Sudah berakhir damai, begini kronologi pelemparan batu di Masjid Jogokariyan Jogja

SOLORAYA.COM – Keributan antara pemuda masjid dengan massa partai politik terjadi di Jalan Jogokariyan No 36, Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu sore (27/1/2019), sekitar pukul 16.00 WIB. Kasus ini akhirnya berakhir damai antara kedua pihak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu berawal saat massa partai usai deklarasi dukungan ke salah satu pasangan calon (paslon) di Mandala Krida melintas di depan Masjid Jogokariyan. Tak jelas apa motivasinya, massa tersebut dikabarkan merusak bendera dan spanduk Hizbulloh, serta beberapa sepeda motor yang ada di masjid tersebut.

Masjid Jogokariyan. (Instagram)

Menyaksikan itu, pemuda masjid keluar dan mengadang serta mengejar massa hingga terjadilah cekcok mulut. Sempat terjadi ketegangan antara kedua belah pihak. Melihat suasana semakin panas, Babinsa Koramil 09/MJ (Serka Suyatno) dan Babinkamtibmas Polsek Mantrijeron melakukan pengamanan dan melerai.

Pada pukul 17.15 WIB kedua belah pihak difasilitasi oleh Bawaslu, Polsek Mantrijeron, dan Koramil 09/MJ melaksanakan mediasi di Pendopo Kecamatan Mantrijeron.

Hadir pada saat itu Camat Mantrijeron, Kapolsek Mantrijeron, Danramil 09/MJ, Bawaslu, Panwas Kec. MJ, Ustaz M Fanni Rahman (Ketua Takmir Masjid Jogokaryan), Junianto (Ketua DPC PDIP Kec. Mantrijeron/Caleg DPRD Kota Yka dari PDIP wilayah Mantrijeron), dan Darrohman (Ketua FJI DIY).

Terkait peristiwa itu, Kapolsek Mantrijeron, Eko Basunando mengaku ingin menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kita menjadi mediasi yang netral, tidak berpihak ke salah satu. Tujuan kita, Mantrijeron harus rukun dan lebih baik lagi dalam bermasyarakat ke depannya,” ungkap Eko sebagaimana dilansir Liputan6.

Sementara itu, dalam upaya mediasi yang dilakukan Kapolsek Mantrirejon, Ustaz Fanni Rahman meminta agar oknum simpatisan yang melempari Masjid Jogokariyan dengan batu segera meminta maaf, dan dipertemukan dengan jemaah masjid agar persoalan tidak berlarut-larut.

Baca juga  Foto-foto dan video ledakan di Mal Taman Anggrek

Permintaan tersebut direspons dengan baik oleh Julianto selaku Ketua DPC PDIP Kecamatan Mantrijeron.

“Saya sebagai yang dituakan di DPC PDIP Mantrijeron apabila ada suatu hal yang salah di antara teman kita dari Jamaah Masjid Jogokariyan, saya minta maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Sekitar pukul 19.35 proses mediasi selesai. Kedua belah pihak setuju untuk saling menjaga kondusivitas wilayah Mantrijeron dengan membuat surat pernyataan, dan akan mempertemukan kedua belah pihak (simpatisan PDIP dan remaja masjid) hari ini.

Tidak ada korban

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman mengungkap tak ada tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Kemarin Kami sedang acara pemilihan takmir, salah satu rangkaiannya itu pengajian dan pembagian sembako untuk orang yang kurang mampu,” ujar Fanni di Kampung Jogokariyan, Senin (28/1/2019).

“Pas selesai pengajian, pas bubar tiba-tiba dari arah barat ada pelemparan batu. Saya pada waktu itu pas di rumah bapak di depan masjid. Ibu-ibu (teriak) enggak bisa pulang, akhirnya saya ke depan untuk melerai,” lanjutnya.

Baca juga  Ahok bebas 24 Januari, begini kabar terbaru tentang rencana pernikahannya dengan Bripda Puput

Dijelaskannya, pelemparan batu tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan membabi buta para pelaku melemparkan batu ke arah Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

“Mereka pakai motor, ada yang lari melempari (batu), bawa sajam, ada yang bawa pedang, ada yang celurit, ada besi, macam-macam. Karena banyak kita enggak tahu. Saya saja mau kebacok, mau kelempar batu,” ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. Adapun lemparan batu ke arah masjid hanya mengenai pagar dan tenda pengajian yang terpasang persis di depan Masjid Jogokariyan. Tidak ada fasilitas masjid yang rusak.

“Banyak (lemparan batu) sampai kena tenda. Untungnya waktu itu pas jamaah bubar. Kemudian teman-teman pemuda masjid pada kumpul untuk mengusir mereka sampai mereka kaluar dari kampung,” tuturnya.

Fanni sebagaimana dilansir DetikNews tak mengetahui penyebab massa simpatisan parpol tersebut menyerang masjid. Namun untuk menjaga agar situasi tetap kondusif, akhirnya Takmir Masjid dengan tokoh simpatisan parpol tersebut sepakat berdamai.

“Polisi datang, lalu juga menengahi, alhamdulillah (berdialog) dengan tokoh mereka menjembatani (damai) di Kantor Kecamatan Mantrijeron. (Kesepakatan damai disaksikan) Pak Camat, Kapolsek, Koramil,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here