Warga Sibolga dan Tapanuli panik berlarian ke bukit-bukit gara-gara isu tsunami

SOLORAYA.COM – Sungguh tega sekali oknum yang menyebarkan isu tsunami. Akibat dari ulahnya, warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah panik dan berhamburan menuju perbukitan terdekat.


Cepatnya informasi menyebar membuat warga panik dan ikut-ikutan menyelamatkan diri berhamburan ke luar rumah.

Ilustrasi tsunami. (Pixabay)

“Informasi yang sampai ke kami, akan terjadi tsunami karena air laut di Sibolga-Tapteng sudah surut,” ujar Delora Sinaga warga Sibolga sebagaimana dilansir AntaraNews, Kamis (10/1/2019).

Akibat isu tsunami yang menghebohkan itu arus lalu lintas di Sibolga-Tapteng macet, demikian juga di wilayah pengunungan seperti di arah Pandan dan Tukka dipadati ribuan warga dan kendaraan.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga mendapat kabar yang sama, namun ia mnegaku tidak langsung panik dan bersama Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja langsung turun ke pinggir laut untuk memastikan apakah benar air laut surut.

Baca juga  Download file hasil seleksi CPNS Kemenag 2018 dan berkas yang harus disiapkan

“Saya bersama dengan Kapolres Sibolga sudah meninjau ke tepi laut, semuanya aman-aman saja. Bahkan sudah kita minta dari pihak Penanggulangan Bencana untuk melakukan pengecekan ke BMKG pusat, dan hasilnya tidak benar akan terjadi tsunami,” katanya.

Jadi, lanjut dia, informasi yang begitu cepat tersiar itu adalah hoaks dan tidak jelas sumbernya.

“Jadi kami imbau agar masyarakat yang sudah sempat panik dan berada di pengunungan agar turun dan kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu Kapolres Tapteng AKBP Sukamat yang dikonfirmasi menyebutkan, setelah melihat reaksi masyarakat yang panik, ia langsung memerintahkan personelnya untuk melakukan pengecekan dan patroli keliling demi memastikan keamanan di rumah-rumah dan tempat pemukiman masyarakat yang sudah keburu ditinggal penghuninya.

Baca juga  Update akhir tahun jumlah korban tsunami Selat Sunda dan infografis lengkap kronologinya

“Anggota langsung kita kerahkan tadi untuk memantau serta patroli dan pengamanan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya, sehingga masyarakat diminta tidak mempercayai isu tsunami yang beredar.

“Kami segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya,” kata Rahmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here