WNI dikabarkan meninggal di Malaysia setelah digigit anjing

SOLORAYA.COM – Seorang wanita asal Indonesia (WNI) meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Kuching, Sarawak, Malaysia. Sebelum meninggal, wanita berusia 69 tahun tersebut digigit anjing peliharaannya di kaki sebelah kiri.

Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) menyatakan WNI itu tidak terinfeksi rabies di Malaysia. Identitas WNI yang meninggal dunia itu tidak disebut lebih lanjut.

Anjing. (Pixabay)

Direktur Jenderal Kesehatan pada MOH, Dr Noor Hisham Abdullah, menyatakan bahwa WNI itu digigit anjing peliharaannya di kaki sebelah kiri pada September lalu saat masih berada di Indonesia.

Lebih lanjut Dr Noor Hisham menyebutkan bahwa WNI itu sempat mendapatkan perawatan medis di Indonesia, namun tidak disebut lebih lanjut wilayahnya.

“Namun, kondisinya memburuk dan dia kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit swasta di Kuching dan dirawat di Unit Perawatan Intensif,” kata Dr Noor Hisham seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Malay Mail, Rabu (19/12/2018).

Baca juga  Ini syarat, cara daftar dan link lowongan di 143 BUMN, lengkap!!

“Sayangnya, dia meninggal dunia pada 17 Desember dan hasil tes laboratorium yang diterima pada 18 Desember menyatakan positif rabies,” terang Dr Noor Hisham dalam pernyataannya.

Media lokal Malaysia, Utusan Borneo Online, sempat melaporkan bahwa seorang warga Indonesia korban rabies meninggal dunia di Kuching setelah digigit anjingnya sekitar tiga bulan lalu.

Ditambahkan Dr Noor Hisham bahwa kasus WNI ini tidak dimasukkan dalam statistik wabah rabies di Malaysia karena pasiennya digigit di Indonesia.

Sejauh ini, sebut Dr Noor Hisham, kasus rabies di Sarawak sejauh ini mencapai 16 kasus sejak wabah rabies dideklarasikan pada 1 Juli 2017. Dari 16 kasus, sebanyak 15 kasus berujung kematian.

Dr Noor Hisham sebagaimana dilansir DetikNews menyatakan bahwa kasus rabies yang menimpa seorang WNI ini telah diberitahukan kepada Kementerian Kesehatan RI melalui International Health Regulations (IHR) Focal Point Malaysia-Indonesia. Ditegaskan Dr Noor Hisham, MOH akan bekerja sama dengan pemerintah wilayah Sarawak, Departemen Layanan Hewan dan otoritas Indonesia untuk menangkal penyebaran rabies pada anjing, khususnya di wilayah perbatasan.

Baca juga  Ban motor kempes di Solo? Kontak tukang tambal ban ini...

Apa itu rabies?
Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies.Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here