Gebi Ramadhan meninggal, komika Tanah Air berduka

SOLORAYA.COM – Kabar duka datang dari dunia stand up comedy Tanah Air. Komika Gebi Ramadhan meninggal dunia karena kanker hati yang diidapnya. Geby meninggal di usia 24 tahun 15 Januari 2019 di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Kepergian Gebi pun meninggalkan duka tak hanya bagi kerabat, namun juga rekan-rekan maupun seniornya di dunia stand up comedy.

“Sampai ketemu lagi ya @gebi_ramadhan rispek. Rest in peace my friend,” ungkap komika Coki Pardede.

Gebi Ramadhan. (Instagram)

“Selamat jalan, @gebi_ranadhan,” tutur Raditya Dika.
Aktor yang besar lewat stand up comdey, Ge Pamungkas, juga menuturkan hal yang sama.

“You will be missed, brother,” ucap Ge Pamungkas.

Hari ini, jenazah Gebi Ranadhan dijadwalkan dimakamkan.

Gebi Ramadhan lahir di Serang, Banten, Indonesia, 22 Februari . Gebi yang dikenal dengan wajah baby face nya ini adalah komika jebolan komunitas Stand Up Indo Banten, Serang, Cilegon (BSC) (terhitung Juni 2016 menjadi komunitas Stand Up Indo Serang). Terbukti, Gebi mulai dikenal setelah tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV dengan membawa komunitasnya, Stand Up Indo BSC pada tahun 2014.

Gebi Ramadhan. (Instagram)

Selain itu, Gebi juga menjadi salah satu finalis kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim keenam (SUCI 6) pada tahun 2016. Gebi mempunyai ciri khas goyangannya yang gemulai sebagai act out untuk memperkuat materi komedinya ketika ber stand up comedy.

Sejak kecil, Gebi yang besar di Cilegon sudah memiliki bakat komedi karena ia sering jadi pusat banyolan anak-anak di kelas, dan sering melakukan one man stand saat melawak di depan kelas. Gebi mulai tertarik dengan stand up comedy berawal ketika ditunjukkan video stand up comedy Raditya Dika oleh kakak nya pada tahun 2011. Alhasil setahun kemudian, Gebi bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Banten, Serang, Cilegon (BSC) yang saat itu masih bernama komunitas Stand Up Comedy Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Dari sinilah Gebi memulai open mic pertamanya.

Perjalanan Gebi pun tidak semulus yang diperkirakan. Mulai dari belum berhasil mengundang kelucuan hingga tersangkut izin orang tua semuanya dialami olehnya. Hal itu karena Gebi harus menghadapi Ujian Akhir Nasional sehingga sempat membuatnya vakum dan keluar dari komunitas. Tetapi setelah ia diterima kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Gebi pun kembali bergabung lantaran dirinya sudah terlanjur cinta kepada stand up comedy. Karena Gebi memilih gabung kembali, dia harus mengambil konsekuensinya, yaitu rela setiap seminggu sekali ke Serang untuk open mic dan belajar. Tapi itu bukan masalah untuk seorang Gebi, karena dia memang sudah senang, suka, dan cinta sama stand up comedy.

Baca juga  Preview lengkap kemenangan Persija atas Mitra Kukar

Proses berjalan, dan akhirnya pada tahun 2013 Gebi mendapat panggung komersil dan prestisius pertamanya dari komunitas yaitu jadi opener atau komika pembuka dari Stand Up Comedy Tour nya Ge Pamungkas yang bertajuk 3GP Tour. Geby tampil selama 10 menit, dan cukup memuaskan tetapi belum memuaskan baginya, karena masih pertama kali. Tapi dari situlah Gebi dapat pengalaman dan ilmu dari Ge Pamungkas:

Dari situ pula Gebi mulai rajin mengikuti kompetisi lokal dan beberapa kali ia berhasil menjadi juara 1 dan masuk 3 besar. Dan itu cukup memotivasi dan membanggakan sampai akhirnya ikut kompetisi tingkat nasional. Walaupun gagal di tengah jalan dan belum siap, Gebi mau belajar dan dia selalu diberi support dan motivasi oleh teman-teman komunitasnya.

