Kisah ABK berhasil kabur setelah disandera Abu Sayaf

SOLORAYA.COM – Usman Yunus (30),┬áseorang anak buah kapal asal Indonesia yang diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah, Malaysia dikabarkan berhasil kabur dari penyanderaan.

ABS-CBN, Kamis (6/12) memberitakan, Yunus kabarnya ditemukan oleh agen intelijen dari gugus tugas Komando Mindanao Barat Angkatan Bersenjata Filipina di Desa Bual, Kota Luuk, Kepulauan Sulu. Belum jelas bagaimana dia bisa kabur dari penyanderanya, tetapi kabarnya dia lari berjam-jam sebelum mencapai wilayah aman.

kabur. (Pixabay)

Juru Bicara Komando Mindanao Barat, Letnan Kolonel Gerry Besana mengatakan, Yunus dan Saguni yang merupakan nelayan diculik saat kapal mereka dirompak oleh gerombolan Abu Sayyaf ketika melaut pada 11 September lalu. Dua rekan mereka lolos karena bersembunyi di kapal.

Baca juga  Tol Bocimi akhirnya dioperasikan setelah 21 tahun mangkrak, gratis seminggu...

Lebih lanjut Besana menyatakan bahwa saat sejumlah agen intelijen tempur mereka melihat Yunus, dia langsung dibawa ke markas Satgas Terpadu Kepulauan Sulu. Setelah diperiksa kesehatannya, Yunus kemudian dibawa ke Kota Zamboanga.

Menurut Besana, mereka saat ini masih mencari keberadaan Saguni yang masih ditawan kelompok Abu Sayyaf.

Samsul Saguni dan Usman Yunus berasal dari Sulawesi Barat. Keduanya bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I, saat diculik.

Kelompok Abu Sayyaf sempat menuntut tebusan sebesar 1,3 juta dolar Singapura atau setara Rp14,3 miliar untuk Yunus dan Saguni.

Kelompok Abu Sayyaf, juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya, adalah sebuah kelompok separatis yang terdiri dari milisi yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here