Habib Bahar ditahan atas dugaan kasus penganiayaan anak

SOLORAYA.COM – Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan terhadap anak. Penetapan tersangka terhadap pria yang akrab disebut Habib Bule ini setelah Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, kini Bahar ditahan di Mapolda Jabar untuk proses hukum lebih lanjut.

Habib Bahar bin Smith. (Twitter)

“Untuk tersangka BS (Bahar) sudah dilakukan penahanan di Polda Jabar untuk proses hukum,” ujar Irjen di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018) malam.

Menurut Agung, penetapan Habib Bahar sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik. Agung menyebut Habib Bahar sudah terbukti menganiaya korban.

Lebih lanjut Agung menjelaskan dalam kasus ini polisi juga telah menetapkan lima tersangka selain Habib Bahar. Kelimanya diduga terlibat kasus penganiayaan tersebut.

“Dari kasus ini kita sudah menetapkan lima orang tersangka, dua orang sudah ditahan di Polres Bogor,” kata Agung.

Polisi seperti dilansir DetikNews, menjerat BS dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Iya pasal berlapis,” ucap Agung.

Kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (1/12) lalu. Peristiwa terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beberapa postingan di Twitter juga beredar video dugaan penganiayaan tersebut.

Dua orang yang menjadi korban adalah MHU (17) dan ABJ (18). Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12) dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr.

Baca juga  Puluhan pelajar SD di Sukabumi keracunan bubur ayam Progras, ini gejalanya!!

Kabar penahanan terhadap Habib Bahar ini menuai komentar pedas di media sosial, bahkan namanya sempat menjadi trending topic di Twitter.

Salah satunya adalah politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia. Hukum telah dijadikan alat kekuasaan, alat menakuti oposisi n suara kritis. Selain itu tentu tindakan penahanan ini ancaman thd demokrasi. Kezaliman yg sempurna. #rezimtanganbesi,” tulis Fadli.

Bukan kali ini Habib Bahar harus berurusan dengan pihak kepolisian. Sebelumnya, Bahar menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan ujaran kebencian pada Presiden RI Joko Widodo Kamis (6/12). Usai pemeriksaan, tim kuasa hukumnya mengklaim Bahar ditetapkan sebagai tersangka. “Hasilnya beliau (Bahar) ditetapkan tersangka,” kata salah satu kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar, Kamis (6/12) malam.

Bahar sebagaimana dilansir Republika, diduga melanggar sesuai pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI No 40 Th 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Habib Bahar bin Smith lahir di Manado, 23 Juli 1985. Bahar menurut Wikipedia, merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Baca juga  Inilah daftar lengkap pemenang Panasonic Gobel Awards 2018

Bahar dikenal sebagai seorang pendakwah yang disebut-sebut sering memprovokasi massa, namun isi ceramahnya tegas dan menyejukan. Pada setiap ceramahnya, dia selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Laskar Pembela Islam dan Front Pembela Islam, namun tidak jarang pula didampingi oleh Barisan Ansor Serbaguna ketika dia berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Nahdlatul ‘Ulama.

Bahar bin Smith lahir di Manado, Sulawesi Utara sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara. Dia berasal dari keluarga ArabHadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith. ayahnya bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith (w. 17 Oktober 2011), sedangkan ibunya bernama Isnawati Ali. Bahar mempunyai enam orang adik, tiga di antaranya adalah Ja’far bin Smith, Sakinah Smith, dan Zein bin Smith.

Pada tahun 2009, Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits bernama Fadlun Faisal Balghoits. Dari pernikahannya dengan Fadlun, Bahar dikaruniai empat anak: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith.

Anak terakhirnya, Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018. Bahar memberikan nama Muhammad Rizieq Ali kepada anak terakhirnya atas penghormatan kepada gurunya, Muhammad Rizieq Shihab, dan bentuk tawassul kepada leluhurnya, Ali bin Abi Thalib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here