Daftar wilayah waspada hujan lebat dan gelombang tinggi hingga akhir Januari, lengkap!!

SOLORAYA.COM – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) merilis prakiraan cuaca di sejumlah wilayah berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada 22 Januari 2019 lalu. Dari pantauan pergerakan angin, terdeteksi pula adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Berikut ini rilies lengkap dari BMKG seperti yang dikutip dari laman resminya :

Ilustrasi. (Pixabay)

Waspada Hujan Lebat Akhir Januari 2019 (Potensi Bencana Hidrometeorologi di Beberapa Wilayah 23-30 Januari 2019)

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Berikut adalah wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23 – 26 Januari 2019, antara lain:

Aceh
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D.I. Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
NTB
NTT
Kalimantan Utara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Papua Barat
Papua

Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27 – 30 Januari 2019, antara lain:
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D.I. Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
NTB
NTT
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengara
Maluku
Papua Barat
Papua

Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra Hingga Jawa Tenga, Perairan Utara Kep. Anambas Dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau – Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata – Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat.

Potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan Dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali – Selat, Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu Dan Laut Timor Selatan NTT.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini. Antara lain potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Masyarakat agar tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.

Angin ribut mengerikan di Sukoharjo

Baca juga  WN Inggris penampar staf Imigrasi Bali ngamuk saat dijemput paksa

Sementara itu ratusan rumah di Sukoharjo, Jawa Tengah rusak diterjang angin puting beliung pada Kamis (25/1) sore kemarin. Bencana tersebut melanda tiga kelurahan di Kecamatan Sukoharjo, yakni Kelurahan Gayam, Kelurahan Jetis dan Kelurahan Sukoharjo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan data BPBD, angin puting beling mengakibatkan sebanyak 163 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, angin puting beliung juga merusak sejumlah infrastruktur lainnya, seperti sekolah dasar, masjid, dan tempat usaha masyarakat. Kerugian materiil akibat bencana itu ditaksir mencapai Rp 312 juta.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah dan kendaraan milik warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto saat dihubungi, Jumat (25/1/2019).

Baca juga  Inilah 6 perairan dan laut paling berbahaya di Indonesia karena gelombang tinggi

“Ada satu korban luka ringan tertimpa asbes di warung, atas nama Marjuki Syarif usia 60 tahun, warga kampung Larangan RT 03/01 Kelurahan Gayam,” tambahnya sebagaimana dilansir Republika.

Dalam penanganan puting beliung tersebut, BPBD dibantu dari TNI, Polri, PMI, SAR Kabupaten, Dinas Perhubungan, PLN, Dinas Lingkungan Hidup, dan relawan, melakukan asesmen ke wilayah terdampak. Selanjutnya, mengondisikan lokasi terdampak dengan membantu warga bergotong royong. Sebelumnya, angin puting beliung tersebut tiba-tiba melanda wilayah Sukoharjo pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Disusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here