Lokasi persembunyian Egianus Kogoya terkuak

SOLORAYA.COM – Kasus pembantaian terhadap 17 pekerja jalan trans-Papua kini masih dalam penanganan aparat keamanan. Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya yang melakukan pembantaian tersebut terus dikejar dan dicari di mana tempat persembunyiannnya.


Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar mengklaim sudah mengetahui posisi persembunyian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

Ilustrasi. (YouTube)

“Posisi Egianus, kita sudah dapat informasi dimana posisinya,” katanya usai memimpin sertijab Dandim 1712/Sarmi dan pejabat utama Korem 172/PWY di aula Makorem, Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Jumat 4 Januari 2019.

Namun, kata mantan Asops Danjen Kopasus itu, pihaknya tidak akan melakukan tindakan yang tergesa-gesa atau gegabah sehingga bisa membuat warga menjadi gaduh, tapi akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengejar kelompok Egianus Kogoya dan kawan-kawan.

“Tapi kita akan berkoordinasi dengan kepolisian bagaimana nanti proses pengejarannya,” ujar Kolonel Sianipar sebagaimana dilansir AntaraNews.

Pada 1 dan 2 Desember 2018, sebanyak 28 pekerja jalan trans-Papua dari PT Istaka Karya menjadi korban kekerasan dari kebiadaban KKSB pimpinan Egianus Kogoya.

Dari aksi itu, 17 pekerja ditemukan tewas, empat di antaranya masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan TNI dan Polri, sisanya sudah kembali bersama keluarga. Selain itu, lima personel TNI dan Polri tak luput dari aksi tersebut.

Satu di antaranya gugur atas nama Sertu Anumerta Handoko, empat lainnya luka berat dan ringan. Sedangkan di pihak warga Nduga juga beredar kabar tiga hingga empat orang lainnya dikabarkan tewas.

Baca juga  Viral nan heboh: Ketika Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo...

KKSB pimpinan Egianus Kogoya ini juga yang menyandera 15 orang guru dan para medis selama 14 hari dan memperkosa salah satu diantaranya di Manpenduma, Kabupaten Nduga, Papua pada Oktober 2018.

“Korban pemerkosaan masih di rawat di RS Bhayangkara,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal.

Keganasan Egianus Kogoya

Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda. Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.

“Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan,” terang Sidney Jones sebagaimana dilansir BBCIndonesia.

Sidney mengharapkan Polri dan TNI menangkap Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup agar aparat bisa memperoleh informasi detail tentang jumlah anggota OPM yang tersisa, juga asal senjata yang didapat.

Ia juga berharap aparat tak serampangan dalam memburu kelompok tersebut apalagi sampai menyerang masyarakat sipil.

“Mudah-mudahan tidak ada penembakan terhadap orang sipil dan tidak ada penyiksaan terhadap orang setempat untuk mendapat informasi. Itu masalah yang terjadi di masa lalu,” jelasnya.

Baca juga  Pengakuan kelompok Egianus Kogoya dan kronologi penembakan helikopter yang evakuasi korban di Trans Papua

Dari catatan Polisi, sejumlah kasus yang disebut didalangi Egianus Kogoya di antaranya:

1. Penembakan di Bandara Kenyam

Pada 25 Juni 2018, kelompok Egianus Kogoya menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut.

2. Penyekapan guru dan tenaga medis

Pada Oktober 2018, kelompok Egianus Kogoya pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

3. Penembakan di jalan Trans Papua

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan seorang aparat luka berat.

4. Penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya

Pada 1-2 Desember 2018, sebanyak 25 pekerja PT Istaka Karya, kontraktor jalan Trans Papua, dibawa ke Bukit Puncak Kabo. Dengan tangan terikat, mereka ditembak. Sembilan belas orang disebut tewas. Menurut Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, aparat akan menangkap hidup atau mati kelompok tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here