Suara misteri di langit Pantura, dari dugaan pesawat Antonov hingga penjelasan NASA

SOLORAYA.COM – Suara mendengung di langit yang gelap membuat geger warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, hingga Kabupaten Semarang. Pada saat suara tersebut muncul, warga tidak melihat apa pun selain gelap.

Sebelumnya diberitakan, suara mendengung dari langit yang menggegerkan warga di Jawa Tengah dipastikan berasal dari pesawat kargo. Putaran kencang baling-baling dan angin menimbulkan suara keras hingga membangunkan warga yang terlelap tidur.

Ilustrasi. (Pixabay)

Pakar penerbangan Alvin Lie mengaku telah mendengar informasi fenomena yang menggegerkan warga tersebut. Dia pun berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan jenis pesawat kargo yang suaranya terdengar warga mulai Cirebon hingga Semarang tersebut.

“Kurang jelas apakah itu Antonov (buatan Rusia) atau pesawat buatan China. Tadi di monitor teman-teman di FR24 (Flight Radar 24) itu pesawat baling-baling terbang dari Jakarta ke Melbourne,” kata Alvin, Jumat (14/12/2018).

Radar Cirebon bahkan memberitakan bahwa di situs Flight Radar 24, pada pukul 05.40 UTC atau 00.40 WIB, pesawat Antonov An-12BP dengan nomor registrasi UR-CGW melintas di langit Purwakarta, Jawa Barat, pada ketinggian 15.350 kaki. Pesawat terdeteksi hingga sekitar langit Subang pada empat menit kemudian.

Terlihat garis putus-putus saat pesawat diduga melintas di langit Subang hingga Kendal, Jawa Tengah. Pesawat kembali terdeteksi di Kendal dengan ketinggian terbang 23.000 kaki pada pukul 06.14 UTC atau 01.14 WIB.

Tak ada informasi dari mana pesawat itu lepas landas. Begitu pula tujuan akhir pesawat bernomor penerbangan UKL 4082 itu.

Informasi berikutnya, dari situs Flight Radar 24, pesawat bernomor penerbangan UKL 4082 terakhir terdeteksi di New South Wales, Australia. Belum ada informasi ke mana pesawat itu akan mendarat.

Untuk diketahui, pesawat Antonov merupakan pesawat buatan Oleg Konstantinovich Antonov. Ia adalah desainer pesawat terbang Rusia (dulu-Uni Soviet) dan kreator sejumlah pesawat terbang sipil dan militer, termasuk An-225 Mriya, sebuah raksasa setinggi gedung berlantai enam, dengan lebar sayap 88 m, mampu membawa beban 250 ton lebih dengan jarak tempuh 4.000 kilometer (sekitar 2.500 mil). Antonov merupakan pendiri dari Antonov ASTC, perusahaan pesawat terbang terkenal di Ukraina.

Baca juga  30 Makanan khas saat Imlek, lengkap dengan arti dan maknanya

Ia dilahirkan di Troitsy, sebuah desa dekat Moskow pada 7 Februari 1906. Dia lahir dari pasangan Kostantyn Kostantynonych Antonov, seorang insinyur sipil dan Hanna Yukhymivna Bykoryukina. Ibunya meninggal saat ia berumur 9 tahun. Sejak usia dini, Antonov terpesona dengan pesawat terbang dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya di bandara lokal dekat tempat tinggalnya. Antonov lulus dari Kalinin Leningrad Polytechnical Institute tahun 1930. Dia menjadi desainer utama pabrik Glider Moskow dan selama delapan tahun berikutnya, ia merancang lebih dari 30 glider yang berbeda.

Ketika perang dunia II berkecamuk, Antonov bergabung dengan kantor desain Yakovlev. Dia menghabiskan waktu dua tahun untuk mendesain pesawat petarung “Yak”, yang paling banyak digunakan Uni Soviet saat itu. Meskipun bekerja sebagai perancang pesawat militer, namun Antonov tidak pernah melupakan mimpinya untuk merancang pesawat sipilnya sendiri.

Seusai perang, Antonov pindah ke Novosibirsk untuk mengepalai kantor cabang pabrik penerbangan Yakovlev. Pesawat pertama yang dirancang oleh kantor Antonov dikenal sebagai An-2, yang mengambil penerbangan pertama pada tahun 1947. Saat itu, pesawat rancangan Antonov tersebut menjadi pesawat biplan terbaik di dunia, dan masih terbang hingga saat ini. Pesawat ini merupakan satu-satunya pesawat yang masih diproduksi massal selama lebih dari 50 tahun.

Pesawat buatan Antonov mendapatkan banyak pujian lantaran kemampuan mereka untuk lepas landas dari lapangan udara kecil, kemampuan manuver yang tinggi, kemampuan mengangkut kendaraan besar dan berat serta efektifitas biaya yang rendah. Selama 60 tahun bekerja, ia menulis sekitar 200 risalah, empat buku dan puluhan artikel yang dipublikasikan di majalah ilmiah. Dia memegang 72 paten penemuan. Atas jasanya tersebut, mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah Uni Soviet, seperti State Prize of the USSR (1952) dan Lenin Prize (1962), disamping sejumlah penghargaan lainnya.

Baca juga  Sandy Tumiwa ditangkap polisi karena narkoba, istrinya menjenguk dan bawakan mie ayam

Bantahan admin Twitter TNI AU
Namun, TNI Angkatan Udara lewat cuitan di akun Twitter resminya, @_TNIAU, menegaskan bahwa suara misterius itu bukan suara pesawat Antonov.

“Nope, pesawat AN-12 milik Ukraina tsb selama memasuki wilayah udara NKRI selalu termonitor berada di ketinggian 22.000 ft, dan ukurannya relatif tidak jauh berbeda dg pswt C-130 Hercules.
Secara teori fisika tdk akan mengeluarkan bunyi seperti yg sedang viral,” tulis Admin.

Penjelasan NASA
Suara misteri tersebut ternyata bukan hanya bukanlah yang pertama. Bunyi misterius ini terekam di banyak kesempatan di berbagai belahan dunia. Misalnya saja di Filipina, yang terjadi di kota Suralla, pada 13 November lalu.

Tak sedikit orang yang kemudian mengaitkan suara dari langit tersebut dengan kiamat atau suara pesawat alien (UFO).

Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menegaskan suara ‘misterius’ dari berbagai belahan dunia itu “tidak berasal dari pesawat makhluk asing”.

Lebih lanjut NASA mengungkapkan bahwa suara yang banyak diperbincangkan itu adalah “suara latar bumi, yang terjadi secara alami”.

“Jika manusia punya antena radio di tubuhnya, maka kita akan mendengar berbagai suara aneh, berbagai simfoni, yang keluar dari planet kita ini,” jelas seorang juru bicara NASA.

Menurut NASA, suara itu mungkin terdengar seperti suara latar film-film fiksi ilmiah, tapi suara yang didengarkan banyak orang tersebut, bukanlah fiksi ilmiah.

Lebih jauh lagi, fenomena suara latar bumi ini diungkapkan NASA, terjadi terus menerus. Namun, karena keterbatasan kemampuan pendengaran manusia, kita tidak bisa mendengarnya, kecuali jika volumenya sedang tinggi-tingginya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here