Rincian data korban banjir, longsor, angin kencang di Sulsel, foto-foto dan videonya

SOLORAYA.COM – Sebanyak 9 orang meninggal dunia, yakni 7 orang di Kabupaten Gowa dan 3 orang di Kabupaten Jeneponto akibat banjir, longsor dan angin kencang yang menerjang wilayah tersebut pada Selasa 22 Januari 2019.


Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khadaffi yang dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019) sore, 7 orang hilang terdiri dari 3 orang di Kabupaten Gowa, 3 orang di Kabupaten Jeneponto dan 1 orang di Kabupaten Pangkep.

Berikut ini rinciannya :

Meninggal : 9 orang

Hilang : 7

Sakit : 1

Mengungsi : 3321

Rumah terendam :1423

Rumah hanyut : 32

Rumah tertimbun longsor : 5

Tempat ibadah terendam : 4

Fasilitas pemerintah terendam : 1

Pasar : 2

Jembatan rusak : 7

Sekolah : 6

Sawah : 8629 ha

Jalan terendam : 4750 meter

Hingga kini, pemerintah daerah bersama tim BPBD, kepolisian, dan TNI sementara menangani bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa.

“Bencana banjir dan longsor ini terparah terjadi di wilayah Kabupaten di Sulsel, sedangkan di Kota Makassar hanya 300 rumah yang terendam air dihuni 1000 jiwa orang yang kini telah mengungsi,” tuturnya sebagaimana dilansir Kompas.

Kondisi saat maupun setelah banjir menerjang terabadikan sejumlah warganet yang kemudian mengunggahnya di media sosial, berikut ini kumpulan foto dan videonya:
Titik terparah

Baca juga  Pria tampan banting motornya karena ditilang hingga pacarnya nangis, ini videonya yang viral

Banjir menerjang berbagai titik di Sulawesi Selatan (Sulsel). Titik terparah ada di Gowa dan Makassar.

“Kondisi terparah ada di Gowa dan Makassar akibat curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut dan sungai Jeneberang, yang sungai terpanjang di Sulawesi Selatan, meluap,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (23/1/2019).

Sebanyak 6 kabupaten dan satu kota yang dilanda banjir adalah Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng, dan Kota Makassar.

Titik pengungsian di Kabupaten Gowa terdapat di Masjid Baitul Jihad Tompobalang 70 jiwa, Kelurahan Samata 200 jiwa, Masjid Mangngalli 200 jiwa, Puskesmas Pallangga 21 jiwa, kantor Camat Pallangga 56 jiwa, BTN Pallangga Mas 33 jiwa, Puskesmas Kampili 6 jiwa, Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba Somba Opu 94 jiwa, Pasar Sungguminasa 600 jiwa, Gardu Induk PLN Sungguminasa 40 jiwa, Pandang-pandang 120 jiwa, Bukit Tamarunang 160 jiwa, serta kompleks RPH Tamarunang 521 jiwa.

“Saat ini sudah ada dua titik dapur umum dari Kota Makassar, masing-masing di Paccerakkang dan Perumahan Bumi Tamalandrea Permai. Sementara satu dapur umum di

Baca juga  Update jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor Sulawesi Selatan

Gowa ada di Pasar Sentral Sungguminasa,” tutur Mensos seperti diberitakan Kompas.

Sementara itu, ada 450 tagana, yang terdiri dari 100 orang dari Gowa, 200 orang dari Makassar, 50 orang dari Maros, 50 orang dari Pangkep, dan 50 orang dari Barru.

Data dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan hingga Rabu (23/1/2019) pukul 09.00 WIB menunjukkan sebanyak 2.121 jiwa di Kabupaten Gowa mengungsi dan lebih dari 1.000 jiwa di Makassar mengungsi.

“Tim sudah bergerak. Ada 450 tagana ke lokasi, yakni dari Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru. Mereka membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir. Juga kami kerahkan 2 perahu karet di Gowa dan satu di Makassar,” kata Mensos.

Foto-foto dan video

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here