Kronologi anggota TNI dikeroyok juru parkir hingga Mapolsek Ciracas diserang gerombolan berambut cepak

SOLORAYA.COM – Mapolsek Ciracas diserang massa tak dikenal pada Selasa (11/12/2018) malam. Polisi menduga penyerangan Mapolsek Ciracas terkait dikeroyoknya anggota TNI oleh juru parkir di depan pertokoan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur beberapa hari sebelumnya.

Pengeroyokan itu terjadi di area parkir pertokoan Arundina, Jalan Raya Lapangan Tembak, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Keributan terjadi tepatnya di depan toko Soto Kudus.

(YouTube)

Seorang warga, R, mengatakan juru parkir yang terlibat pengeroyokan itu merupakan juru parkir liar. Dia tidak memakai seragam parkir DKI.

“TNI lagi makan di soto. Belum beres makan kayaknya sama anak kecil. Tiba-tiba ribut di situ sama tukang parkir. Tukang parkir liar gitu nggak pakai seragam sih,” kata R sebagaimana yang diberitakan DetikNews.

Juru parkir yang terlibat pengeroyokan itu setiap hari ada di lokasi. Dia biasanya mengatur parkir sejak siang.

“Dia emang parkir di sini tiap hari. Di kompleks ini di tengah sini. Pukul 12.00 ke atas atau pukul 13.00-14.00 WIB itu bagian dia, shift mereka itu. Kalau pagi (petugas parkir) pakai baju DKI,” ujar R.

R mengatakan perkelahian lalu terjadi di bawah pohon. Motor ditinggalkan di halaman toko.

“Tadinya satu lawan satu. Akhirnya dipegangin tuh TNI sama tukang parkir. Kata parkir yang melerai itu, ‘Sudah.’ TNI bilang, ‘Udah-udah.’ Tapi orang parkir itu emosi,” ujarnya.

Peristiwa pengeroyokan ini bermula saat seorang anggota TNI AL bernama Komarudin bersama anaknya sedang memarkirkan motornya di Indomaret Arundina. Di saat yang sama, anak TNI tersebut melihat knalpot motor ayahnya mengeluarkan asap.

Mengetahui hal ini, anggota TNI itu kemudian memeriksa bagian mesin motornya. Saat anggota TNI itu sedang memeriksa motornya, tiba-tiba saja seorang tukang parkir datang dan menggeser motor milik anggota TNI hingga membentur kepala Kapten Komarudin.

Sontak Kapten Komaruddin langsung menegur juru parkir tersebut. Juru parkir tersebut tidak terima atas teguran Kapten Komarudin yang kemudian berujung percekcokan mulut antar keduanya.

Melihat percekcokan mulut tersebut, sejumlah rekan dari juru parkir ini langsung menghampiri dan mengeroyok Kapten Komarudin.

Beberapa saat, ada seorang anggota TNI AD yang diketahui bernama Pratu Rivonanda melihat kejadian ini. Pratu sebagaimana dilansir Liputan6 langsung berhenti dan mencoba melerai aksi pengeroyokan ini. Pratu Rivonanda melihat Kapten Komarudin dikeroyok oleh tujuh hingga sembilan orang warga.

Bukannya berhasil meredakan amarah, Pratu malah turut menjadi korban atas aksi anarkis itu.

“Anggota TNI itu enggak mukul, tapi justru tukang parkir yang agresif sehingga ada keributan,” ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Timur.

Pratu beberapa kali harus merelakan tubuhnya menerima bogem mentah dari para tukang parkir yang sedang gelap mata itu. Akhirnya Pratu berhasil menyelamatkan Kapten Komarudin dan anaknya dengan sepeda motor.

Malam mencekam di sekitar Arundina
Mansur (32) masih ingat betul saat dia dan warga sekitar Arundina, Ciracas, Jakarta Timur, mendengar bising deru motor sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa, 11 Desember 2018.

“Kejadiannya sangat cepat, mereka datang bergelombang. Perawakan tegap dan rambut cepak,” tutur mansur, Rabu (12/12/2018).

Massa yang semua berjumlah puluhan seketika bertambah dan mencapai sekitar 200 orang. Mereka tiba-tiba menuju kawasan rumah penduduk di seberang swalayan tempat kejadian pemukulan.

Baca juga  Orang yang sudah meninggal masih bisa bergerak, bersuara, melahirkan dan meledak, begini penjelasan medisnya!

Tanpa ba-bi-bu, gerombolan tersebut langsung menghajar warga yang tengah berjaga di pos kamling. Ada tiga orang di pos tersebut, termasuk Ketua RW setempat yang menjadi korban.

“Ada satu warga yang luka parah, diduga dihantam bata karena ada ceceran pecahan bata di pos kamling,” terang Mansur sebagaimana dilansir Liputan6.

Warga yang terluka tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan karena luka robek di kepala.

Tidak hanya itu, massa yang beringas pun hampir merusak mobil Polisi Militer. “Pimpinan TNI yang hadir di lokasi dan menenangkan, mereka acuhkan,” kata Mansur.

Sekitar pukul 23.00 WIB, massa berangsur meninggalkan lokasi. Mereka berpindah ke Polsek Ciracas untuk bertemu dengan kelompok preman yang mengeroyok anggota TNI AL.

Namun sayang, aksi massa berakhir ricuh dah mengakibatkan Polsektor Ciracas dibakar.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, saat ini kasus pembakaran Polsek Ciracas ditangani oleh Polda Metro Jaya.

“Sudah dalam penyelidikan Ditkrimum dan Polres Jaktim,” katanya kepada Merdeka, Rabu (12/12/2018).

