Bekuk 10 orang terkait ricuh di Rutan Solo, polisi tahan sejumlah senjata

SOLORAYA.COM – Sekelompok orang yang diduga akan melakukan keributan dan sweeping di Kota Solo, Jawa Tengah ditahan aparat gabungan kepolisian pada Sabtu (12/1/2019) malam. Ditahannya sekelompok orang tersebut menyusul laporan warga yang melihat mereka konvoi di jalan raya dengan membawa senjata tajam.

Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Polisi Ribut Hari Wibowo menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan warga yang melihat sekelompok orang melakukan konvoi di jalan raya dengan membawa senjata tajam.

Ilustrasi. (Pixabay)

Menindaklanjuti laporan ini, tim gabungan dari Polresta Surakarta dan Polda Jawa Tengah menyisir lokasi tersebut.

“Kelompok ini kami tangkap di Pasar Klitikan, Semanggi. Kami juga menyita barang bukti yang mereka gunakan untuk membuat keresahan di masyarakat,” kata Ribut dalam jumpa pers di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Berbagai senjata yang ditahan

Adapun barang bukti yang disita dari para pelaku tersebut antara lain, ada busur, anak panah, tongkat T, tongkat kayu, palu, gelati, parang, samurai, batako, tembak panah, ponsel, pedang, celurit, dan air gun.

Baca juga  Tsunami di Selat Sunda, ini kronologi dan video detik-detik lengkap Band Seventeen disapu ombak

Lebih lanjut Ribut mengatakan, para pelaku yang ditangkap tersebut sebelumnya terlibat dalam penyerangan di Rutan Kelas I Surakarta. Ada 10 orang yang ditangkap, dua di antaranya terpaksa mendapatkan timah panas karena melawan petugas.

“Kelompok ini melawan petugas. Sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur kepada dua anggota kelompok ini satu dibagian kaki dan satu di bagian pinggang,” ujar Ribut sebagaimana dilansir Kompas.

Ribut juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir kegiatan kelompok-kelompok yang sering menimbulkan keresahan di masyarakat, kelompok intoleransi, dan mereka yang menggunakan cara kekerasan.

“Mereka kami jerat dengan pasal Undang-Undang Darurat karena membawa senjata tajam,” kata Ribut. Sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut para pelaku yang ditangkap tersebut akan dikirim ke Polda Jawa Tengah. Pihaknya juga akan mengembangkan kasus tersebut guna menangkap pelaku lain yang ikut terlibat di dalamnya.

Selain karena adanya laporan warga, penangkapan tersebut menurut Harian Solopos, karena terkait kerusuhan Rutan Solo serta diduga melakukan perusakan rumah Iwan Walet—salah satu narapidana yang terlibat dalam rusuh RutanSolo—di Gandekan dan Tegalharjo Solo.

Baca juga  Ada 66 CCTV e-tilang di Solo, ini daftar letaknya

Pada pukul 16.00 WIB, patroli tim gabungan mendapatkan informasi akan ada sweeping yang dilakukan sekelompok orang terhadap Iwan Walet. Iwan Walet Sabtu subuh telah menghirup bebas keluar dari penjara.

Setelah didatangi tim patroli, massa tersebut kemudian kabur ke arah Semanggi. Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi menangkap mereka. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki dan pinggang karena berusaha melukai petugas polisi menggunakan senjata tajam.

Hingga artikel ini diposting, polisi masih mendalami peran ke-10 pelaku tersebut apakah juga terkait dengan perusakan rumah Iwan Walet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here