Kronologi longsor di Sukabumi, foto-foto dan update jumlah korban

SOLORAYA.COM – Bencana alam kembali terjadi di Indonesia menjelang pergantian tahun. Setelah gunung meletus dan tsunami, giliran bencana tanah longsor terjadi. Kali ini, bencana longsor menimpa Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.


Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kronologi, dan upaya penanganan longsor di Sukabumi.

Menurut Sutopo, hujan deras sudah menyebabkan terjadinya retakan di puncak bukit sejak 24 Desember 2018. Semakin banyaknya volume air yang tertahan, akhirnya membuat tanah tiba-tiba longsor pada 31 Desember lalu, karena tak lagi kuat menampung air.

“Longsor menyusuri lereng karena gaya gravitasi. Panjang mahkota longsor sendiri ada 800 meter. Sementara itu, tebal longsor bervariasi, ada yang ketebalannya sampai 10 meter,” terang Sutopo pada Rabu 2 Januari 2019 kemarin.

Penyebab longsor sendiri secara umum adalah hujan dengan intensitas rendah, kemiringan lereng, dan material penyusun daerah terdampak adalah tanah yang mudah menyerap air.
Tipe longsoran di Sukabumi adalah longsor akibat faktor antropogenik. Jadi berdasarkan penelitian dan pemetaan BNPB, kawasan yang harusnya jadi wilayah hutan konservasi, tapi dijadikan permukiman warga,” ucap Sutopo.

Dia meminta, ke depan pemerintah pusat dan daerah harus memperhatikan hal ini, memberikan sosialisasi kepada warga bahwa wilayah tempat tinggal mereka adalah wilayah rawan bencana.

Longsor susulan
Menurut warga setempat, longsor susulan terjadi hingga empat kali. “Kemarin longsor susulan dua kali, tadi pagi dua kali di Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok. Tetapi tidak sebesar longor pertama yang menimbun puluhan rumah,” kata salah seorang warga bernama Jumnata.

Baca juga  Kalahkan Reuni 212, tagar Andai Nikahanku 10 M sempat jadi trending topic

Meski tidak menyaksikan langsung longsor susulan tersebut, Jumnata mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari lokasi tempat kejadian bencana.

Hingga kini, ia masih trauma dengan kejadian tersebut. Apalagi dua keluarganya meninggal, enam terluka dan 10 lainnya belum ditemukan.

Riwayat longsor di kampung adat Sukabumi sejak 20 tahun lalu, tahun 2015 hingga 2018 akhir
Bukan pertama kali kawasan Sukabumi dilanda bencana longsor. Pada Maret 2015 lalu, bencana serupa juga terjadi, tepatnya di Kampung Cimerak RT 25, RW 07, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurut OkeZone, sebanyak 12 orang meninggal akibat kejadian ini.

Bencana longsor tersebut membuat pemangku adat dan warga kasepuhan Sirna Resmi berduka cita mendalam. Pemangku adat atau kasepuhan Sirna Resmi Abah Asep Nugraha mengisahkan riwayat singkat kampung adat itu dan longsor di lereng yang sama 20 tahun silam.

Kampung Cigarehong kata Abah, bagian dari kampung adat atau kasepuhan Sirna Resmi. Kampung itu bertetangga dengan kampung adat lainnya, Cimapag, yang berjarak sekitar 400 meter. “Yang terkena longsor Kampung Cigarehong,” katanya saat dihubungi Senin, 1 Januari 2019.

Kampung Cigarehong menurut Abah, punya 33 rumah yang dihuni 101 orang. Sebanyak 30 rumah tertimbun longsor, tiga hunian lainnya luput. “Kejadiannya Senin sore jam enam mau magrib,” katanya. Di tempat itu menurut Abah, selama empat hari hingga waktu kejadian diguyur hujan setiap hari.

Baca juga  Gunung Anak Krakatau gempa 6 kali, Gunung Merapi keluarkan lava pijar

Kampung itu berada di lereng yang dekat dengan perbatasan Banten dan Taman Nasional Gunung Halimun-Gunung Salak.

Menurut Abah, warga kampung adat yang hidupnya nomaden atau berpindah tempat mulai mendirikan kampung itu sekitar 1941-1942 di tanah adat. “Kampung terus berkembang, beranak pinak di situ,” ujarnya sebagaimana dilansir Tempo.

Awalnya penghuni Kampung Cigarehong hidup dari bertani dan beternak dengan banyak kandang. Lama-lama area sawah bertambah di lereng perbukitan. “Sekitar 20 tahun lalu pernah terjadi longsor, waktu itu belum banyak sawah,” kata Abah.

Dia mengaku sudah memperingatkan warga soal kejadian longsor itu. Namun sawah menjadi tumpuan hidup warga dan luasnya terus bertambah di lereng.

Jumlah korban
Tim SAR gabungan hingga kini terus evakuasi korban longsor di Desa Sirnaresmi Kec.Cisolok Kab. Sukabumi. Berikut ini daftar jumlah korban terhitung sejak 2/1/2019, pukul 08.00 WIB:
– 32 KK/101 jiwa tertimbun longsor.
– 30 rumah rusak berat.
– 63 orang selamat.
– 3 orang luka-luka.
– 15 orang meninggal dunia.
– 20 orang masih dicari.

Foto longsor Sukabumi

Berikut ini foto-foto kondisi rumah warga yang kena terdampak longsor yang kami kutip dari akun Pak Topo :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here