Update akhir tahun jumlah korban tsunami Selat Sunda dan infografis lengkap kronologinya

SOLORAYA.COM – Inilah update jumlah korban keganasan tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda (Banten dan Lampung Selatan) pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu. Jumlah korban terus bertambah, dan hingga saat ini jumlah korban tewas tercatat sudah mencapai 437 orang.

“Sembilan jenazah masih belum teridentifikasi, dan 1.459 orang luka,” kata Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (31/12/2018).

(Twitter)

Sutopo juga mencatat hingga saat ini, berdasarkan update per pukul 13.00 WIB, 16 orang masih belum ditemukan. Sementara jumlah pengungsi tercatat 33.721 orang.

Sutopo menegaskan data ini masih bersifat sementara. Kemungkinan akan masih bertambah lagi baik korban maupun material. Sutopo juga merinci korban terbanyak berasal dari Pandeglang, yang didominasi para wisatawan hingga 296 orang tewas.

“Sementara itu logistik di lokasi pengungsian masih mencukupi untuk tujuh hari ke depan,” ujar Sutopo sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Terkait jumlah pengungsi, kata Sutopo, sifatnya masih fluktuatif. Ini lantaran pengungsi bila kalau siang hari memilih beraktivitas, dan malam kembali ke lokasi pengungsian.

Mayoritas wisatawan
Korban tewas akibat tsunami Selat Sunda kebanyakan adalah wisatawan yang tengah berlibur. Mayoritas korban berada di Pandeglang, Banten.

Baca juga  Astaghfirullah, Anak-anak TK Didandani ala ISIS saat HUT RI ke-73 di Probolinggo. Berikut Video nya

Sutopo mengatakan kebanyakan korban tewas berada di Pandeglang karena saat kejadian tanggal 22 Desember 2018, termasuk libur panjang. Saat itu libur akhir pekan ditambah dengan cuti bersama dan libur Natal.

Salah satu tempat tujuan wisata di Pandeglang adalah Kawasan wisata Tanjung Lesung.

Selain korban tewas, BNPB mencatat ada 1.459 korban luka-luka dan 16 orang belum ditemukan. Di antara korban tewas ada 9 jenazah yang belum teridentifikasi.
“Pengungsi berjumlah 33.721 orang,” ujar Sutopo.

Jumlah data ini menurutnya kemungkinan akan terus bertambah. Masa tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan selama sepekan diperpanjang hingga 5 Januari 2019.

Tsunami berdampak pada lima kabupaten di Lampung dan Banten. Selain Pandeglang ada pula Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus.

Berikut ini infografis lengkap kronologi tsunami di Selat Sunda, dimulai dari letusan Gunung Anak Krakatau :

Bertahan hidup, mengapung 7 hari

TNI AL mengevakuasi seorang nelayan asal Rajabasa, Lampung Selatan di perairan Pulau Panjang yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau. Nelayan itu sudah tujuh hari mengapung di laut.

Nelayan bernama Ari Agus Arman Harianto (24) itu ditemukan anggota TNI AL saat melakukan survei Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dengan KR Rigel-933.
Korban ditemukan selamat meski kondisinya sangat lemah. Nelayan itu mengapung di laut hanya bermodal perahu bekas terjangan tsunami. Untuk bertahan hidup, korban mengandalkan sisa minuman kemasan yang ada di perahunya.

Baca juga  Baku tembak di Nduga Papua, TPNPB klaim tewaskan 5 anggota TNI

“Ari sempat bercerita, sebelum ditolong oleh KRI Rigel, dia berada di Pulau Panjang Lampung menyelamatkan diri dengan memegang bekas perahunya yang dihantam tsunami Gunung Anak Krakatau saat memancing ikan dan bertahan hidup memakan biji ketapang dan minum air mineral sisa-sisa yang mengapung di laut selama tujuh hari,” kata Danlanal Banten Kolonel (P) Laut Baroyo Eko Basuki dalam keterangan terlulis, Senin (31/12/2018).

Beruntung, nyawanya terselamatkan meski kondisinya terus melemah. Saat dievakuasi, nelayan itu langsung dibawa ke Dermaga Indah Kiat, Merak, untuk mendapatkan perawatan. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pulomerak agar kondisinya tak lagi lemah.

“Setelah terjadinya bencana alam tsunami Selat Sunda TNI AL terus berperan aktif melaksanakan evakuasi dan pertolongan dengan mengerahkan personel dan unsur kapal patroli serta mendirikan posko kesehatan,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here