Pada tahun 2014, Gebi sempat vakum kembali karena belum berhasil menjadi finalis Street Comedy IV setelah penampilannya kurang memuaskan saat play off. Beberapa bulan kemudian, Gebi bersama tiga rekannya Reza Palevi, Nikson Siboro, dan Adam Datau tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV mewakili komunitas Stand Up Indo BSC. Tetapi Gebi dan kawan-kawan harus gugur di awal kompetisi setelah disingkirkan oleh tim komunitas Stand Up Indo Padang yang kala itu digawangi oleh Rin Hermana dan kawan-kawan. Dari sinilah Gebi pertama kali merasakan panggung pertamanya untuk disiarkan di televisi dan lewat kompetisi ini Gebi kembali menemukan performa ber stand up comedy nya. Pada tahun 2015, Gebi lebih banyak tampil mengisi acara off air dan sempat mengisi acara Komik Selebriti yang diadakan MNC TV di akhir tahun.

Baca juga  Begini kronologi lengkap dugaan penganiayaan Habib Bahar terhadap dua anak di Bogor menurut polisi

Pada tahun 2016, Gebi akhirnya berhasil menjadi finalis Stand Up Comedy Indonesia musim keenam (SUCI 6) pada tahun 2016 setelah lolos audisi di Jakarta, setelah sempat gagal audisi di SUCI 3 dan tidak mengikuti audisi dua musim setelahnya karena merasa belum siap. Di panggung SUCI 6, Gebi dikenal dengan materi komedinya yang sering membahas keresahannya mengenai perempuan karena pengalamannya semasa sekolah ia memiliki lebih banyak teman perempuan daripada teman laki-laki. Serta didukung dengan act out gerakan tubuhnya yang gemulai seperti seorang penyanyi dangdut, menjadikan Gebi salah satu finalis yang konsisten di SUCI 6. Akan tetapi, kekonsistenannya tidak berlanjut hingga juara. Gebi akhirnya terhenti di 5 besar SUCI 6 setelah memperoleh akumulasi penilaian paling rendah dari para juri dan harus close mic.

Tentang kanker hati

Kanker hati merupakan jenis kanker yang ditakuti oleh kebanyakan orang. Sebab, seringkali gejala awalnya tidak terdeteksi atau tidak muncul sampai kankernya mencapai stadium lanjut.

Dikutip dari Verywell Health, pada beberapa kasus, kanker hati disamakan dengan hepatitis sebab salah satu gejalanya adalah warna kulit yang berubah menjadi kekuningan.

“Kanker hati juga biasanya mempengaruhi hormon yang bisa menyebabkan gejala tambahan. Termasuk didalamnya tekanan darah rendah (hipoglikemia) yang dapat menyebabkan sakit kepala dan pingsan, pembesaran payudara, atrofi testis dan jumlah sel darah yang tinggi,” demikian dikutip dari situs tersebut.
Gejala lain yang bisa diperhatikan dari kanker hati ialah:
– Berat badan turun drastis
– Nafsu makan rendah
– Cepat kenyang
– Mual dan muntah terus menerus
– Gatal-gatal
– Mudah lelah

Sebelumnya, Konsultan hematologi onkologi dari RS Dharmais, dr Marurul Aisyi, SpA (K) juga mengatakan gejala kanker ini agak sulit dideteksi, utamanya pada anak sebab letak sel kanker abnormalnya berada di hati.

“Secara umum sulit dideteksi. Kemungkinan pembesaran perut. Karena hati di perut, ada gangguan yang bisa menghambat sekresi empedu,” pungkasnya kepada detikHealth, Rabu (17/10/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here