Video luapan banjir menyusul jebolnya tangkis sungai Tanggul Jember

Hingga saat ini air bah masih mengepung beberapa wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dilanda banjir sejak Sabtu (22/12) yang mencapai puncaknya pada Minggu (23/12/2018) dini hari ketika tanggul sebuah sungai jebol. Setidaknya ada 14 titik di sembilan kecamatan yang terkena banjir.

Air meluap menyusul jebolnya tangkis sungai Tanggul, Jember, pada Minggu sekitar pukul 04.00 pagi. Jebolnya tangkis sungai yang berada di perbatasan Jember – Lumajang ini mengakibatkan dua Desa di Kecamatan Kencong terendam.

Berikut ini adalah beberapa video kondisi saat datang banjir menyusul jebolnya tangkis Sungai Tanggul.

Akibat banjir itu, ribuan rumah di Dusun Ponjen, Desa/Kecamatan Kencong dan di Dusun Kedung Langkap, Desa Kraton, Kecamatan Kencong, terendam banjir.

Dampak yang paling parah di Dusun Kedung Langkap, Desa Kraton, Kencong, ada dua RW sekitar 290 KK dengan 452 jiwa yang terimbas banjir. Karena lokasi tersebut menjadi sasaran air luapan dari sungai Tanggul di Dusun Ponjen, Desa Kraton, Kecamatan Kencong.

Baca juga  Syarat-syarat dan tahapan honorer melamar jadi PNS

Warga tidak sempat menyelamatkan barang barang yang ada di dalam rumah. Sementara ratusan KK yang ada di Dusun Ponjen, Desa/Kecamatan Kraton, Kencong terendam.

Jebolnya tangkis sungai Tanggul sepanjang 600 meter dengan lebar bawah 30 meter dan lebar atas 5 meter ini karena debit air yang cukup tinggi. Hujan cukup deras di bagian hulu, sehingga air meluap ke tangkis dan menyebabkan tangkis jebol.

Ketinggiannya air saat ini sangat bervariasi, antara satu sampai 1,5 meter. Rata-rata baru surut setelah enam jam. Demikian dijelaskan Kepala Bidang Bencana dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Heru Widagdo.

Genangan air masih terdapat di mana-mana. Sejumlah warga di Desa Kraton, Kecamatan Kencong misalnya, harus menembus banjir untuk mengambil bantuan di dapur umum posko SDN Kraton 3, Rabu (26/12/2018).

Baca juga  PBB resmi dukung Jokowi-Ma'ruf

Mereka harus menembus banjir dari posko pengungsian yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Mereka antara lain tinggal di beberapa RT di Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, dan juga di tangkis sungai Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Untuk keluar dari posko darurat dan menuju dapur umum, warga harus menembus banjir.
Banjir masih setinggi dada orang dewasa di jalan-jalan desa.

Di dapur umum, warga mengambil nasi bungkus, mie instan, air mineral, popok bayi, hingga baju.

Hal ini karena posko pengungsian tidak terfokus di satu tempat bantuan terlewati. Seperti yang terjadi di RT 5 RW 11 Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton.

Di RT itu terdapat tujuh rumah yang dijadikan posko penampungan karena tidak terendam banjir. Terdapat 45 kepala keluarga (KK) di tujuh rumah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here