Ralat jumlah korban tsunami Selat Sunda dan fakta kerikil erupsi Gunung Anak Krakatau yang sudah sampai Kepulauan Seribu

SOLORAYA.COM – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sutopo Purwo Nugroho meralat jumlah korban meninggal akibat terjangan tsunami di Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu.


Informasi resmi awal, Rabu (26/12), menyebutkan 430 orang meninggal. Tapi pada Jumat (28/12) siang WIB, BNPB meralatnya jadi 426 orang.

Ilustrasi tsunami. (Pixabay)

Menurut Sutopo, jumlah korban meninggal diralat karena ada data ganda di perbatasan Serang dan Pandeglang, Banten.” Ada beberapa korban dicatat di Serang dan Pandeglang,” sebut Sutopo sebagaimana dilansir DetikNews.

Adapun soal status tanggap darurat, Sutopo menyatakan baru bisa diketahui pada Sabtu (29/12) ini. BNPB dan pihak berwenang lain, termasuk pemerintahan Banten dan Lampung, mesti mengevaluasi fakta di lapangan untuk menentukan apakah status darurat diperpanjang atau dihentikan.

“…kemungkinan masa tanggap darurat di Lampung Selatan akan diperpanjang,” kata dia.

Kerikil Krakatau

Baca juga  Jadi pengedar, Zul 'Zivilia' terancam hukuman mati atau seumur hidup

Sementara dampak erupsi gunung anak Krakatau di Selat Sunda beberapa hari belakangan terasa sampai ke perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Dua pulau di kepulauan tersebut menerima kerikil hasil erupsi gunung anak Krakatau.

Koordinator Pesisir Lingkungan Hidup Pulau Seribu Surya Ismail menyatakan dua pulau yakni Pulau Harapan dan Pulau Kepala dipenuhi material gunung anak Krakatau berupa kerikil.

“Di Pulau Harapan sudah agak menipis sementara yang agak tebal di Pulau Kepala. Terus terang ini pertama kali ini menerima kiriman kerikil,” kata Surya sebagaimana dilansir Liputan6, Sabtu (29/12).

Surya menyebut kerikil yang ada di sekitar pulau sebesar biji kacang hijau dan datang di perairan bukan lewat udara. “Datang dari tanggal 26 pagi, sudah tiga hari. Ini pecahan kerikil seperti kacang hijau terapung di laut bukan dari udara,” ujarnya.

Lebih lanjut Surya menambahkan, pihaknya sudah membersihkan kerikil sebanyak 95 kubik di Pulau Harapan. “Pulau kelapa sudah seratus kubik lebih,” katanya

Baca juga  Begini penjelasan Neno Warisman terkait puisi yang dibacanya dalam Munajat 212

Surya sebagaimana yang juga dilansir Merdeka menyatakan pihaknya sudah menerjunkan puluhan petugas ke lokasi temuan material gunung anak Krakatau. “Pulau Harapan ada 13 petugas Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dan 12 petugas PPSU. Pulau Kelapa ada 19 petugas Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dan 12 petugas PPSU,” ujarnya
Dia menargetkan pada tahun baru semua kerikil di perairan sudah bersih. “Target kita tahun baru bisa beres, mudah-mudahan tidak ada (erupsi) lagi,” ucapnya

Meski dikepung banyak kerikil gunung anak Krakatau, Surya menyebut hal itu tidak mengganggu aktivitas warga maupun nelayan. “Kerikil terus terang tidak mengganggu, nelayan juga tidak (terganggu),” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here