Ini kanal YouTube “panggil Saya BTP”, belum ada postingan tapi subscribers langsung 2 ribu

SOLORAYA.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga terpidana kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan bebas dalam waktu dekat ini.

Bagi Anda, khususnya Ahokers yang tidak sempat menyaksikan bebasanya Ahok melalui layar kaca, bisa juga menyaksikan detik-detik bebasnya Ahok dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat melalui handphone. Karena, momen itu bakal disiarkan secara langsung di YouTube.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Instagram)

Akun YouTube tersebut bernama Panggil Saya BTP. Jumat (18/1/2019) pukul 22.29 WIB, belum ada video yang diunggah. Namun akun YouTube telah memiliki 2.331 subscribers.

“Detik-detik BTP bebas, subscribers dan saksikan di akun youtube ‘Panggil Saya BTP’ di tanggal 24 Januari 2019,” tulis akun Instagram @basukibtp.

Sebelumnya, Ahok, lewat surat tulisan tangan yang diunggah timnya di akun media sosial @basukibtp pada Kamis (17/1), meminta para pendukungnya tidak melakukan penyambutan di Mako Brimob atau Lapas Cipinang saat dia bebas pada 24 Januari 2019.

https://www.youtube.com/channel/UCdHnFD2ouN-iM4Dj8ivwlqg

Ahok akan bebas setelah mendapat total remisi 3,5 bulan dari 2 tahun masa hukuman.
Ahok mengaku kini bersyukur bisa menjalani masa tahanan di Mako Brimob karena bisa belajar menguasai diri. Dia meminta maaf kepada berbagai pihak atas segala kesalahannya.

“Saya juga mau sampaikan kepada Ahokers, para PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya,” tulis Ahok.

“Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP, bukan Ahok,” lanjutnya.

Baca juga  Jenguk Ahok, Yenny Wahid: Dia Tetap Bersemangat, Ingin Tetap Berjuang untuk Negeri

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 atau paling dikenal dengan panggilan Hakka Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014 hingga 9 Mei 2017.

Pada 14 November 2014, ia diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktober hingga 19 November 2014.

Purnama merupakan warga negara Indonesia dari etnis Tionghoa dan pemeluk agama Kristen Protestan pertama yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta pernah dijabat oleh pemeluk agama Katolik, Henk Ngantung (Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965).

Basuki pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI dari 2012-2014 mendampingi Joko Widodo sebagai Gubernur. Sebelumnya Basuki merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.

Dia pernah pula menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.

Pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, wali kota Solo. Basuki juga merupakan kakak kandung dari Basuri Tjahaja Purnama, Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015.

Baca juga  Ini deretan media asing yang menyoroti bebasnya Ahok

Dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase 53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pada 10 September 2014, Basuki memutuskan keluar dari Gerindra karena perbedaan pendapat pada RUU Pilkada. Partai Gerindra mendukung RUU Pilkada sedangkan Basuki dan beberapa kepala daerah lain memilih untuk menolak RUU Pilkada karena terkesan “membunuh” demokrasi di Indonesia.

Pada tanggal 1 Juni 2014, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Setelah terpilih pada Pilpres 2014, tanggal 16 Oktober 2014 Joko Widodo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Secara otomatis, Basuki menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta.

Basuki melanjutkan jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dengan dukungan Gerindra dan PDIP, namun setelah pertentangan mengenai RUU Pilkada ia kehilangan dukungan dari Gerindra. Sementara dukungan PDIP didapat dari Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Ia kemudian berusaha maju kembali menjadi Calon Gubernur melalui jalur (independen), namun kemudian memutuskan menggunakan usungan dari partai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here