Berdasarkan informasi, ada sembilan unit mobil di sekitar Polsek Ciracas juga ikut dibakar dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, tujuh narapidana penahanannya dipindah ke Rutan Polda Metro.

Saat ini, kantor Polsek Ciracas ditutup dengan tripleks. Sejumlah polisi masih keluar masuk mapolsek hingga pagi tadi.

Wartawan jadi korban

ER seorang jurnalis CNN Indonesia TV yang berstatus kontributor dan RF jurnalis Kumparan meliput aksi sekelompok massa yang menyerang kantor Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Ketika itu jalan di sekitar Mapolsek Ciracas, Jalan Raya Bogor diblokade atau ditutup oleh massa yang rata-rata berbadan tegap dan rambut cepak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim AJI Jakarta, ER dan RF sempat mengatur jarak dari massa yang sedang marah. Mereka merekam kejadian itu. Selang beberapa saat, tiba-tiba massa bertambah banyak dan mengamuk dengan memecahkan kaca jendela, merusak kendaraan yang terparkir.

Melihat massa yang banyak dan mengamuk, korban bersama beberapa anggota Polsek berlindung di belakang garasi mobil. Massa pun datang memecahkan kaca ruangan dekat garasi mobil tersebut. Mereka berteriak; “Keluarkan tahanan..! keluarkan tahanan..!!!”

“Kami sempat ditanya, diinterogasi, dari mana? dari mana?” ujar ER kepada tim AJI Jakarta.

Namun mereka berdua tidak mengaku jurnalis, karena massa yang bertanya sedang mengamuk. Massa ini melarang orang merekam kejadian.

“Saya dan RF mengaku sipil, kami enggak mengaku wartawan, karena kalau mengaku sebagai wartawan, kami habis di situ. Soalnya HP, kamera nggak boleh keluar, benda-benda itu enggak boleh keluar dari kantong,” kata ER.

Kata ER, mereka memukul anggota Polisi. “RF kena pukul juga di bagian jidat, pelipis matanya robek dan banyak keluar darah. Saya coba rangkul RF supaya pendarahan di kepalanya itu nggak keluar lagi,” katanya.

Selain itu, ER mengalami kerugian, tasnya berisi laptop dibakar oleh massa. Setelah melobi beberapa orang di antara massa, akhirnya ER dan RF pun diizinkan keluar dari area Mapolsek Ciracas. Mereka berlindung di salah satu rumah warga sekitar.

Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengatakan, selain bisa dijerat dengan pasal pidana KUHP, pelaku intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis bisa dijerat Pasal 18 UU Pers karena mereka melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalang-halangi kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalistik. Ancamannya hukuman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Baca juga  Detik-detik lengkap menegangkan saat Mapolsek Ciracas dirusak hingga terbakar

“Maka dari itu, kami mendorong jurnalis yang menjadi korban dan perusahaan pers melaporkan tindakan kekerasan ini ke kepolisian,” kata Erick.

Selain itu, AJI Jakarta juga mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap wartawan tersebut. Hal ini dilakukan agar kasus serupa tak terulang di masa depan. Kekerasan terhadap jurnalis berulang karena pelaku dalam kasus sebelumnya tidak diadili.

“Kami mendesak aparat Kepolisian untuk mengusut kasus kekerasan terhadap jurnalis ini hingga tuntas tanpa pandang bulu,” katanya.

Pengeroyok anggota TNI ditangkap

Polisi telah menangkap satu pelaku pengeroyok anggota TNI di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (10/11/2018) lalu.

“Tadi pagi, pukul 08.30 WIB dari Polres dan Polsek (Ciracas) dan dibantu Polda Metro Jaya berhasil menangkap satu pelaku. Satu orang yang melakukan pemukulan terhadap korban di daerah Cibubur,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/12/2018).

Argo sebagaimana dilansir Kompas mengatakan, pelaku berinisial AP dan merupakan seorang juru parkir di Ciracas, Jakarta Timur. “Tadi pagi kami tangkap di rumahnya, yang bersangkutan masih tidur kami tangkap kemudian kami bawa ke Polda Metro Jaya” kata dia.

“Pelaku berinisial AP ini perannya sesuai tadi, interogasi awal adalah dia memegang korban dan kemudian ikut melakukan pemukulan,” lanjutnya.

Argo melanjutkan, selain AP, ada tersangka lain berinisial I, H, dan D yang hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Tiga orang ini masih kami cari, segera akan kami lakukan penangkapan. Peran mereka masing-masing sudah kami ketahui dari pelaku AP ini,” ujar Argo.

Tindak tegas

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta oknum aparat yang terlibat dalam pembakaran Mapolsek Ciracas ditindak tegas melalui proses hukum. Kepolisian sampai saat ini belum berhasil mengidentifikasi massa yang merusak dan membakar Polsek Ciracas pada Rabu dini hari lalu.

Wiranto menyatakan tindakan penyerangan itu sudah menjadi bukti kuat bahwa oknum aparat itu tak menaati aturan yang berlaku.

“Kalau ada peristiwa, seandainya atau diduga ini merupakan oknum yang tidak menaati, tidak setia pada pemerintah ditindak tegas aja. Ada hukumnya, ada undang undang-undangnya, ada peraturannya, tegas aja,” kata Wiranto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Mantan Panglima ABRI itu menegaskan tiap personel keamanan, baik TNI maupun Polri harus patuh dan tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia

Wiranto juga tak menginginkan insiden tersebut menimbulkan gesekan dan permusuhan antara TNI dan Polri. Ia menegaskan kondisi Indonesia akan tetap aman bila TNI dan Polri bersatu.

“Intinya jangan sampai antar aparat kita, aparat keamanan itu bermasalah. Negeri ini bisa aman kalau aparat keamanan kita menyatu,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here