Misteri tewasnya Bripda Matheus

SOLORAYA.COM – Terkapar dan bersimbah darah. Begitulah kondisi seorang anggota Polsek Pancoran Mas saat ditemukan di area lahan kosong dekat TPU Mutiara, Jalan Mahakam, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Senin malam, 31 Desember 2018 tadi. Pria malang itu adalah Bripda Matheus Dehaan yang bertugas sebagai Banit 10 di Unit Samapta, Polsek Pancoran Mas, Depok.

Matheus sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Yudha. Tapi untung tak dapat diraih, nyawa pria ini tak tertolong akibat luka tembak di bagian kepalanya.

Ilustrasi. (Pixabay)

Terkuaknya kondisi Matheus ini berawal saat sekira pukul 18.30 WIB ditemukan tampak mengenakan jaket tanpa seragam dinas. Menurut Merdeka, Matheus masih bernapas dengan kepala tertutup kain hitam dalam keadaan berdarah.

Senjata milik korban pun masih berada di sarung pistol dengan keadaan sudah sedikit naik seperti digunakan di pinggang sebelah kiri. Selain itu ditemukan juga ponsel di saku celana serta kunci motor ada di samping korban.

Hendra, salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian mengaku, pihaknya sempat mendengar suara teriakan sesaat sebelum ditemukannya korban.

“Anak saya dengar ada suara teriakan laki-laki. Tapi kan samar-samar karena ada suara kembang api. Kita juga enggak tahu ada suara letusan atau enggak karena jam segitu lagi ramai kembang api,” katanya pada wartawan.

Saksi lainnya mengatakan, pistol dan sepeda motor korban masih utuh di lokasi kejadian. Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius aparat. Sejumlah pasukan dari Unit Puslabfor, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Metro Jaya pun telah dikerahkan untuk membantu proses penyelidikan bersama Polresta Depok.

Baca juga  Jenazah Emiliano Sala ditemukan di dasar laut

Bahkan, dua anjing pelacak dari satuan K9 juga telah diturunkan langsung ke tempat kejadian perkara.

“Saat ini sudah dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait ditemukan Bripka Matheus Dehaan yang saat itu tergeletak di parkiran TPU Mutiara. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dan dilakukan autopsi,” kata Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiyarto pada wartawan, Selasa 1 Januari 2019.

Lebih lanjut, Didik menegaskan, tim saat ini sedang bekerja untuk membuat terang peristiwa yang terjadi. “Saat ini tim sedang bekerja, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa membuat terang peristiwa yang terjadi.”

Didik mengakui, ada luka di bagian kepala korban. Namun dirinya mengaku belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Ada luka di kepala saat ini masih dianalisa oleh tim Forensik dan sudah dilakukan autopsi. Kita tunggu hasilnya,” katany sebagaimana dilansir VivaNews.

Selasa siang, 1 Januari 2019, jenazah Bripka Matheus akhirnya dimakamkan di TPU Pal Sigunung, Kecamatan Cimanggis. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah mengiringi kepergian almarhum menuju liang lahat.

Sang istri, Supriatin, bahkan tak henti-hentinya menangis, meratapi tubuh kaku sang suami yang telah terbalut kain kafan. “Maafin mama pah, maafin mama sudah banyak salah ke papa,” katanya berlinang air mata.

Baca juga  Selain bonus 1,5 M, apa lagi yang didapat peraih emas Asian Games?

Saking sedihnya, Supriatin pun nyaris tak sadarkan diri hingga akhirnya dibopong sejumlah kerabat dan pelayat. Atas kejadian ini, pria kelahiran 1965 itu meninggalkan dua orang anak dan satu orang cucu.

Prosesi pemakaman itu dilakukan secara kenegaraan dipimpin langsung oleh Kapolresta Depok.

Hingga artikel ini diposting, siapa pelaku penembakan terhadap Matheus masih misterius. Kini, masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Merenung sebelum tewas

Kenangan akan sosok Bripka Matheus masih lekat di rekan kerjanya. Bahkan, Bripka Matheus sempat terlihat minum kopi bersama rekannya pada Senin (31/12) siang harinya, sebelum ditemukan meregang nyawa.
Kabar kematian Bripka Matheus, membuat seluruh rekan terkejut. Karena, pada siang harinya, dia baru saja kumpul bareng dan minum kopi bersama rekan-rekan Polsek Pancoranmas, Depok, Jawa Barat.

Salah seorang anggota Polsek Pancoranmas menuturkan, Bripka Matheus sesekali terlihat merenung menyendiri di tempat duduk paling belakang dekat kantin. Lalu korban diajak minum kopi oleh anggota lainnya.

“Sempat duduk aja sendirian beliau siang itu. Lalu diajak ngopi di kantin,” kata salah seorang rekan korban yang enggan disebutkan namanya, Rabu (1/1).

Namun dia mengaku tidak tahu mengapa korban hanya berdiam diri saja. “Paling pojok merenungkan apa, saya enggak tahu. Pas tahu korban meninggal saya kaget,” akunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here