Gebi Ramadhan dimakamkan di Cilegon, ini postingan terakhirnya

SOLORAYA.COM – Komika Gebi Ramadhan meninggal dunia di RS Krakatau Medika, Cilegon, Banten, Selasa (15/1/2019) di usia 24 tahun. Jenazah Gebi dimakamkan hari ini juga di Cilegon.


Pemain film Milly & Mamet ini mengembuskan napas terakhirnya setelah melawan sakit kanker hati yang dideritanya. Komika yang dikenal ceriwis di panggung ini akan dimakamkan di Cilegon.

“Jam 10 di pemakaman sekitar rumahnya di Cilegon,” kata Widi, manajer Gebi sebagaimana dilansir DetikNews.

Postingan terakhir
Cukup lama Gebi tak aktif di akun media sosial Instagram. Terakhir ia posting foto dengan caption penuh semangat pada bulan Agustus 2018 lalu.

Berikut ini kata-katanya:

“Jumat lalu di #comedycures . Energi yang luar biasa malam itu, memang benar komedi itu menyembuhkan, gak ada sekat sama sekali, semua perasaan dan emosi campur aduk malem itu. Terima kasih untuk semuanya yang sudah berpartisipasi, hadir untuk menonton, berdonasi dan mendoakan dengan tulus. Saya bahagia malam itu. Meskipun saya stand up sambil nyender kaya Misugi Jun,” tulis Gerbi.

Gebi Ramadhan. (Instagram)

Gebi Ramadhan lahir di Serang, Banten, Indonesia, 22 Februari . Gebi yang dikenal dengan wajah baby face nya ini adalah komika jebolan komunitas Stand Up Indo Banten, Serang, Cilegon (BSC) (terhitung Juni 2016 menjadi komunitas Stand Up Indo Serang). Terbukti, Gebi mulai dikenal setelah tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV dengan membawa komunitasnya, Stand Up Indo BSC pada tahun 2014.

Selain itu, Gebi juga menjadi salah satu finalis kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim keenam (SUCI 6) pada tahun 2016. Gebi mempunyai ciri khas goyangannya yang gemulai sebagai act out untuk memperkuat materi komedinya ketika ber stand up comedy.

Sejak kecil, Gebi yang besar di Cilegon sudah memiliki bakat komedi karena ia sering jadi pusat banyolan anak-anak di kelas, dan sering melakukan one man stand saat melawak di depan kelas. Gebi mulai tertarik dengan stand up comedy berawal ketika ditunjukkan video stand up comedy Raditya Dika oleh kakak nya pada tahun 2011. Alhasil setahun kemudian, Gebi bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Banten, Serang, Cilegon (BSC) yang saat itu masih bernama komunitas Stand Up Comedy Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Dari sinilah Gebi memulai open mic pertamanya.

Baca juga  Ini video heboh, rame-rame berburu uang jutaan rupiah di sungai

Perjalanan Gebi pun tidak semulus yang diperkirakan. Mulai dari belum berhasil mengundang kelucuan hingga tersangkut izin orang tua semuanya dialami olehnya. Hal itu karena Gebi harus menghadapi Ujian Akhir Nasional sehingga sempat membuatnya vakum dan keluar dari komunitas. Tetapi setelah ia diterima kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Gebi pun kembali bergabung lantaran dirinya sudah terlanjur cinta kepada stand up comedy. Karena Gebi memilih gabung kembali, dia harus mengambil konsekuensinya, yaitu rela setiap seminggu sekali ke Serang untuk open mic dan belajar. Tapi itu bukan masalah untuk seorang Gebi, karena dia memang sudah senang, suka, dan cinta sama stand up comedy.

Proses berjalan, dan akhirnya pada tahun 2013 Gebi mendapat panggung komersil dan prestisius pertamanya dari komunitas yaitu jadi opener atau komika pembuka dari Stand Up Comedy Tour nya Ge Pamungkas yang bertajuk 3GP Tour. Geby tampil selama 10 menit, dan cukup memuaskan tetapi belum memuaskan baginya, karena masih pertama kali. Tapi dari situlah Gebi dapat pengalaman dan ilmu dari Ge Pamungkas:

Dari situ pula Gebi mulai rajin mengikuti kompetisi lokal dan beberapa kali ia berhasil menjadi juara 1 dan masuk 3 besar. Dan itu cukup memotivasi dan membanggakan sampai akhirnya ikut kompetisi tingkat nasional. Walaupun gagal di tengah jalan dan belum siap, Gebi mau belajar dan dia selalu diberi support dan motivasi oleh teman-teman komunitasnya.

Baca juga  Foto-foto lengkap penampakan luncuran awan panas Gunung Merapi

Pada tahun 2014, Gebi sempat vakum kembali karena belum berhasil menjadi finalis Street Comedy IV setelah penampilannya kurang memuaskan saat play off. Beberapa bulan kemudian, Gebi bersama tiga rekannya Reza Palevi, Nikson Siboro, dan Adam Datau tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV mewakili komunitas Stand Up Indo BSC. Tetapi Gebi dan kawan-kawan harus gugur di awal kompetisi setelah disingkirkan oleh tim komunitas Stand Up Indo Padang yang kala itu digawangi oleh Rin Hermana dan kawan-kawan. Dari sinilah Gebi pertama kali merasakan panggung pertamanya untuk disiarkan di televisi dan lewat kompetisi ini Gebi kembali menemukan performa ber stand up comedy nya. Pada tahun 2015, Gebi lebih banyak tampil mengisi acara off air dan sempat mengisi acara Komik Selebriti yang diadakan MNC TV di akhir tahun.

Pada tahun 2016, Gebi akhirnya berhasil menjadi finalis Stand Up Comedy Indonesia musim keenam (SUCI 6) pada tahun 2016 setelah lolos audisi di Jakarta, setelah sempat gagal audisi di SUCI 3 dan tidak mengikuti audisi dua musim setelahnya karena merasa belum siap. Di panggung SUCI 6, Gebi dikenal dengan materi komedinya yang sering membahas keresahannya mengenai perempuan karena pengalamannya semasa sekolah ia memiliki lebih banyak teman perempuan daripada teman laki-laki. Serta didukung dengan act out gerakan tubuhnya yang gemulai seperti seorang penyanyi dangdut, menjadikan Gebi salah satu finalis yang konsisten di SUCI 6. Akan tetapi, kekonsistenannya tidak berlanjut hingga juara. Gebi akhirnya terhenti di 5 besar SUCI 6 setelah memperoleh akumulasi penilaian paling rendah dari para juri dan harus close mic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here