Kisah warga Aceh hidup lagi setelah dikafani

SOLORAYA.COM – Nadinya berdenyut, badannya terasa hangat. Begitulah kondisi yang dialami seorang warga Kampung Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat yang sebelumnya sudah dinyatakan meninggal saat hendak dikafani.

Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi mobil ambulans untuk membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien (RSU CND) Meulaboh. Namun, takdir berkata lain, RD (63) digariskan meninggal dunia tak lama berselang setelah dirawat.

Ilustrasi. (Pixabay)

Kabar pensiunan PNS ini hidup kembali sempat membikin geger warga yang tengah melayat ke rumah duka, Jumat, 25 Januari 2019. Sebelumnya, RD telah dimandikan dan hendak disemayamkan, tapi, ketika kafan disingkap yang bersangkutan dinyatakan hidup.

Awalnya korban dikabarkan meninggal oleh keluarga di Banda Aceh, Jumat (25/1/2019) pukul 06.00 WIB. Setelah dimandikan dan dikafankan, jenazah dibawa ke rumah duka di Kampung Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat dengan mobil ambulance.

Baca juga  Kisah dan video bocah di Ambon teriak saat hendak dimakamkan

Jenazah sampai di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Saat keluarga menyingkap kafan di bagian wajah, di situlah yang bersangkutan dinyatakan hidup karena nadi tiba-tiba berdenyut dan tubuhnya menghangat.

Setelah diantar dengan ambulans ke rumah sakit, korban sempat diberi oksigen. Begitulah, sekira pukul 16.50 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis karena kondisi pendarahan di bagian kepala membuat nyawa korban tidak tertolong.

Kejadian ini dibenarkan diri oleh pihak RSU CND Meulaboh. Namun, manajemen rumah sakit menyatakan tidak bisa memberi informasi lebih jauh mengenai hal ini.

“Iya,” singkat dr. Dewi Sartika selaku Pelayanan Medis RS CND Meulaboh, Sabtu siang (26/1/2019).

Sementara itu, keluarga di Aceh masih dalam kondisi berkabung. Jenazah korban pun telah disemayamkan.

Menyikapi kondisi tak lazim ini, keluarga melaporkan ke Polres Aceh Barat sekaligus juga melapor ke Polsek Kutaraja, Banda Aceh.

AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK membenarkan pihak keluarga melapor atas kejanggalan cucuran darah yang keluar dari kepala.

Baca juga  Detik-detik mendebarkan ditangkapnya Vanessa Angel saat di dalam kamar dan sedang....

“Kami sudah buatkan surat ke rumah sakit untuk dibuatkan visum,” katanya.

Petugas kemudian menyarankan keluarga Rasyidin untuk membuat laporan resmi ke polisi Banda Aceh karena tempat TKP ada di banda Aceh.

Kapolres sebagaimana dilansir AntaraNews mengatakan, hasil visum akan dikirim ke Banda Aceh bila memang dibutuhkan penyelidikan.

Korban sendiri tidak diketahui dengan jelas penyebab kematiannya. Ia hanya dilaporkan meninggal dunia ketika di dalam kamar rumahnya di Desa Lampaseh Kota kemudian dibawa ke kampung halamannya dengan kondisi sudah dikafani.

Sempat beredar informasi sebelum meninggal Rasyidin sempat pulang ke Meulaboh untuk menjual tanah. Ia kembali ke Banda Aceh membawa uang puluhan juta rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here