Dipolisikan mahasiswanya, begini tanggapan lengkap rektor

SOLORAYA.COM – Seorang mahasiswa program doktor di sebuah kampus di Pekanbaru, Riau tersinggung dan melaporkan rektor ke polisi gara-gara dilempar draf disertasi. Mahasiswa yang jadi korban pelemparan itu diketahui bernama Komala Sari (35) dan rektor tersebut diketahui bernama Mubarak.

Sekadar kilas balik terlebih dahulu, insiden berawal ketika Komala bermaksud meminta tanda tangan sang rektor berinisial MR di ruangannya.

Ilustrasi. (Pixaby)

MR satu-satunya penguji yang belum memberikan persetujuan uji disertasi terlapor. Keduanya lantas berjumpa di ruangan kerja MR pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

Pada saat membahas disertasi, topik pembahasan melebar ke perjanjian kontrak kerja sama antara MR dan Komala.

“Ketika membahas itu, tiba-tiba beliau melempar disertasi saya setebal lebih dari 250 halaman hingga mengenai tangan saya,” ujar Komala.

Komala menduga keributan itu dipicu oleh pembahasan kerja sama keduanya beberapa waktu lalu. Pelapor menjelaskan bahwa kerja sama itu berupa kegiatan pelatihan kepada mahasiswa selama 2 tahun. Namun, belakangan, kontrak kerja sama itu diputus begitu saja tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas.

Baca juga  Rektor dipolisikan mahasiswa gara-gara melempar draf disertasi

“Pada saat dia melempar disertasi saya dan mengatakan kalimat itu disaksikan Pembantu Rektor I,” tutur Komala.

Begini tanggapan Mubarak terkait dengan pelaporan tersebut.

“Bertepatan saya juga sebagai rektor di Umri. Jadi perlu saya luruskan terlebih dahulu persoalan ini, bahwa Komala itu mahasiswa saya S3 di Universitas Riau, bukan di Umri, dan saya pada konteks ini adalah dosen Pascasarjana Universitas Riau,” kata Dr Mubarak dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (10/12/2018).

Mubarak menjelaskan, ketika Komala membawa disertasinya memang posisinya sedang di Kampus Umri. Namun saat itu hubungannya antara mahasiswa S3 dan dosen penguji di Universitas Riau.

“Hanya, ketika itu kami bertemu di Kampus Umri. Ya memang posisi saya di Umri sebagai rektor. Namun posisi saya dengan dia (Komala) antara mahasiswa S3 dan dosen penguji atas nama kampus Universitas Riau,” kata Mubarak sebagaimana yang kami kutip dari DetikNews.

Maka, dalam hal ini, kata Mubarak, sama sekali tidak ada keterkaitan dengan pihak kampus Umri.

“Ini yang pertama ingin saya luruskan dulu,” katanya.

Baca juga  Acara Valentine Komunitas pria se-DIY batal

Terkait tudingan bahwa dia melempar disertasi mahasiswanya, Mubarak tidak menampik itu.

“Iya memang saya lemparkan dari atas meja kerja. Tapi itu tidak terkait isi disertasi tersebut,” kata Mubarak.

Hal itu dilakukan, menurut Mubarak, karena mahasiswanya ini dianggap kurang tata krama. Di antaranya, mahasiswa ini datang meminta pengesahan tanpa melampirkan bekas disertasi.

Tidak hanya itu, sebelum menghadap ke dosen pengujinya, Komala diduga sudah membuat komentar yang menyerang nama baik Mubarak. Komentar Komala itu ada di grup WA kalangan mahasiswa S3.

“Jadi, dia datang diminta oleh Ketua Prodi S3 Ilmu Lingkungan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi atas omongannya di media sosial itu (grup WhatsApp). Jadi dia menghadap saya. Nah, saat itulah, omongan dia selalu memancing kemarahan. Saya memang sempat membuang disertasinya dari atas meja saya, namun tidak ada mengenai siapa pun,” kata Mubarak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here