17 Pantangan saat Imlek, lengkap dengan penjelasan dan pesan moralnya

SOLORAYA.com – Saat ini warga Tionghoa, khususnya di Indonesia tengah mempersiap diri menyambut tahun baru Imlek. Selain terdapat tradisi, sebagian warga Tionghoa juga meyakini berbagai pantangan yang dilakukan terkait dengan Imlek, termasuk berbagai pantangannya. Apa saja? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Jangan potong rambut, meski bergaya mirip Andy Lau

Mengapa kok saat Imlek pantangan bagi orang Tionghoa untuk memangkas rambut? Rambut apapun, kumis, jenggot, jambang mauppun bulu kaki. Karena apa? Karena memotong rambut pada saat merayakan Tahun Baru Imlek sering dikaitkan dengan pemakaman. Wah ngeri juga ya?

Jangan makan bubur

Imlek kan biasanya disertai dengan hujan. Diyakini hujan saat Imlek justru membawa keberkahan atau rezeki. Ternyata, meskipun tepat menghangatkan badan saat hujan, bubur ternyata pantang dimakan saat Imlek.

Pada zaman dulu bubur adalah makanan orang miskin, ini memiliki arti dengan memakan nasi pada Tahun Baru Imlek maka akan membawa rezeki dan menghindari kemiskinan di sepanjang tahun baru ini.

Jangan membeli sepatu!
Sama seperti buku, dalam bahasa Kanton, sepatu homonim dengan kata kesulitan.

Jangan duduk-duduk di kamar tidur!
Menemui orang lain di kamar tidur saat Malam Tahun Baru akan membawa kesialan. Karenanya seluruh anggota keluarga berhias dan berkumpul di ruang tamu, bahkan para bayi, orang tua dan mereka yang sakit. Lha iya, namanya duduk itu harusnya memang dikursi, bukannya di kasur. Apalagi sambil makan, wahhh..jadi gagal juga dietnya.

Jangan keramas!

Hindari mencuci rambut saat Imlek tiba karena bermakna mengusir semua keberuntungan sampai satu tahun ke depan. Nah, ini juga pesan penting buat koko-koko, rajin-rajinlah keramas setiap hari karena dilarang saat Imlek. Bayangkan saja saat Imlek tidak keramas, sementara sebelum Imlek belum sempat keramas. Kasihanilah orang-orang di sekitar Anda!

Jangan berpakaian hitam dan putih!

Pakaian berwarna hitam dan putih sering dikenakan orang Tionghua pada saat berkabung dan melayat ke tempat duka , jika ada salah satu kerabat atau teman meninggal dunia. Karena itu hindari pemakaian pakaian warna hitam dan putih di saat Imlek yang semestinya berlangsung dengan penuh suka cita menyambut tahun baru.

Jangan menyapu!

Meski membersihkan rumah masih diperbolehkan pada sehari pertama setelah Tahun Baru, disarankan sampah yang terkumpul tidak melewati pintu depan rumah. Pelanggaran terhadap hal ini biasanya akan membawa kematian pada salah seorang anggota keluarga.

Penjelasan :

Pantangan itu ternyata berhubungan erat dengan legenda Ru Yen. Pada zaman dahulu kala, ada pedagang bernama Qi Ming yang berkenalan dengan Qing Hong Jun. Qi Ming amat menghormati Qing sehingga suatu saat Qing mengatakan akan mengabulkan satu permintaan dari Qi. Ada orang yang membisiki Qi agar Qi meminta Ru Yen.

Qing terkejut mendengar permintaan Qi ini dan Ru Yen itu sesungguhnya adalah pelayan wanita Qing. Tapi karena sudah terlanjur berjanji, maka Qing memberi Ru Yen kepada Qi. Ketika Ru Yen tinggal dirumah Qi, ternyata semua keinginan Qi terkabulkan dan akhirnya ia menjadi orang kaya yang sukses.

Hingga pada saat hari sincia itu Ru Yen terlambat bangun. Qing amat marah dan hendak memukuli Ru Yen. Ru Yen amat ketakutan dan mengubah dirinya menjadi kecil kemudian bersembunyi di antara tumpukan sampah di pengki. Qi Ming memukuli pengki itu dan berteriak memanggil Ru Yen. Tapi Ru Yen tidak pernah muncul lagi. Sejak itu Qi berangsur-angsur menjadi miskin.

