Komet Natal bakal dapat dilihat akhir pekan ini

SOLORAYA.COM – Akhir pekan ini, komet Wirtanen (46P) akan cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang. Komet akan bergerak relatif cepat di langit.

Sebagaimana yang dikutip dari BGR, 15 November 2018, jarak terdekat Wirtanen dengan Bumi yaitu 11,7 km. Ia juga dijuluki komet Natal karena waktu kemunculannya dekat dengan hari raya umat Kristiani.

Ilustrasi. (Pixabay.com)

46P akan mencapai titik terdekat ke Bumi hanya beberapa hari setelah perihelion – titik di orbit komet yang paling dekat dengan Matahari.

Menurut ilmuwan, Wirtanen diperkirakan akan mencapai magnitude 3, yang akan membuatnya mudah dikenali menggunakan teleskop atau teropong, dan bahkan bisa membuatnya terlihat dengan mata telanjang.

Jika terlihat pada 16 Desember, komet akan muncul di sekitar gugus bintang Pleiades, yang juga dikenal sebagai Seven Sisters. Kemungkinan wujudnya akan cukup samar jika dengan mata telanjang, dekat dengan rasi Orion di langit malam.

Syarat dapat foto maksimal
Karena itu, siapa pun yang berharap gambar 46P menggunakan lensa telefoto, harus memilih waktu pencahayaan yang lebih pendek sekitar 10 detik.

Laman Mirror yang dikutip VivaNews memberitakan, Wirtanen diperkirakan akan muncul setelah gelap. Jika di Inggris, itu sekitar pukul 16:30 GMT atau 22.30 WIB.

Baca juga  Fakta-fakta menarik pemutaran perdana 'Dilan 1991': Tiket ludes, 791 layar, dan didemo

Sejumlah sumber menyebutkan, Wirtanen dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, wujudnya kemungkinan berupa pendar cahaya atau objek samar dengan sinar kebiruan.
Selain muncul akhir pekan ini, sumber lain dari Comet Watch menyebutkan, Wirtanen akan mendekat kembali pada Januari di Camelopardalis (rasi bintang di utara) sebelum pindah ke Ursa Major.

Ilmuwan berpendapat, “Komet ini akan terus menjadi objek teropong hingga Februari hingga Maret untuk pengamat belahan bumi utara saat batu es kecil memudar lebih jauh.”

Apa itu komet?

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong, parabolis, atau hiperbolis.

Istilah “komet” berasal dari bahasa Yunani, kometes (κομήτης) yang berarti “rambut panjang”. Istilah lainnya adalah bintang berekor[3] yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip ‘kukus’ atau berdebu. Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.

Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan eko. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang “ekor” komet dapat mencapai jutaan km Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.

Baca juga  Foto-foto lengkap kedatangan Marc Marquez di Bandung

Komet dapat dilihat ketika masih jauh dari matahari, bagian yang pertama kali dilihat adalah inti komet. Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.
Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya dikarenakan adanya gesekan-gesekan atom-atom di udara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here