E-Commerce Indonesia bisa sentuh Rp700 T, itu kata Jokowi

SOLORAYA.COM – Transaksi e-commerce di Indonesia punya potensi besar dan nilainya bisa mencapai Rp700 triliun (US$53 miliar). Begitulah yang diungkapkan presiden Joko Widodo atau Jokowi di acara ulang tahun Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

“Peluang e-commerce masih sangat besar di Indonesia […] Google juga prediksi (e-commerce) itu akan naik 2 kali lipat (jadi) 53 miliar USD atau Rp700 T, gede sekali,” jelas mantan Walikota Solo itu.

Ilustrasi. (Pixabay)

Data ini berdasarkan data riset yang dilakukan Google dan Temasek pada November 2018 bertajuk ‘e-Conomy SEA 2018’. Berdasarkan laporan tersebut GMV (gross merchandise value) e-commerce di Indonesia sebesar US$12,2 miliar (sekitar Rp 176 triliun) pada 2018.

Baca juga  Disaat Jokowi Jenguk Anthony Ginting, Fadli Zon Ingatkan Gempa Lombok

Ini berarti GMV Indonesia nyaris setengah dari total GMV e-Commerce di Asia Tenggara pada 2018 yang mencapai US$23 miliar atau sekitar Rp 333 triliun). Angka ini menunjukkan pertumbuhan e-commerce Asia Tenggara naik 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Untuk itu Jokowi berharap Bukalapak bisa menghubungkan ekosistem online yang dimiliki e-commerce miliknya agar bisa ikut mendongkrak usaha UKM yang masih menjalankan bisnisnya secara offline.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku masih kesulitan merekam data perdagangan elektronik (e-commerce) secara komprehensif hingga saat ini. Padahal, data e-commerce ini seharusnya sudah terbit pada Februari 2018. Salah satunya karena sebagian perusahaan yang masih enggan menyerahkan data omzet mereka.

Baca juga  Foto-foto penampakan lava pijar Gunung Merapi

Kepala BPS Suhariyanto sebagaimana dilansir CNNIndonesia mengatakan instansinya mendapat data dari beberapa pelaku e-commerce skala besar. Hampir seluruh perusahaan bersedia membagikan data jumlah pegawai, dan jenis komoditas dengan pergantian arus barang (turnover) yang terbilang cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here