang-orang di sebuah pasar.

Baca juga  Ledakan di Mal Taman Anggrek, 6 orang jadi korban

Saat ulang tahunnya ke-40, Neno menerbitkan buku pertamanya berjudul Izinkan Aku Bertutur di bawah naungan penerbit Syaamil. Lalu, selang dua tahun dirinya kembali menulis buku berjudul Matahari Odi Bersinar Karena Maghfi.

Pada tahun 2008, Neno mempromosikan kampanye PMM yang berarti Pola Makan Yang Menyelamatkan. Lalu di tahun berikutnya, ia membintangi film Ketika Cinta Bertasbih 2 dan Dalam Mihrab Cinta. Sedangkan film terbaru yang juga melibatkannya yaitu Iqro: Petualangan Meraih Bintang yang rilis tahun 2017.

Lalu di tahun 2018, ia berakting dalam film 212 The Power of Love. Sebuah film dokumentasi gerakan aksi bela umat Islam. Di luar itu, Neno juga aktif dalam gerakan #2019GantiPresiden. Bahkan ia diketahui sebagai penyumbang terbesar dari kampanye hastag tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here