Kebiasaan orang-orang didaerah Kanglam atau Jiang Nan ( Su Hang) itu adalah mengikat atau merangkai uang dan menaruh dipengki kemudian berteriak memanggil Ru Yen. Walau sekarang kebiasaan memanggil-manggil nama Ru Yen tidak ada di kalangan orang-orang selatan (Fu Jian, Guang Dong dan sekitarnya) tapi kebiasaan tidak membuang sampah keluar rumah dan tidak menyapu pada hari sincia itu masih ada. Harapannya adalah semoga Ru Yen tidak diturut terbuang bersama dengan sampah-sampah itu.

Baca juga  Disaat Jokowi Jenguk Anthony Ginting, Fadli Zon Ingatkan Gempa Lombok

Makna atau pesan moral :

dari cerita ini adalah jangan berlaku kejam kepada bawahan sendiri. Seorang pedagang atau pengusaha tetap memerlukan pelayan/pembantu dalam hal usaha mencapai keinginan. Termasuk siapapun jangan kejam terhadap karyawan atau pembantu. Karena tanpa mereka juga kita tidak bisa apa-apa.

Berkata kasar dan kisah hantu

Lampion api. (Pixabay)

Apa yang terjadi pada malam tahun baru akan menggambarkan apa yang terjadi sepanjang tahun berikutnya. Bahasa yang kasar atau kata-kata yang menunjukkan ketidakberuntungan adalah hak tabu terutama dalam satu hari usai tahun baru.

Karena kisah hantu-hantuan seringkali dikaitkan dengan kematian. Maka siapa pun dilarang untuk berbagi cerita tentang hantu, zombie, wewe gombel, vampir, gundhul pringis, biung tulung, kuntilanak atau roh orang mati.

Dont cry, tidak berlaku untuk anak kecil

Menangis pada saat tahun baru diyakini berdampak negatif karena dapat menimbulkan kesialan dan membuat korbannya menangis terus-menerus sampai satu tahun ke depan.

Akan tetapi, pantangan ini tidak berlaku bagi anak kecil yang menangis pada hari Imlek. Bagi cici-cici dan koko-koko yang masih jomblo, pantangan ini harap diperhatikan ya! Apalagi yang habis diPHP hehehe…

Jangan berkata buruk, “empat” atau “si”

Setiap orang yang merayakan Imlek sebaiknya tidak mengeluarkan kata-kata kasar, kotor atau yang bermakna buruk dan sial. Kata “empat” atau “si” juga ada baiknya dihindari karena mengandung negatif, yaitu kematian.

Jangan gunakan senjata tajam!
Pisau atau gunting disebut-sebut dapat menjauhkan keberuntungan. Akan tetapi, hal tersebut bisa dihindari dengan menghindari penggunaan dua alat tajam itu pada saat Imlek.

Jangan merusak!

Dalam tradisi Tionghua, tabu untuk merusak sesuatu di hari Imlek, jika dilanggar, dipercaya bisa membawa nasib buruk. Contohnya adalah memecahkan gelas dan piring. Nah, untuk itu lupakan sejenak Dian Sastro. Lho, kok bisa? Ya, di film AADC kan dia sempat bilang “Pecahkan saja gelasnya biar ramai”..Hehehehe..

Jangan membunuh!

Menurut buku yang di tulis oleh seorang bermarga Dong dari masa dinasti Jin, dituliskan bahwa urutan penciptaan dalam mitologi penciptaan NvWa: [1] hari pertama ayam , [2] anjing ,[3] babi , [4] kambing , [5] sapi , [6] kuda , [7] manusia , [8] padi-padian

Hari ketujuh itu kemudian diperingati sebagai hari manusia atau renri. Semua manusia berulangtahun di hari itu. Terlepas dari tanggal lahir, terutama mereka-mereka yang oleh suatu sebab tidak mengetahui secara pasti tanggal kelahirannya.

Di masa kaisar Cheng dari Dinasti Han , ada satu perintah untuk melarang membunuh ayam di hari Imlek. Ini juga berkaitan dengan kepercayaan di masa Dinasti Qin – Dinasti Han tentang “tujuh hari” mencipta. [1] hari pertama ayam , [2] anjing ,[3] babi , [4] kambing , [5] sapi , [6] kuda , [7] manusia. Jadi ketika ada angin kencang itu tidak baik , misal di hari pertama , tidak baik bagi ayam. Berhubung ke mitologi penciptaan itu, di hari-hari masing binatang, ada tradisi untuk tidak menyembelih binatang yang bersangkutan. Di hari manusia biasanya diperingati dengan makanan 7 macam, bisa itu 7 macam sayur atau 7 macam ikan atau campur.

