Habib Bahar bin Smith jadi tersangka, tidak ditahan karena ini….

SOLORAYA.COM – Pihak kepolisian membenarkan telah meningkatkan status penceramah Habib Bahar bin Ali bin Smith (HBS) menjadi tersangka pada Kamis (6/12/2018) kemarin. Meskipun statusnya sudah jadi tersangka kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis, tapi pria yang akrab disebut dengan Habib Bule ini tidak ditahan.

Sekadar kilas balik, Habib Bahar Bin Ali bin Smith dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan diri ‘Jokowi Mania’. Pria yang beken disebut dengan Habib Bule tersebut dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap simbol negara.

Habib Bahar. (YouTube)

Habib Bahar Smith dilaporkan atas pernyataannya tentang Jokowi dan tersebar di media sosial dalam bentuk video.“Intinya reaksi kami sebagai warga Indonesia melihat video yang buat saya itu menghina simbol negera,” ujar Ketua Jokowi Mania Rahmat.

Rahmat juga membawa sejumlah barang bukti berupa video, link video, dan akun YouTube yang mengunggah video yang dianggapnya menghina presiden Joko Widodo.

Sekjen Jokowi Mania (Joman), La Kamarudin menganggap Habib Bahar telah melakukan kejahatan terhadap penguasa umum, kejahatan tentang diskriminasi ras dan etnis, serta ujaran kebencian.

“Barang buktinya, pertama, adalah video yang lagi viral dan beberapa video lain. Itu kita masukkan ke dalam flashdisk,” kata Kamarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Laporan tersebut sebagaimana diberitakan OkeZone, diterima oleh Bareskrim Polri dengan nomor registrasi LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tetanggal 28 November 2018.

Tanggapan Habib Bahar

Habib Bahar dalam acara reuni aksi 212 di Monas pada 2 Desember 2018 lalu sempat mengatakan bahwa video yang dijadikan dasar pelaporan tersebut adalah dokumentasi ceramahnya.

“Kenapa saya katakan ‘Presiden banci’? Makanya, kalau nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong,” ucap Habib Bahar.

Baca juga  Klarifikasi lengkap kuasa hukum Habib Bahar soal isi ceramah yang dianggap rasis

Dia menyebut ucapannya itu berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411. Menurutnya, saat itu para ulama ditembak gas air mata.

“Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata karena ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi,” kata Habib Bahar.

Habib Bahar kemudian kembali menyampaikan tidak akan meminta maaf atas apa yang diucapkannya. Dia memilih busuk di dalam penjara daripada harus meminta maaf.

“Maka saya sampaikan. Jikalau dalam beberapa hari ke depan, beberapa minggu ke depan, saya ditangkap karena membela rakyat yang susah, kalau saya ditangkap, dipenjara, berjanjilah kalian, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan. Siap lanjutkan perjuangan?” ucap Habib Bahar seperti yang diberitakan DetikNews.

Diperiksa dan jadi tersangka

Kamis 6 Desember 2018, Habib berambut gondrong ini memenuhi panggilan dari kepolisian. Setelah diperiksa selama 10 jam, statusnya menjadi tersangka.

Peningkatan status itu dilakukan setelah penyidik melangsungkan gelar perkara.

“Benar bahwa hasil gelar perkara penyidik, HBS telah ditetapkan sebagai tersangka, telah dilakukan pemeriksaan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018).

Bahar dan pengacaranya kata Syahar, juga telah menandatangani berita acara pemeriksaan. Syahar pun membenarkan bahwa penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Bahar.

“HBS telah kembali,” tuturnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar mengatakan mengatakan pihaknya belum memutuskan langkah hukum yang akan ditempuh dalam menyikapi penetapan Bahar sebagai tersangka ini.

Dia juga mengaku belum mengetahui apakah pihaknya akan mengajukan praperadilan atau tidak. Aziz berkata, pihaknya akan berdiskusi lebih dahulu.

Baca juga  'Jokowi Mania' laporkan Habib Bahar ke polisi

“Belum (memutuskan ajukan praperadilan), masih diskusi dulu,” tuturnya di kantor sementara Bareskrim, Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (6/12/2018).

Bahkan, Aziz merasa proses hukum terhadap kliennya terkesan dipaksakan. Mereka merasa ada yang ingin Habib Bahar cepat dipenjara.

“Bahwa proses hukum terhadap Habib Bahar terkesan dipaksakan dan sengaja dipercepat seolah ada pihak yang berkeinginan dengan cepat menjebloskan Habib Bahar kke penjara dan membungkam dakwah Habib Bahar bin Smith,” kata Aziz sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Aziz mengatakan sudah berkali-kali kasus yang dituduhkan kepada seorang habib terkesan dipaksakan. Dia menyebut perlakuan serupa dialami Habib Rizieq Syihab, Habib Haidar, Habib Mahdi Shahab, Habib Syukri Baraqbah, dan lainnya.

Tidak ditahan

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, Habib Bahar tidak ditahan karena berbagai pertimbangan. “HBS memang sudah tersangka, tapi tidak ditahan, pertimbangan subyektif penyidik adalah pertama, HBS tidak akan melarikan diri,” kata Syahar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Pertimbangan kedua, lanjut Syahar, penyidik tidak melakukan penahanan karena Habib Bahar diyakini tidak akan mengulangi perbuatannya. Sedangkan pertimbangan ketiga, penyidik yakin Habib Bahar tidak menghilangkan barang bukti karena Habib Bahar kooperatif selama pemeriksaan.

“Kemungkinan dia ditahan jika menurut penyidik melanggar ketiga hal tersebut,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here