Begini cara Google berantas hoaks menjelang Pilpres 2019

SOLORAYA.COM – Google mengerahkan upaya memberantas berita hoaks dan informasi salah menjelang pemilihan presiden pada April 2019 nanti. Upaya tersebut dilakukan dengan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Raksasa teknologi asal AS ini memastikan akan memprioritaskan berita kredibel dari media-media mainstream untuk untuk memerangi hoaks.

Ilustrasi. (Pixabay)

“Yang diberikan prioritas adalah berita-berita dari sumber terpercaya dan kredibel. Jurnalisme merupakan pilar utama untuk menangkal hoaks,” ujar Head of communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana usai acara Google Developer Showcase, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).

Wartawan menurut Jason, memiliki peran vital dalam memerangi hoaks di internet. Jason mengatakan peran wartawan tak lain untuk memberikan konten berita kredibel dan terverifikasi.

“Kami melihat perang melawan hoaks adalah wartawan dan jurnalistik turut ikut serta. Mereka harus menjaga kualitas yang jadi fundamental, di sisi lain Google juga memiliki misi harus mengelola berita dunia agar bisa diakses di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Baca juga  Sandiaga Uno Akan Dilaporkan ke KPK dan Bawaslu, Soal Ini

Lebih lanjut Jason menjelaskan, ke depan Google akan melatih tiga ribu wartawan yang difokuskan untuk pengecekan fakta dan proses verifikasi berita. Menurutnya, inisiatif itu mendapat dukungan dari Dewan Pers Indonesia yang minta mewaspadai keberadaan media massa palsu dengan menebar hoaks saat pemilu.

“Kami akan melatih 3 ribu lagi karena semua orang berperan dalam melawan hoaks , jadi harapannya wartawan juga bisa kembangkan keterampilan agar kalian bisa diberdayakan dengan ilmu dan tools untuk memerangi hoaks,” ungkapnya.

Jason juga mengatakan setiap orang yang menemukan konten hoaks atau negatif saat menggunakan internet bisa melaporkan ke Google. Nantinya, pihak Google akan menghapus konten di situs yang mengandung konten negatif.

Baca juga  Tidak Tuntaskan Amanat 5 Tahun, Sandi Minta Maaf ke Warga Jakarta

Pernyataan ini seiring dengan komitmen pemerintahan Joko Widodo melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menekan peredaran berita negatif. Kominfo melaporkan telah memblokir 912.659 situs negatif, lebih dari 854 ribu di antaranya mengandung konten pornografi.

Selain pornografi, situs-situs yang diblokir juga berbau konten negatif lainnya seperti perjudian, penipuan, SARA, terorisme atau radikalisme, hingga hak kekayaan intelektual.
Jika dirinci, terdapat 51.496 situs perjudian, 4.941 situs penipuan, 676 hak kekayaan intelektual, 453 situs terorisme, 186 SARA, dan masih banyak konten negatif lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here