Jangan jual beli buku!
Toko buku harus ditutup pada Malam Tahun Baru, dan membeli buku juga dilarang. Alasannya karena buku dalam bahasa Kanton adalah homonim dengan kata kehilangan. Namun untungnya tak ada batasan untuk membaca saat perayaan Imlek. Nah, bagi Anda kolektor komik silat Khoo Ping Hoo, kalau bisa jangan dijual deh itu komik. Dibaca lagi aja deh!!

Baca juga  Kumpulan gambar ungkapan duka untuk Stephen Hillenburg, pencipta tokoh SpongeBob

Jangan beri angpao kepada yang belum menikah!

Ilustrasi. (Pixabay)

Mengapa orang yang belum menikah tidak boleh memberi angpao , malah mendapat angpao? Orang yang telah menikah dalam budaya Tionghoa dianggap mereka telah mapan dan secara ekonomi lebih baik daripada mereka yang belum menikah. Juga perkembangan psikologis bagi mereka yang menikah rata-rata lebih baik daripada mereka yang belum menikah. Mereka yang telah menikah dianggap telah berhasil membentuk suatu keluarga yang baru. Dan walaupun status adik, tapi jika telah menikah, kedudukannya lebih tinggi dari kakaknya yang belum menikah.

Untuk itu biasanya sang adik memberi angpao kepada kakaknya. Tidak perduli berapa umur kakaknya dan tidak perduli berapa kekayaan kakaknya. Tapi hal ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki karyawan. Mereka yang belum menikah tapi memiliki karyawan diwajibkan memberi angpao sebesar 1 bulan gaji kepada karyawannya. Biasanya angpao untuk karyawan itu diberikan pada tgl 23 atau 24 bulan 12. Ini diutamakan sebab mereka para karyawan juga memerlukan uang untuk mempersiapkan diri menyambut Imlek.

Bagi yang belum menikah, tetap berhak menerima angpao walaupun secara umur, seseorang itu sudah termasuk dewasa. Ini dilakukan dengan harapan angpao dari orang yang telah menikah akan memberikan nasib baik kepada orang tersebut, dalam hal ini tentunya jodoh. Bila seseorang yang belum menikah ingin memberikan angpao, sebaiknya cuma memberikan uang tanpa amplop merah. Namun tradisi di atas tidak mengikat. Sekarang ini, pemberikan angpao tentunya lebih didasarkan pada kemapanan secara ekonomi, lagipula makna angpao bukan sekedar terbatas berapa besar uang yang ada di dalamnya melainkan lebih jauh adalah bermakna senasib sepenanggungan, saling mengucapkan dan memberikan harapan baik untuk 1 tahun ke depan kepada orang yang menerima angpao tadi.

Anak perempuan yang sudah menikah tidak boleh mengunjungi rumah orang tuanya

Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua Tahun Baru Imlek. Hal ini dilakukan karena biasanya akan banyak kunjungan tamu di keluarga Suami (rumah mertua) jadi harus membantu untuk melayani tamu-tamu di rumah mertuanya.

Pantang didesak

Pantangan untuk didesak atau dibangunkan orang saat sedang tidur, hal ini untuk menghindari desakan oleh orang lain sepanjang tahun baru ini.

Pantang membunuh apapun

Pantangan untuk membunuh, karena membunuh merupakan penyebab dari musibah atau bencana dan perang.

Pantangan konsumsi obat

Pantangan untuk minum obat untuk menghindari penyakit dan sakit-sakitan pada tahun yang baru ini dan sering minum obat sepanjang tahun.

Pantangan menagih dan membayar hutang

Pantangan untuk menagih hutang atau membayar hutang, karena keberuntungan akan hilang baik bagi penagih utang maupun peminjam sepanjang tahun ini.

Tidak memperbolehkan orang lain untuk mengambil sesuatu dari kocek anda untuk menghindari pada tahun yang baru semua harta dan rezeki diambil atau direbut oleh orang lain.

Melayat

Pantangan untuk melayat orang yang meninggal dunia.

Beras tidak boleh kosong

Hari Pertama Tahun Baru Imlek, tong beras (tempat menyimpan beras) tidak boleh kosong untuk menghindari terjadinya kelaparan sepanjang tahun ini.

Kata-kata positif

Saat membawa gelas, mangkuk dan piring atau barang pecah belah harus lebih berhati-hati agar menghindari jatuh, gelas, mangkuk dan piring tersebut sehingga pecah. Jika tidak sengaja hal itu terjadi (pecah), maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus segera mengucapkan beberapa kata keberuntungan untuk menutupinya. Contoh kata-kata tersebut misalnya; wah rezeki sedang turun kepada kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here