Hero Supermarket tutup lapak, begini soal PHK karyawannya dan kerugiannya

SOLORAYA.COM – Sebanyak 26 gerai ritel milik PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) ditutup, seiring dengan lesunya bisnis makanan yang dijual ritel modern itu. Akibatnya, 532 orang karyawan terpaksa dirumahkan.

Adapun 26 toko yang ditutup adalah gerai-gerai ritel modern yang tercatat tidak menghasilkan keuntungan lagi. Bahkan, ke-26 toko tersebut menyumbang beban operasional yang disebut sangat tinggi.

Hero Supermarket
Hero Supermarket. (Twitter Hero)

“Sejak tiga tahun terakhir memang kondisi ritel secara umum dalam tekanan. Kalau tidak melakukan penutupan 26 toko ini, maka beban operasional akan semakin tinggi dan kerugian akan semakin besar,” ujar Tony, Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk.

Manajemen saat ini tengah melakukan efisiensi demi keberlanjutan bisnis grup. “Kami tutup semua. Karena beban operasional tinggi dan kerugian semakin besar,” kata Tony, Minggu (13/1/2018).

Penurunan penjualan

Sampai dengan kuartal ketiga tahun ini, Hero Supermarket mencatat penurunan total penjualan menjadi Rp9,84 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp9,96 triliun.

Baca juga  Gempa bumi kuat Magnitudo 7,1 guncang Filipina dan Sulawesi Utara, begini penjelasan BMKG

“Penurunan tersebut disebabkan oleh penjualan pada bisnis makanan (Giant dan Hero) yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang,” kata Tony sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Hero Supermarket mengklaim sebagai ritel modern pertama di Indonesia yang didirikan pada 1971 silam. Perseroan berkembang hingga mengoperasikan 448 toko, terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, serta 258 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA.

Manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) mengaku bisnis ritel penjualan makanan turun hingga 6 persen. Akibatnya, perusahaan menanggung kerugian hingga Rp163 miliar pada kuartal ketiga tahun ini atawa lebih dari dua kali lipat kerugian kuartal III 2017, yakni Rp79 miliar.

Secara konsolidasi, Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk menjelaskan bahwa perusahaan masih meraup laba pada kuartal III 2018. Namun, bisnis perusahaan bukan semata-mata Hero Supermarket, melainkan juga Giant Ekstra, Giant Ekspres, dan 258 toko Guardian Health & Beauty, serta satu toko IKEA.

Baca juga  Pria tampan banting motornya karena ditilang hingga pacarnya nangis, ini videonya yang viral

“Sebagai langkah untuk memastikan agar PT Hero Supermarket Tbk bisa sustain, kami melakukan penutupan 26 toko Hero Supermarket. 532 karyawan yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terkait food business (bisnis makanan),” imbuhnya.

Seperti diketahui, daya beli masyarakat yang lesu disebut-sebut jadi biang keladi banyak toko menutup lapaknya. Pada pertengahan 2017, gerai ritel modern Sevel atau 7-Eleven menutup seluruh operasionalnya. Diikuti oleh Ramayana pada Agustus 2017.
Kemudian, beberapa merek atau label pakaian dan sepatu luar negeri juga hengkang dari Indonesia. Mereka mengakhiri kerja sama distribusi produk lewat perusahaan lokal. Sebut saja, Clarks dan New Look.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here