Pernyataan lengkap Edy Rahmayadi saat resmi mundur dari Ketua PSSI

SOLORAYA.COM – Dalam Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Bali, Minggu (20/1/2019), Edy Rahmayadi resmi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Edy mundur dari status orang nomor satu di PSSI setelah kurang lebih dua tahun mengemban jabatan ini.

Pengunduran diri Edy dari kursi Ketum PSSI ini ditengarai karena tidak tahan dengan desakan publik. Wajar, sejak tahun lalu ada banyak yang menuntut pria 54 tahun ini mundur dari Ketua Umum PSSI setelah ia terpilih menjadi Gubernur baru Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi. (Instagram)

“Demi PSSI jalan dan maju, maka saya katakan hari ini mundur dari Ketua Umum PSSI. Dengan syarat, [para anggota] jangan mengkhianati PSSI. Jangan karena satu hal yang lain, kita bercokol rusak rumah besar kita ini,” kata Edy.

“[PSSI] warisan leluhur kita, ini semua saya lakukan dalam kondisi sehat walafiat. Saya mundur bukan karena tak bertanggung jawab, tapi karena saya bertanggung jawab. Terima kasih saudara-saudara sebangsa setanah air, besarkan PSSI kita ini,” ucap Edy.

Pernyataan Edy langsung disambut dengan takbir dan tepuk tangan meriah para peserta Kongres di Hotel Sofitel. Untuk sementara, Edy menyerahkan jabatan Ketua Umum kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

“Pak Joko tampil ke depan. Saya serahkan bendera PSSI, saya minta semua loyal. Karena menurut statuta, ketika saya mundur, otomatis wakil ketua mengemban jabatan saya sampai batas waktu apa yang jadi agenda,” ucap Edy sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Baca juga  Foto-foto Lindswell Kwok berhijab

“Saya mau profesionalisme, ikuti benar aturan main ini. Karena ini adalah jabatan suci. PSSI. Terima kasih atas perhatiannya, saya serahkan benderanya,” ujar Edy.

Edy mendapat desakan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI setelah memutuskan untuk rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Desakan mundur semakin kencang setelah Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2018 dan kasus pengaturan skor yang terjadi di tubuh PSSI.

Edy terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 dalam kongres yang digelar pada November 2016. Ketika itu Edy yang masih menjabat sebagai Pangkostrad berhasil mendapatkan 76 suara.

Dengan mundurnya Edy ini, ada banyak respon yang muncul dari masyarakat Indonesia. Ada yang memberikan apresiasi dan ada juga yang memberikan komentar negatif pada mantan Pangkostrad itu.

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Edy Rahmayadi lahir di Sabang, Aceh, 10 Maret 1961. Dia adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, ia di tetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini).

Sebelumnya ia menjabat Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD. Saat ini beliau merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara, Ketua umum PSSI, dan Ketua Dewan Pembina PSMS Medan.

Baca juga  Satu keluarga diusir dari pesawat, bau badan penyebabnya

Edy Rahmayadi, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Kemenpora menghormati keputusan mundur yang diambil Edy Rahmayadi dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto, meminta PSSI segera melakukan revolusi kepengurusan.

“Saya kira itu hak beliau (untuk mundur) karena Kemenpora kan tidak melakukan intervensi dan tekanan apa pun,” kata Gatot S. Dewa Broto dalam keterangan resminya.

“Kini, PSSI harus segera berbenah dengan menunjuk siapa acting-nya (pemangku jabatan pengganti Edy) dan mempersiapkan Kongres Luar Biasa. Jangan sampai kondisi ini terulang kembali, pucuk pimpinan diganti, tetapi motor-motor organisasi tetap itu-itu juga,” tegas Gatot sebagaimana dilansir dari Bola.com.

Sepeninggalan Edy Rahmayadi, tongkat kepemimpinan PSSI sesuai statuta kini diambil Joko Driyono selaku sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Hal itu akan berlaku sampai 2020 sebelum kembali digelarnya pemilihan Ketua Umum PSSI yang baru untuk periode 2020-2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here