Puluhan pelajar SD di Sukabumi keracunan bubur ayam Progras, ini gejalanya!!

SOLORAYA.COM – Usai menyantap bubur ayam, 70 pelajar Sekolah Dasar di Bantargebang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat keracunan, Senn (4/12/2018).

Untuk diketahui, bubur ayam yang disantap para pelajar tersebut merupakan makanan yang diberikan pihak sekolah dalam rangka Program Gizi Anak Sekolah (Progras).

Ilustrasi (Pixabay)

Kepala Puskesmas Bantargadung, Yayu Sriwahyuni mengatakan seluruh pelajar yang mengalami keracunan telah menjalani perawatan. Saat ini mereka sudah pulang, sementara tersisa 14 pelajar yang masih dirawat.

“Ada sekitar 70 pelajar yang diduga mengalami keracunan dan seluruhnya sudah menjalani perawatan,” ujar Yayu di Sukabumi.

Gejala keracunan tersebut berawal dari pihak SD yang sedang melaksanakan Progras di sekolah dengan memberikan sarapan bubur kepada para pelajarnya.

Baca juga  Daftar lengkap UMK 2019 di Jawa Tengah

Awalnya, kondisi para pelajar baik-baik saja. Namun beberapa saat setelah menyantap bubur tersebut tiba-tiba mereka mengalami pusing, mual, muntah, hingga buang air besar.

Pihak sekolah pun panik mengetahui hal itu. Para pelajar kemudian langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Progras yang telah berjalan selama 100 hari itu dilaksanakan di lima sekolah di Desa Bantargadung. Namun, hanya SD Bantargebang saja yang pelajarnya mengalami keracunan.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi sudah diturunkan untuk melakukan pendataan dan mencari tahu penyebab terjadinya gejala keracunan itu. Mereka mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh para pelajar.

“Petugas sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium, dan hasilnya bisa diketahui lima hari ke depan, namun dugaan awal penyebabnya akibat mengkonsumsi pangan,” katanya sebagaimana dilansir AntaraNews.

Baca juga  Viral nan heboh: Ketika Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo...

Hingga artikel ini ditulis, petugas puskesmas dan Dinkes masih melakukan observasi terhadap belasan pelajar yang diduga mengalami keracunan itu. Sementara itu masih ada beberapa pelajar yang datang ke puskesmas karena kondisi kesehatannya menurun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here