WhatsApp batasi jumlah foward chat, ini penjelasan lengkap Kominfo

SOLORAYA.COM – Jumlah forward chat WhatsApp kini dibatasi maksimal lima kali. Kebijakan itu diberlakukan guna mengurangi peredaran berita palsu atau hoax.

VP Public Policy and Communications WhatsApp, Victoria Grand menjelaskan langsung pembatasan jumlah pesan yang bisa di-forward di layanan messaging itu saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Senin (21/1/2019) lalu.

WhatsAPP

Terkait pembatasan forward chat WhatsApp ini, mereka mengaku sudah melakukan uji coba beta secara intensif di Indonesia, yang dinilai menjadi salah satu negara prioritas. Sehingga fitur pembatasan ini bisa diimplementasikan mulai Selasa (22/1/2019) pukul 12.00 WIB.

Pembatasan jumlah forward chat WhatsApp baru berlaku untuk pengguna OS Android. Untuk IOS sedang dalam proses pengembangan.

Penjelasan lengkap Kominfo

Penjelasan mengenai pembatasan forward chat WhastApp tersebut juga tertuang di siaran pers yang dirilis Kominfo melalui laman resminya. Nah, ini dia isi selengkapnya!

Siaran Pers No. 17/HM/KOMINFO/01/2019

Selasa, 22 Januari 2019

Tentang

Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks yang disebar Via WhatsApp

Sejak Agustus 2018 sampai 21 Januari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima laporan konten hoaks yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp sebanyak 43 konten hoaks. Berdasarkan rekapitulasi tahunan, Kementerian Kominfo paling banyak menerima aduan konten hoaks sebanyak 733 laporan di Tahun 2018.

Sesuai hasil pemantauan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika laporan terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2018, yakni sebanyak 16 konten hoaks yang disebarkan melalui platform WhatsApp.

Pada bulan Agustus 2018 terdapat laporan 2 konten hoaks, September 2018 ada 5 konten hoaks, November 2018 sebanyak 8 laporan konten dan Desember 2018 sebanyak 10 laporan konten hoaks. Sementara sampai pada 21 Januari 2019 terdapat 2 laporan konten hoaks yang disebarkan melalui WhatsApp.
Rekapitulasi laporan per tahun

Pengelolaan pengaduan konten negatif yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan sudah dilakukan oleh Kementerian Kominfo sejak tahun 2016. Di tahun 2016 terdapat 14 aduan konten, dimana konten terbanyak yang dilaporkan adalah konten yang termasuk kategori separatisme dan organisasi yang berbahaya.

Pada tahun 2017, jumlah aduan meningkat menjadi 281 aduan. Adapun konten terbanyak dilaporkan adalah konten penipuan sebanyak 79 laporan.

Sementara di tahun 2018, sebanyak 1440 laporan yang berkaitan dengan konten negatif. Terbanyak kategori laporan adalah konten yang meresahkan atau hoaks yaitu sebanyak 733 laporan.
Modus Viral

Menteri Komunikasi dan Informatika menegaskan perhatian pemerintah dalam menekan angka penyebaran hoaks. Meskipun tidak bisa menjamin 100% hoaks tidak akan tersebar.

“Tugas kita adalah mitigasi risiko. Bagaimana menekan penyebaran, membuat angkanya serendah mungkin,” ungkap Rudiantara usai bertemu dengan VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand di Kantor Kementerian Kominfo, Senin (21/01/2018) sore.

Menteri Rudiantara menjelaskan modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial dan aplikasi pesan instan. “Modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial, posting dulu di FB, kemudian diviralkan melalui WA. Kemudian akun FB yang posting tadi dihapus. Ini yang kita perhatikan number of virality,” papar Rudiantara.

Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengapresiasi kebijakan pembatasan meneruskan (forward) pesan hanya sampai lima kali dalam chat secara personal maupun komunikasi grup WhatsApp.

“Pembatasan itu membantu meminimalisir konten negatif dan hoaks. Batasan jumlah forward bertujuan amat baik untuk mengurangi potensi viralnya hoaks,” ungkap Rudiantara.

Baca juga  PBB resmi dukung Jokowi-Ma'ruf

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here