Tragedi penyerangan pekerja di Papua, ini daftar korban dan kabar tewasnya seorang prajurit TNI

SOLORAYA.COM – Puluhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga akhir pekan lalu dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Polda Papua dan TNI pun telah mengirimkan tim untuk mengevakuasi para korban.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengatakan Selasa pagi ini (4/12/2018) diberangkatkan kembali anggota ke sana setelah sebelumnya kemarin dikerahkan personel gabungan ke lokasi. Namun, katanya, akibat jalan dihalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan pohon-pohon di sepanjang jalan, akhirnya tim pun kembali ke Wamena.

Ilustrasi. (Pixabay)

Pembunuhan itu diduga terjadi pada Minggu (2/12), sementara polisi menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIT, Senin (3/12/2018). Dari data yang diterima kepolisian, disebutkan 31 orang tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, KKB membunuh 24 orang pada hari pertama, sementara delapan orang berhasil menyelamatkan diri.

Namun, KKB kemudian menangkap lagi delapan yang selamat dan tujuh pekerja dibunuh. Satu orang yang selamat belum ditemukan dan tidak diketahui apakah berhasil melarikan diri.

Berikut ini data 24 identitas korban pembunuhan tersebut sebagaimana yang kami kutip dari Tempo:

  1. Jhony Arung
    2. Anugrah
    3. Alrpianus
    4. Muh. Agus
    5. Aguatinus T
    6. Martinus Sampe
    7. Dirlo
    8. Matius
    9. Emanuel
    10. Calling
    11. Dani
    12. Tariki
    13. Markus Allo
    14. Aris Usi
    15. Muh. Faiz
    16. Yusran
    17. Ayub
    18. Yosafat
    19. M.Ali Akbar
    20. Petrus Ramli
    21. Hardi Ali
    22. Efrandi Hutagaol
    23. Rikki Simanjuntak
    24. Marg Mare
Baca juga  Status Gunung Merapi "Waspada", ini infografis lengkapnya!!

Proyek jembatan Trans Papua dihentikan sementara

Akibat peristiwa tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono berencana akan menghentikan sementara pembangunan jembatan di ruas jalan Wamena sampai Mumugu, Papua.

Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers terkait pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua awal pekan ini.

“Seluruh pekerjaan pembangunan jembatan segmen 5 dari ruas Wamena, Haberna, Kenyam dan Mumugu dihentikan untuk sementara waktu,” ujar Basuki di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Tewasnya prajurit TNI

KKB ternyata tak cuma membunuh 31 pekerja di Distrik Yigi, tetapi juga menyerang Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. Akibat penyerangan itu, seorang anggota Yonif 755 tewas, dan seorang lagi luka tembak.

Kabar tersebut dibenarkan Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Infatneri Dax Sianturi. “Betul, satu anggota gugur dan satu luka tembak,” terang Dax Sianturi sebagaimana yang kami kutip dari CNNIndonesia, Selasa (4/12/2018).

Identitas anggota Yonif 755/Yalet yang tewas maupun luka tembak belum diketahui. Pun demikian jumlah pelaku penyerangan belum dapat diketahui.

Dax mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (3/12) pukul 18.30 WIT. Saat ini situasi di lokasi sudah dapat dikendalikan oleh pasukan gabungan TNI-Polri.

Misteri Egianus Kogoya

Dalang pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua diduga merupakan KKB pimpinan Egianus Kogoya. Demikian diungkapkan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi.

“Iya [Egianus] kita identifikasi seperti itu dari kelompok yang sama, kita identifikasi dari Mapenduma,” kata Aidi di Jakarta, Selasa (4/12/2018)

Baca juga  Pengakuan dan pernyataan keras kelompok Egianus Kogoya terkait pembunuhan pekerja Trans Papua

Kelompok Egianus sendiri dikenal kerap melakukan serangkaian serangan penembakan di wilayah Papua, seperti penyanderaan belasan guru dan tenaga kesehatan di wilayah Mapenduma, Nduga pada bulan Oktober 2018 kemarin.

“Jadi kelompok ini mereka yang melaksanakan penganiayaan dan pemerkosaan guru dan tenaga kesehatan di Distrik Mapenduma yah itu, kelompoknya sama,” kata dia.

Jauh sebelumnya, kelompok Egianus melakukan penyerangan terhadap lapangan terbang di Kenyam, Kabupaten Nduga, Agustus 2018. Dalam insiden itu, satu pilot Trigana Air terluka, empat orang warga sipil tewas dibunuh serta dua orang terluka.

Aidi menegaskan bahwa kelompok Egianus leluasa menebar teror di Papua karena memiliki senjata api standar militer yang dirampas dari pihak TNI/Polri maupun yang didapatkan secara ilegal.

Meski demikian, ia mengatakan belum bisa mengetahui persis jumlah senjata yang dimiliki kelompok tersebut.

“Dari data laporan intelijen yang kita terima, mereka memiliki senjata api. Senjata standar militer dan digunakan sejumlah senjata. Jumlahnya puluhan, kan standar militer standar NATO,” kata dia.

“Sebagian juga yang selama ini berhasil kita sita senjatanya pada saat kontak tembak ada yang indeks TNI Polri, ada juga yang bukan indeks TNI Polri, ini artinya berasal dari luar,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here