Ini video Habib Luthfi marah karena diteriaki ‘2019 ganti presiden’ dan penjelasan panitia Haul

SOLORAYA.COM – Beberapa waktu lalu Kota Solo dikunjungi banyak orang hingga pemerintah daerah setempat memberlakukan rekayasa lalulintas. Ya, itu terjadi saat ada acara yang masuk dalam agenda wisata religi di Kota Solo, Peringatan wafat atau Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi pada 28-30 Desember 2018.


Pada hari pertama, terlihat ribuan tamu sudah memadati area Masjid Riyadh, lokasi pelaksanaan haul. Adapun agenda pada hari pertama ialah rauha selepas salat asar. Dalam acara tersebut, dibacakan petuah-petuah warisan Habib Ali.

Habib Luthfi. (Twitter)

Di luar acara inti, para tamu juga menyempatkan diri berziarah di makam yang berada di sisi selatan Masjid Riyadh. Mereka biasanya membacakan tahlil sambil duduk mengitari makam.

“Hampir setiap tahun ke sini. Beliau kan dikenal dengan Maulid Simtuddurornya. Majelis kami sering membacakan itu,” kata salah satu peserta dari Jember, Wahyudi saat ditemui di sekitar masjid, Jumat (28/12/2018) malam.

“Ini tadi ziarah ke makam keturunan Habib Ali. Beliau adalah orang yang mulia, wajar kalau yang datang dari berbagai penjuru,” kata peserta lain asal Kuningan, Jawa Barat, Baihaqi.

Untuk diketahui, Masjid Riyadh hanyalah masjid kecil dengan zawiyah atau tempat untuk majelis ilmu di pojokan masjid. Karena terbatasnya tempat, para tamu haul membeludak sampai ke sepanjang Jalan Kapten Mulyadi.

Meski kecil, masjid ini memiliki nilai yang agung bagi para peserta haul. Terdapat tiga makam di Masjid Riyadh, yakni makam Habib Alwi bin Ali, Habib Ahmad bin Ali dan Habib Anis bin Alwi. Mereka adalah keturunan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Ayah Habib Ali merupakan mufti di Kota Mekkah, Arab Saudi.

Nama Habib Ali dikenal tak hanya di Indonesia, namun sampai di berbagai negara. Haulnya setiap tahun juga diikuti peserta dari berbagai belahan dunia.

Habib Ali ialah ulama pengarang Maulid Simtudduror yang berisi kisah Nabi Muhammad sejak lahir beserta kisah tentang akhlak nabi. Maulid Simtudduror hingga kini masih dibacakan di berbagai negara.

Baca juga  Fakta-fakta sosok pengusaha kaya raya pemesan Vanessa Angel

Habib Ali lahir dan wafat di Yaman. Tiga putranya datang ke Indonesia untuk melakukan dakwah, yakni Habib Muhammad, Habib Ahmad dan Habib Alwi. Namun salah satu putra Habib Ali, yakni Habib Muhammad pulang ke Yaman. Sedangkan Habib Ahmad dan Habib Alwi menetap di Indonesia untuk berdakwah hingga wafat.

Habib Alwi lah yang pertama kali membangun Masjid Riyadh untuk berdakwah. Setelah meninggal, dakwahnya dilanjutkan putranya, Habib Anis kemudian kini cucunya, Habib Hasan.

Habib Lutfi marah
Belakangan ini beredar video ulama Habib Luthfi bin Yahya memarahi sekelompok orang yang berteriak 2019 Ganti Presiden. Video diketahui direkam setelah acara haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Solo berakhir pada pekan kemarin.

Dalam video tersebut terlihat sekelompok orang meneriakkan ‘2019 ganti presiden’ di dalam sebuah bangunan. Dalam potongan video berikutnya tampak Habib Luthfi berbicara menghadap sekelompok orang. Terdengar Habib Luthfi menanyakan tentang upah dan kemudian memberikan nasihat.

“Haul adalah haul, bukan yang lain. Dapat upah berapa kalian? Jangan kotori haul ini! Jangan kotori haul ini!” kata Habib Luthfi dalam video berdurasi 33 detik itu.

Usai insiden tersebut, Habib Luthfi membalikkan badan dan melanjutkan perjalanan. Sementara sekelompok orang itu berteriak mengucapkan selawat nabi.

Penjelasan panitia

Salah seorang panitia Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, Habib Ali bin Hasan Al Habsyi. Habib Ali bin Hasan membenarkan Habib Luthfi hadir dalam acara haul. Dia juga membenarkan adanya insiden tersebut.

Namun, dia memastikan peristiwa itu terjadi bukan di area Masjid Riyadh, pusat diselenggarakannya haul.

“Habib Luthfi hadir. Saya sudah lihat videonya. Memang ada kejadian itu, tapi sudah di luar acara haul,” kata Habib AHabib Ali juga mengklarifikasi anggapan bahwa Habib Luthfi marah atas kehadiran Sandiaga Uno di acara Haul Habib Ali. Habib Luthfi marah karena tidak ingin acara haul dikaitkan dengan isu politik.

Baca juga  Sopir digoda hantu hingga mobilnya masuk kuburan, ternyata begini kisah sesungguhnya…

“Habib Luthfi datang hari Minggu, Sandi datang hari Sabtu, jadi nggak ketemu. Kalau Habib Luthfi tidak setuju (dengan kehadiran Sandiaga), pasti tidak akan datang ke haul. Beliau pun marah karena tidak mau acara haul dikotori dengan politik,” katanya.

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947 tanggal lahirnya bertepatan dengan 27 Rajab 1367 H) adalah pendakwah (syekh) kelahiran Kota Pekalongan berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi ketua MUI Jawa Tengah.

Habib Luthfi Bin Yahya pernah mondok di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara yang pada saat itu di asuh oleh KH.Abdullah Hadziq bin HasbullahPendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Salafiah. Guru-gurunya di Madrasah itu di antaranya:

Selanjutnya pada tahun 1959 M, ia melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan di negara-negara lainnya. Ia menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari guru-guru tersebut ia mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan ia juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Berikut ini videonya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here