Rektor dipolisikan mahasiswa gara-gara melempar draf disertasi

SOLORAYA.COM – Gara-gara dilempar dengan draf disertasi, seorang mahasiswa program doktor di sebuah kampus di Pekanbaru, Riau tersinggung dan melaporkan si pelempar ke polisi. Mahasiswa yang jadi korban pelemparan itu diketahui bernama Komala Sari (35) sedang si pelempar adalah rektor kampus tersebut.

Kabar tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto. Laporan tersebut diterimanya pada 3 Oktober 2018. Sunarto menjelaskan rektor yang dilaporkan itu berinisial MR dan kasusnya tengah dipelajari oleh Dirkrimum.

Ilustrasi. (Pixaby)

“Iya, ada laporannya. Namun saya masih belum mendapat informasi perkembangan terakhir penanganan perkaranya,” kata Sunarto, Minggu (9/12/2018).

Sementara itu, Komala menjelaskan insiden yang hingga kini mengganggu upayanya dalam meraih gelar doktor bidang ilmu lingkungan itu terjadi pada awal Oktober 2018.

Baca juga  Penampakan pesona tabebuya di Kota Surabaya

Dikutip dari AntaraNews, insiden berawal ketika Komala bermaksud meminta tanda tangan sang rektor berinisial MR di ruangannya.

MR satu-satunya penguji yang belum memberikan persetujuan uji disertasi terlapor. Keduanya lantas berjumpa di ruangan kerja MR pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.
Pada saat membahas disertasi, topik pembahasan melebar ke perjanjian kontrak kerja sama antara MR dan Komala.

“Ketika membahas itu, tiba-tiba beliau melempar disertasi saya setebal lebih dari 250 halaman hingga mengenai tangan saya,” ujar Komala.

Komala menduga keributan itu dipicu oleh pembahasan kerja sama keduanya beberapa waktu lalu. Pelapor menjelaskan bahwa kerja sama itu berupa kegiatan pelatihan kepada mahasiswa selama 2 tahun. Namun, belakangan, kontrak kerja sama itu diputus begitu saja tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas.

Baca juga  Heboh, ada pedagang cilok mirip Shahrukh Khan

“Pada saat dia melempar disertasi saya dan mengatakan kalimat itu disaksikan Pembantu Rektor I,” tutur Komala

Sedangkan MR, saat dimintai konfirmasi terpisah, hanya menyatakan belum bersedia memberikan komentar terkait dengan laporan tersebut.

“Mohon maaf, besok saya berikan konfirmasinya, terima kasih,” ujar MR melalui pesan singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here