Nukman Luthfie dikabarkan meninggal dunia

SOLORAYA.COM – Nukman Luthfie dikabarkan meninggal dunia di Yogyakarta, Sabtu (12/1) malam. Pegiat media sosial ini meninggal dunia pada usia 54 tahun.

Meninggalnya Nukman Luthfie itu diketahui melalui unggahan tokoh jaringan Gusdurian Alissa Wahid di Twitter yang menyebutkan bahwa Nukman Luthfie meninggal dunia pada pukul 22.15 WIB.

Nukman Luthfie. (Instagram_

Innalillahi wa inna Ilaihi rajiuun. Telah berpulang ke Rahmatullah, pakde @nukman sekitar pukul 22.15 di Yogyakarta. Akan dimakamkan di Kendal. Lahul fatihahm,” demikian cuitan Alissa Wahid, Sabtu (12/1).

Sejumlah tokoh dan lembaga pun turut menyampaikan ucapan duka citanya. Seperti pakar kuliner Arie Parikesit juga mengucapkan bela sungkawa, kemudian mengonfirmasi bahwa Nukman Luthfie akan dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah.

“[dimakamkan] di Kendal, Jawa Tengah, mas,” kata Arie Parikesit sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Sejumlah tokoh juga mengucapkan turut berduka atas kepergian Nukman Luthfie yang kerap mengajak masyarakat Indonesia untuk berbuat positif di media sosial. Misalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Basedan yang menyinggung soal kiprah Nukman di DKI.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sugeng tindak, Mas @nukman. Semoga husnul khatimah,” cuitnya.

“Terima kasih atas sumbangsih ilmunya bagi Pemprov DKI Jakarta,” ia menambahkan.
Tak ketinggalan, KPK pun, lewat akun Twitter-nya, turut berbela sungkawa atas kepergian Nukman yang juga kritis dalam hal pemberantasan korupsi.

Baca juga  Meletus ratusan kali dalam sehari, tinggi Gunung Anak Krakatau berkurang jadi 110 meter

“Turut berduka cita atas wafatnya Nukman Luthfie @nukman seorang pegiat antikorupsi yang senantiasa melantangkan dukungan dan kritikannya terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Semoga diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.

Senada, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga turut berduka atas kepergian tokoh yang sempat berkiprah di PT Agranet Multicitra Siberkom (Agrakom), yang merupakan cikal bakal Detik.com ini.

“Segenap Keluarga Besar @DPP_PPP turut Berduka Cita atas wafatnya Pak @nukman semoga Husnul Khotimah dan ditempatkan disurganya Allah. Amin,” cuit PPP.

Nukman Luthfie, lahir di Semarang, 24 September 1964 adalah pengusaha, konsultan, dan pembicara di bidang Internet Marketing.

Sebelumnya ia adalah seorang jurnalis di Bisnis Indonesia dan Majalah Prospek. Ia mulai berkiprah di bidang internet sejak menjadi co-founcer PT Agranet Multicitra Siberkom (AGRAKOM) dan menjabat Internet Services Director, yang melahirkan situs berita detik.

Pada tahun 2003, ia mendirikan Virtual Consulting yang akhirnya berjaya hanya dalam waktu tiga tahun. Ia banyak diminta berkomentar mengenai fenomena internet, khususnya media sosial di televisi.

Beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan bahwa media sosial dan media daring lainnya bisa menjadi sarana bela negara, terutama bagi kalangan anak muda.

Baca juga  Daftar lengkap dan infografis tarif Tol Trans Jawa, dari Merak hingga Pasuruan

Ia mengajak masyarakat untuk menyebar konten positif di media sosial sebagai cara elegan untuk melawan propaganda kelompok radikal dan juga konten negatif lainnya, sekaligus menginspirasi orang lain.

Seiring dengan perkembangan media sosial, dan terbukti bahwa orang Indonesia sangat menguasainya, maka Nukman meramalkan bahwa potensi selanjutnya dari internet adalah perkembangan e-Commerce. Ia memperhatikan bahwa orang Indonesia dengan mudah memunculkan trending topic yang mereka inginkan di twitter, kecenderungan mengupdate status di mana saja dan kapan saja, serta berbagi komentar mengenai produk yang mereka gunakan.

Dengan adanya pecandu media sosial ini, perusahaan dengan mudah memasukkan pesan pemasaran mereka tanpa harus kesan beriklan secara konvensional.

Pada tanggal 24 Januari 2012, Nukman melalui Virtual Consulting meluncurkan Akademi Virtual dengan target meluluskan 1.000 orang setiap tahunnya dengan spesialisasi di bidang digital marketing. Hal ini didasari besarnya pasar di dunia internet, terutama media sosial.

Sementara orang mulai mengabaikan iklan konvensional dan mempercayai rekomendasi teman dari internet. Ini menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh perusahaan melalui sumber daya manusia terlatih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here