Kejadian langka, seorang nelayan tewas diserang ikan Caroang

SOLORAYA.COM – Nasib nahas dialami seorang nelayan di Kabupaten Pangandaran, Andri Susanto. Pria berusia 40 tahun ini tewas diserang ikan yang disebut warga setempat Caroang atau ikan cendro, Jumat (11/1/2019) dini hari kemarin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, kata Menik (33) yang merupakan saksi mata, dan lima orang kru nelayan, termasuk korban, melaut untuk mencari lobster di kawasan Batu Bodas, tepian Cagar Alam Pangandaran, yang berjarak sekitar 30 menit perjaanan dari daratan.

Ikan Caroang. (Gene Kira)

Saat sedang menyelam mencari lobster, kata Menik, korban keluar dari air dan mendekati salah seorang kru untuk meminta pertolongan.

“Katanya ada yang menggigit di leher,” kata Menik.

Saat itu juga kru langsung berkemas dan pulang ke darat. Sayang, menurut Menik, korban mengembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan di perahu.

“Karena tengah malam enggak ada mobil, kita bawa pakai motor ke Puskesmas. Pas di Puskesmas, memang Andri dinyatakan sudah wafat. Katanya (pihak medis) urat lehernya tertusuk,” ujar Menik.

Dijumpai dikediamannya di RT 04/RW 09, Dusun Kalapatiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, istri korban, Indrawati (39) menuturkan, suaminya pamit berangkkat melaut pukul 17.00 WIB. Indrawati mengaku tidak ada firasat apapun saat itu.

“Aa (Andri) bilang air lautnya lagi bagus, lagi tenang, dia pamitan seperti biasa,” kata Indrawati mengenang suaminya.

Baca juga  Rekrutmen PPPK 2019, ini syarat, gaji, tunjangan dan kewajibannya

Indrawati mengaku kaget ketika salah seorang teman kerja suaminya datang ke rumah dan mengajaknya ke Puskesmas.

“Katanya si Aa (korban) kecelakaan. Pas saya datang ke Puskesmas, memang sudah meninggal,” kata Indrawati haru.

Indrawati mengaku, sudah ada rekan suaminya yang membantu untuk mengurusi klaim asuransi nelayan.

Kejadian langka
Serangan ikan caroang atau cendro merupakan kejadian langka. Berkaca pada kejadian ini, pihak otoritas meminta nelayan lebih waspada dan berhati-hati.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana mengimbau nelayan harus melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan. Selain itu, nelayan juga harus memperhatikan gejala-gejala cuaca.
“Khususnya nelayan pencari lobster, kan sangat berisiko kalau harus menyelam di sekitar karang,” ujar Rida, Jumat (11/1/2019).

Rakiman (48), salah seorang tokoh nelayan menjelaskan, ikan caroang ada sepanjang musim. Ikan ini, menurut dia, hidup di sekitar tepian karang dan perairan dangkal.
“Ikan ini memang agresif, terutama kalau melihat cahaya. Dia bisa loncat terbang. Tapi kalau membunuh orang, ini kejadian pertama. Kejadian langka,” kata Rakiman

Mengomentari insiden rekannya sesama nelayan yang tewas akibat serangan ikan caroang.
Berkaitan aktivitas nelayan pencari lobster, Rakiman mengakui bahwa hal tersebut sangat berisiko. Tidak sedikit, kata dia, nelayan pencari lobster, baik dengan cara menyelam atau dengan jaring, menjadi korban, terutama karena derasnya gelombang.
Andri yang menyelam membawa senter, diduga memicu agresivitas ikan caroang yang ada di sekitarnya.

Baca juga  Desainer mode Chanel Karl Lagerfeld meninggal dunia

Ciri-ciri ikan caroang

Memiliki nama latin Tylosurus crocodilus, Caroang dikenal di luar negeri dengan sebutan Houndfish (ikan anjing) atau Crocodile Needlefish (ikan buaya jarum). Julukan-julukan seram yang diberikan padanya memang menggambarkan penampilan si ikan.

Ikan ini memiliki badan bulat dan memanjang seperi batang pohon, serta memiliki mulut yang lancip dan gigi tajam. Dengan karakternya sebagai ikan pelari cepat dan bisa melompat ke permukaan, tak heran ikan ini bisa melukai.

Ikan tipe pelagis atau hidup di permukaan ini tergolong ikan penyendiri atau hanya berkumpul di grup-grup kecil, terutama di sekitar perairan pantai dan terumbu karang. Memiliki karakter fototaksis positif, ikan ini tertarik terhadap sumber cahaya.

Berat maksimum ikan ini bisa mencapai panjang 1,5 meter dan berat hingga 4,5 Kg. Di kalangan pemancing profesional, ikan ini ditakuti karena agresivitasnya yang berpotensi melukai.

Ikan ini hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Di daerah Pangandaran dan Cilacap, ikan ini banyak diburu para pemancing tradisional di tepian pantai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here